Nyanggakeun, berita ti Liputan 6. tiasa ditoong tidieu
http://www.liputan6.com/view/3,134491,1,0,1166689290.html
anjeunna dijantenkeun sosok Hari Ibu dina SCTV.

bilih aya anu teu tiasa ngaakses liputan6.com ku abdi di copykeun wartana

Liputan6.com, Rangkasbitung: Naik turun gunung adalah bagian dari rutinitas
sehari-hari Rosita sebagai bidan. Dibantu pembantunya, Rosita melayani 53
kampung yang tersebar di wilayah suku Baduy, Rangkasbitung, Banten. "Mereka
menerima saya mungkin karena saya warga daerah asli bisa bahasa mereka,"
ujar Rosita pada SCTV baru-baru ini. Rosita adalah sosok perempuan yang
pantas diangkat di saat kaum hawa Indonesia memperingati Hari Ibu yang jatuh
pada 22 Desember.

Awalnya Rosita kesulitan menerapkan ilmu kedokteran modern kepada penduduk
Baduy yang terkenal sulit menerima pembaruan. Dia tahu perlu kesabaran
ekstrabesar untuk mendekati warga Baduy. Untuk menjelaskan imunisasi saja,
perlu waktu dua tahun. Namun, itu tidak mengendurkan semangatnya.

Selain itu, kata Rosita, masih banyak warga Baduy yang menolak mendapat
perawatan kesehatan bahkan menghindar dengan alasan pergi ke ladang. Mereka
takut jika diimunisasi, suhu tubuh bayi akan panas mendadak. Namun,
perlahan-lahan dia mampu merebut kepercayaan masyarakat Baduy. Kini dia
memberi pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak-anak juga memeriksa ibu hamil
di 53 kampung yang tersebar di wilayah suku Baduy. Semuanya gratis.

Rosita mengaku bekerja dengan ikhlas. Apalagi suami dan dua buah hatinya
mendukung langkah Bidan Rosita--begitu dia bisa disapa. Yang lebih
membanggakan, Rosita bisa membantu bisa menekan angka kematian bayi. Selama
Januari hingga November 2006, tercatat hanya satu bayi yang meninggal di
daerah ini.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)


cag ah

-Bohay-

Kirim email ke