On 1/23/07, Hasan Supriadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 hehehe... teu kedah lieur Kang...
cobi we diparios pejabat atawa anggota DPR mana nu teu gaduh pausahaan ?!
mun teu aranjeuna nu gaduh pausahaan, minimal dulur2na (kroni-na)... teras
we pausahaanna ngiringan tender di lingkungan kantorna (pasti gollll...)

komo pan pausahaan JK sareng wargi-na mah seueur pisan...
nya kesimpulan : RPP-na ieu mah kedah gol deui waeee... hidup gollll !!!

mudah2an tong aya deui pangusaha janten penguasa...


^_^
hapunten teu tiasa ngirim ka milist, mung tiasa no'ongan wungkul...



----- Original Message -----
*From:* Mang Iman <[EMAIL PROTECTED]>
*Subject:* Re: [Urang Sunda] FW: berita buruk (karyawan dengan gaji di
atas Rp 3,3 juta per bulan tak mendapat pesangon)

  waaakakakakaka

bener ieu teh ?
Gelo sugan mah ?!

Pengusaha = Penguasa = lieuuurr kuring oge ....



*Liputan6.com, Jakarta:* Pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
mengusulkan agar karyawan dengan gaji di atas Rp 3,3 juta per bulan tidak
mendapat pesangon jika terkena pemutusan hubungan kerja. Usulan itu diungkap
pihak Apindo dalam pertemuan tripartit nasional antara pemerintah, pihak
serikat pekerja, dan pengusaha.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno mengatakan pihaknya
setuju dengan usulan itu. Hanya besaran gaji yang berbeda yaitu mereka yang
bergaji di atas Rp 5 juta. "Mau dibentuk sebagai apa namanya, sistem
asuransi atau jaminan. Ini masih digodok," kata Erman Suparno di Jakarta,
Senin (22/1).

Usulan ini segera diprotes Yanuar Rizky dari Asosiasi Serikat Pekerja
(Aspek) Indonesia. Menurut Yanuar, jika pesangon menjadi beban berat
pengusaha dan ingin dihapuskan, ia meminta pemerintah dan pengusaha
menyiapkan pengganti seperti asuransi pengangguran.

Salah satu simulasi yang diusulkan adalah pekerja dengan gaji di bawah Rp
5 juta mendapat pesangon maksimal enam kali gaji. Tapi mereka yang bergaji
di atas Rp 5 juta tidak mendapat pesangon, berapa pun lamanya dia
bekerja.(MAK/Aryo Adi Prabowo dan Ahmad Haris)








.






--
-firman raharja-

Kirim email ke