ah, kieu we abdi mah Teehh,..nuhun...
Ika Mardiah
"Anggap Staf Sebagai Teman"
DALAM setiap tugas, Kepala Sub Bidang Pemerintahan, Politik, dan
Hukum Bappeda Jabar Ika Mardiah tak pernah lupa menerapkan prinsip
bahwa semua stafnya adalah teman kerja yang harus solid sebagai
sebuah tim. Dengan begitu, tidak ada rasa canggung antara bawahan
dan atasan sehingga pekerjaan dan tugas pun dapat lebih mudah
diselesaikan.
"Saya tidak memosisikan diri sebagai pimpinan mereka. Hanya sebagai
simpul koordinasi saja," ujar Ika dalam perbincangan dengan SINDO,
kemarin (11/1). Meski memosisikan diri sebagai partner, Ika tentu
tak meninggalkan sikap tegas. Bila ada stafnya yang melakukan
pelanggaran atau berbuat kesalahan, dia tak segan-segan melakukan
teguran.
Penyandang gelar Ilmu Pemerintahan Unpad ini berprinsip, dalam
memimpin sikap keteladanan harus diutamakan. "Jangan sampai tindakan
kita itu tidak sama dengan apa yang sudah pernah diucapkan,"
ujarnya. Apalagi belakangan ini banyak terjadi contoh kasus krisis
keteladanan.
Ika saat ini tengah menjalani pula kuliah S3 Ilmu Pemerintahan di
Unpad. Kok, jurusan ilmu pemerintahan terus yang diambil? "Ya,
mungkin karena cita-cita saya dari kecil ingin jadi seorang
pemimpin. Jadi nyambung, kan?" ucap penggemar novel ini.
Ika ini sengaja mengajak para staf di bawahnya, untuk ber-refreshing
usai membereskan tugas berat selama berhari-hari, menganalisa
Rancangan APBD Kotamadya Bandung.
"Ya, liburan ke Bali itu memang inisiatif saya sebagai reward buat
teman-teman saya di sini yang sudah bekerja keras selama berhari-
hari menyelesaikan suatu pekerjaan," ungkap wanoja Sunda kelahiran
Bandung, 6 April ini.
Menurutnya, reward bagi karyawan tidak perlu dalam bentuk uang.
Malah mengucapkan `hatur nuhun' (terima kasih) atas bantuan mereka
pun merupakan reward yang amat penting.(iwa ahmad sugriwa)
--- In [email protected], ika mardiah
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Baraya
> Aya wacana di Pusat ngeunaan jumlah provinsi jeung
kabupaten/kota di Indonesia.
> Dua instansi Pusat, Bappenas jeung Depdagri keur nyusun strategi
penataan daerah otonom (provinsi jeung kabupaten/kota). Rada aneh
oge duanana nyieun panalungtikan nu obyekna sarua. Depdagri mah
meunang biaya ti APBN cenah (didukung ku DPR), Bappenas ti UNDP
(PBB).
> Ti awal geus katingali 2 instansi ieu beda mikirna, Depdagri mah
leuwih condong kana dimekarkeun (conto: Jawa Barat jadi 2 provinsi),
lamun Bappenas leuwih condong kana digabungkeun (Jawa Barat gabung
jeung DKI Jakarta).
> Cing kumaha kira-kira mana nu leuwih alus keur urang Sunda? Naha
wilayah masih jadi masalah? pan urang Sunda mah aya dimana-mana?
>
> Baktos,
> ika
>
>
> ---------------------------------
> Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
>