Berita di handap ieu, aya dina Pikiran Rakyat On Line 14 Maret 2007
Sanes sim kuring bade ngahalalkeun salingkuh, mung cing atuh ka kaum Pria,
upami bade adil teh kedah adil, ieu mah ari istri “ disangka selingkuh mani
disiksa, ari pameget salingkuh, malah teras di tikahna ( da pasti sateuacana di
tikah teh salingkuh heula, mun nyebat “ henteu” eta bohong )
Eh dianggapna na teh wajar bae, malah upami teras ditikah teh janten “ halal
“, malah teras nyebatna oge “ Sunah Nabi “
Sakali deui tong nyiksa pamajikan atuh, da ngan Ukur KUDA anu sok ditumpakan
bari di gebuk mah ( atos bae atuh nikah ka kuda ?!! )
Dituding Selingkuh, Eli Babak Belur Dihajar BK
GARA-GARA cemburu buta, BK (38) tega menganiaya istrinya, Eli Komalasari
(35), yang baru dinikahinya 8 bulan lalu. Sekujur tubuh Eli, putri mendiang
pensiunan polisi itu, lebam-lebam. BK pun mencukur rambut Eli menggunakan pisau
dapur. Tragisnya, saat ini, Eli tengah 7 bulan mengandung buah cinta mereka.
Tak cuma itu, Muhammad Ramdani Nugraha (9), putra Eli dari perkawinan terdahulu
pun didera siksa. Selain dipukul, siswa kelas III SDN Budi Karya itu pernah
dipaksa makan cabai
Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini, BK mendekam di tahanan
Reserse Kriminal Polresta Cimahi. ”Saya sakit hati karena dia selingkuh. Tak
cuma sekali dua kali, tapi ratusan kali. Terakhir, Minggu (11/3), saya dapat
informasi, istri saya ’berhubungan’ dengan dua lelaki,” ungkapnya kepada
petugas, Selasa (13/3).
Eli membantah berbuat demikian. Namun, di hadapan sang suami, ia tak kuasa
berkata ”tidak”. Soalnya, setiap kali menampik, bogem mentah, tamparan, bahkan
tendangan selalu ia terima. ”Agar tak terus disiksa, saya bilang ’iya’ saja,”
tuturnya, di tempat terpisah.
Kisruh rumah tangga BK-Eli hadir Desember silam. Suatu ketika, sepulang kerja
di sebuah departement store, Eli tak langsung ke rumah. Selama tiga hari, ia
maen terlebih dahulu dengan seorang teman pria. ”Saya akui, itu memang terjadi.
Tapi, sekali itu saja,” ungkapnya.
Ibarat kata pepatah, sekali lancung ke ujian seumur hidup orang tak percaya.
Begitu yang terjadi. Petaka itu kemudian datang, sebulan lalu. ”Suami saya
mulai memukul. Sampai Minggu (11/3) malam, setidaknya, empat kali saya disiksa
hingga parah begini,” tuturnya.
Menurut Eli, sang suami sering kemasukan roh tertentu. Ada yang mengaku Prabu
Siliwangi, Kian Santang, ada pula Datuk Suto. ”Setiap kali marah, roh itu
merasuk. Malah, katanya, yang memukul saya itu bukan dirinya, melainkan Datuk
Suto. Suami saya bercerita, Datuk Suto itu kejam,” ujar Eli.
Meski berbilang bulan Eli didera siksa, anehnya, tak seorang tetangga pun
yang tahu. Yulita (40), misalnya. Rumah mereka berdempetan, berada dalam satu
kopel. ”Tapi, kami tak pernah mendengar jeritan dan sebagainya,” tuturnya.
Ihwal penyiksaan itu baru terungkap ketika Edi Efendi (32), adik kandung Eli,
bertandang, Selasa (13/3). ”Saya lihat, wajahnya bengkak-bengkak. Saya langsung
lapor ke polisi,” ungkapnya.
Kapolresta Cimahi, AKBP Drs. H.E. Permadi, M.M., M.H., melalui Kasatreskrim
AKP Arif Fajarudin, S.H., S.I.K., membenarkan peristiwa itu. ”Kita akan
jeratkan Pasal 44 ayat (2) UU tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan UU 23
Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ujarnya. (Hazmirullah/ ”PR”)***
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/