Mangga ieu aya penjelasanana menang copy paste tina koran PR poe ieu...... punten teu ditarjamaahkeun kana basa Sunda...., nuhun. hehehe..
"kkbm'69" Rapel Guru Dibayar April BANDUNG, (PR).- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung Oji Mahroji mengatakan, rapel kenaikan tunjangan dan gaji guru dibayarkan April 2007. Demikian pula rapel kenaikan beras, juga akan dibayarkan bulan tersebut. Hal itu ditegaskan Oji di ruang kerjanya, Rabu (14/3), menanggapi pemberitaan yang menyebutkan, 17.000 guru di Kota Bandung belum terima rapel tunjangan gaji dan tunjangan beras. Menurut dia, tunjangan guru diberikan berdasarkan surat dari dirjen di Departemen Keuangan yang baru diterima Disdik Kota Bandung Oktober 2006. Padahal pada saat bersamaan, APBD perubahan Kota Bandung sudah berjalan. Akibatnya, terjadi keterlambatan karena anggaran tersebut baru dimasukkan pada anggaran Januari 2007. Sedangkan Disdik Kota Bandung saat ini sedang melakukan proses administrasi terhadap pemberlakuan Permendagri No. 13 tentang pemberian tunjangan guru tahun 2007 yang berbasis kinerja. Namun keterlambatan tersebut tidak menjadikan tunjangan itu hilang. "Hanya waktunya yang mengalami perubahan. Itu pun pasti akan diberikan secepatnya. Paling lambat April," ujar dia. Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah guru di Kota Bandung mempertanyakan pembayaran tunggakan beberapa rapel kenaikan tunjangan dan gaji guru. Bahkan, rapel kenaikan tunjangan beras dan kependidikan sudah satu tahun tidak diterima kira-kira 17.000 guru di Kota Bandung. Berdasarkan Peraturan Dirjen Perbendaharaan Departemen Keuangan No. 50/2006, tunjangan beras yang diberikan dalam bentuk uang naik dari Rp 3.145,00/kg menjadi Rp 3.848,00/kg. Sementara itu, sesuai Perpres No. 58/2006 tunjangan kependidikan untuk golongan II naik dari Rp 168.750,00 menjadi Rp 186.000,00, golongan III dari Rp 206.000,00 jadi Rp 227 .000,00, dan golongan IV naik dari Rp 262 .000,00 menjadi Rp 289.000,00. Namun hingga Maret 2007, tunjangan tersebut belum diterima para guru. Oji juga membantah pemkot kurang memerhatikan pendidikan. Hal itu dapat dilihat dari kenaikan signifikan APBD untuk pendidikan. APBD untuk pendidikan tahun 2006 Rp 51 miliar, sedangkan APBD 2007 mencapai Rp 76,3 miliar. (A-148)***

