Lieur ah ngabandunganana....nu puguh mah kudu taat kana peraturan lalu
lintas..kudu bisa saling pengertian ... kitu sanes?

Punten ah

 

  _____  

From: kang boim [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, January 24, 2007 3:28 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Urang Sunda] Re: Fwd: Curhatan pengendara Roda Dua :D

 

Nu boga make mobil ngabales oge keur nu make motor......(ti milis
tatangga oge....)
hehehehe...


jawaban tentang balada roda dua 

Jadi surat ini ditujukan untuk  pengendara roda dua ... dari siapa
ya????

 

BALADA PENGEMUDI RODA EMPAT

 

Bapak2, ibu2 ,mas2,mabk2, oom2, tante2yth, Sebelumnya saya mohon maaf
bila tulisan berikut 
kurang berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf Bapak2, ibu2
,mas2,mabk2, oom2, tante2 pengguna roda dua mengenai perilaku kami di
jalan raya. 
Sungguh, kami tidak memiliki maksud untuk 'menghalangi' kenyamanan anda.

Bila kami terlihat suka menutup lajur kiri, itu hanyalah karena 
kami merasa kesal. Ini tentunya bagian kiri kendaraan kami baret. 
Tentunya rasa kesal  ini tdk 
anda rasakan, karena dinginnya hembusan angin sewaktu anda kebut di
jalan raya. Jadi kami beri sebelah kanan selaku jalur cepat untuk anda
lewati heheheehe

 

Bila anda melihat kami tak mau mengerem bila ada motor yang masuk jalur
kami secara mendadak ,,itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami
mengikuti hukum fisika dimana massa kendaran kami lebih berat sehingga
bila kami rem mendadak daya dorong balik terhadap massa kendaraan akan
lebih berbahaya untuk kami dan yang dibelakang atau sekitar kami.
Rasanya kami pasti kalah bila berdebat Dengan anda yang berprinsip
kendaraan kecil pasti benar, karena SIM anda bisa jadi hasil nembak
(maaf ya). Belum lagi kami harus dimintai duit bila berurusan Dengan
polisi. Tentunya anda tahu bila berurusan Dengan polisi kan?? Dan juga
memberi duit pada anda yang harus diamputasi tangan serta kaki karena
ada dibawah mobil kami.
Sebab bila berurusan Dengan polisi, uangnya besar pak-buu, mas, tmbak,
oom, tante.. Minimal bisa separo harga mobil , hikss (dari mana
duitnya)..

Belum lagi kami takut di PHK bila kami harus dipenjarakan karena  tetap
keukeuh tidak mau dibilang salah. Tentunya anda tidak memikirkan hal ini
kan. 

 

Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah 
memprotes roda dua . Kami cukup tau diri kok, dengan pajak atau parkir
yg terlalu mahal untuk kami , masih saja kami tidak mendapat perlakuan
sesuai pajak / tarif parkir yang kami bayar.  Sehingga kami, sehingga
kami harus rela mengalah bila berbicara tentang jalanan atau parkir.

 Kami cukup puas dengan memutari dahulu area parkir sehingga waktu
mencari parkir lebih banyak daripada parkirnya. Tentu 
berbeda dengan areal parkir bapak-ibu-mas-mbak-oom-tante. Yang bisa
geletakin dimana aja. 

Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda dua yang telah oleh

pemerintah di-anak emaskan.  Boleh lewat menerobos lampu merah, dan
kalau menabrak masih saja dibenarkan oleh polisi (Padahal Undang2nya ada
loh, belum tentu motor selalu benar) Sehingga kami juga harus putar otak
berakrobat dijalan raya menghindari desingan kiri-kanan motor , hanya
demi bapak-ibu,mas,mbak,oom-tante bisa cepat sampai 
tamasya ke ancol ataupun taman safari. 

Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat mobil
kami diisi lebih dari seharusnya sewaktu pergi ke dufan. Tapi kami 
gak yakin, apakah anda melihat kami, mengeluarkan dana lebih untuk
mengajak saudara  kami yang kekurangan supaya kami juga bisa berbagi
kebahagiaan Dengan mereka, Karena mereka belum pernah kesana. 


Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil
bapak-ibu-mas-mbak-oom-tante , bila melihat kami 
panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru memperhatikan area
depan, kiri-kanan dan belakang kami dari para motor yang mengerem
mendadak dan memotong jalur kami sewaktu jalan licin, Terkadang kami 
membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan 
gede kek, bodo' amat, cukup banting setang terus bisa berenti ditengah
(tengah ya! Bukan pinggir jalan) jalan yang dinaungi oleh jembatan
sementara kami harus mengalah oleh anda. 


Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu-mas-mbak-tante  yang
terbiasa 
menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak

pernah membayangkan, betapa rawannya pulang kerja di malam hari dengan 
mobil . Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan,
kalo begal banyak beraksi dimalam hari adalah isapan jempol semata.
Hii..


Kami juga gak protes kok, bila setang anda menghancurkan spion mahal
kami atau membikin baret cat kami yang belum tentu kami bisa
menggantinya dalam waktu dekat karena pasti dipecahin atau dibaretin
lagi oleh motor -motor anda. Mungkin karena kami naik mobil disangka ATM
berjalan yee. Hi hi hi 


Mohon maaf juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm 
sungguh, itu gak sengaja kok, . Sebab selama mengendarai mobil , mata
kami harus awas agar tidak melanggar LALIN ditengah sesaknya pengendara
motor.. Naaah begitu ditabrak  secara refleks 
mata kami terbuka lebar, seperti melotot, he he he 
Maaf ya pak-bu-mas-mbak-oom-tante. Peace !!! 

Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya, 
kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
Dan gak bikin orang lain menderita.
(Jadi gak enak nerusinnya) 

Memang siiih, rata rata dari kami berpendidikan. Walau beberapa 
rekan kami masih setia berprofesi sebagai sopir (taxi, mikrolet) Yang
harus ngedumel karena mobil majikan dirusak motor. 


Memang siih, rata-rata dari kami memiliki tata krama mengemudi . Karena
kami cukup terhormat untuk menebus SIM dengan benar, walau harus ngulang
berkali-kali. Duit lagi- Duit lagi .. Hikss.

Tapi setidaknya, kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan
kepala 
kepada bapak-ibu- mas-mbak-oom-tante duluan plus senyum manis, bila kami
bertemu anda di lampu merah.. Ataupun menjauh dari
bapak-ibu-mas-mbak-oom-tante yang sedang konvoi dijalan raya karena kami
takut duit kami harus keluar membenarkan kendaraan kami yang dibaret
motor butut anda yang  memotong dari kiri.

. 

Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat melihat anda semua sopan
dijalan   saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa kesal
dan gondok bila melihat anda tertib di jalan. Hehehehe (mungkin gak
ya??)

Pernah ga  anda melihat kami juga terkadang terenyuh sewaktu anda kena
razia polisi walau cuma 10-20 detik. Jadi terharu...


Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya rombongan pak presiden
bikin kecelakaan dijalan tol dan supir bis yang malang harus jadi tumbal
disalahkan pak polisi dan jubir presiden.  What an ironic... 

Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak 
artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus, 
budayawan, berebut mengiklankan mobil  untuk kami. Walau kami tau
persis, 
gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan
mobil yang diiklankan . Sebab kami tau persis, motor mereka ber CC be

sar dan dikawal oleh polisi dan mobil mereka ga mungkin yang bisa
dimuati A'A, Teteh, Oom, Tante , Adik . Pasti harganya diatas mobil kere
kami ini. 


Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja 
kok, kepada anda pengendara motor  roda dua bahwa tindakan anda
membahayakan kami juga. Sebab bila anda celaka, kami juga yang harus
menanggungnya walau  belum tentu kami yang bersalah. Kami juga punya
keluarga yang harus kami tanggung. Kami juga bisa hilang pekerjaan. Tapi
rasa tidak adil anda terhadap kami , sudah kami bayar kok dengan kondisi
di atas. 
Tuhan Maha Adil kan?

 

 

Kirim email ke