Bade tumaros, naha enya beurit siuneun ku sora jangkrik.....?
Pedah dirorompok, eta si monyong beurit ngagorogotan kabel mobil...!
Mun enya teh rek ngingu jangkriklah.

eMody

On 12/14/06, mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Hujan Turun, Waktunya "Ngala" Jangkrik

BELASAN anak terlihat menungging dengan posisi kepala berusaha lebih
didekatkan ke tanah. Tangan-tangan mungil mereka, meraba-raba tanah dan
menyingkapkan rumput liar di tengah sawah yang belum dicangkul itu.
Sebagian terlihat serius, sementara sebagian lainnya tertawa
tergelak-gelak karena dirinya dan teman-temannya berlepotan lumpur sisa
hujan malam sebelumnya.

Pemandangan di Kp. Citeureup, Desa Sukamukti, Kec. Katapang, Kab. Bandung
Rabu kemarin itu, terlihat sangat mencolok. Pasalnya, belasan anak-anak
tersebut tidak sedang bermain bola atau lainnya, namun mencari jangkrik.
Ya, jangkrik, serangga tanah yang selalu berbunyi nyaring saat malam hari.

Biasanya, anak-anak itu mulai "beraksi" saat matahari tidak terlalu terik
atau mulai condong ke barat. Berbekal botol atau wadah sejenisnya, mereka
bertemu teman-teman sebayanya sesama "pemburu" jangkrik selepas sekolah.
Sebagian anak, bahkan masih mengenakan celana merah seragam SD mereka.

Bagi anak-anak di Kp. Citeureup, awal musim hujan memang musimnya ngala
(menangkap) jangkrik. Tanah yang lembek, memudahkan anak-anak mencari
jangkrik hingga ke sarangnya. Suara krikk... krikk... di sela-sela rumput,
adalah petunjuk awal bagi mereka untuk mulai mencari jangkrik.

**

SEBUT saja Agustin Purwanto (11). Siswa kelas VI SDN Sukamukti 1 Katapang
yang biasa dipanggil Agus itu, sedikitnya mendapatkan 15-20 ekor jangkrik
berbagai jenis setiap harinya. Sebagian ia pelihara sendiri untuk
ditarungkan dalam ajang ngadu jangkrik dan sebagian lagi ia jual kepada
pengumpul jangkrik di samping rumahnya.

"Saya jual Rp 500,00 sampai Rp 3.000,00 per ekornya. Harga tergantung
jenis kelamin dan jenis jangkrik," ucapnya. Agus menyebutkan, nama-nama
jenis jangkrik yang dikenalnya antara lain jangkrik tiriling, kalung,
konar, colat, koes, bawang, bagejid, atau jangkrik mikung.

"Tapi yang paling bagus untuk ngadu jangkrik dan harganya mahal adalah
jangkrik kalung jantan berwarna hitam dan jangrik konar jantan
kecokelatan," katanya.

Deden Arifin (14), rekan Agus, menambahkan bahwa jangkrik yang tangguh
menjadi kebanggaan mereka, layaknya memiliki mainan canggih bagi anak-anak
di kota. Sementara, jangkrik yang dijual berarti tambahan uang jajan
sehari-hari. Masa ngala jangkrik ini merupakan kegiatan musiman bagi
anak-anak di Citeureup. Saat lahan-lahan sawah itu mulai dicangkuli,
mereka tidak gampang lagi mencari jangkrik. (Deni Yudiawan/"PR")***

Sumber: Pikiran Rakyat, Kamis, 14 Desember 2006

___ _ _ _ ___ ____ ___/ __| |_ _ _ __| (_)___| __|__ / _ \\__ \ _| || / _`
| / _ \__ \ / /\_, /|___/\__|\_,_\__,_|_\___/___//_/ /_/

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Kirim email ke