Wilujeng wayah kieu,
Jumaah wengi kamari, kaleresan maca buku Kebudayaan Sunda Zaman Pajajaran karyana bapa Edi S. Ekajati. Dumasar kana eta buku, aya buktos yen Tanah sunda kapungkur teh legana kinten-kinten satengah pulo Jawa. Ieu, catatan kaki tina eta buku, kaca 100 (punten henteu di Sunda-keun): Batas wilayah Tanah sunda di bagian barat ialah Selat sunda dan di bagian timur ialah tanah jawa yang lebih tepatnya sungai Cipamali (sekarang disebut kali Pemali) di bagian utara dan sungai Cisarayu (sekarang disebut Kali Serayu) di bagian selatan baik secara historis maupun budaya. Secara historis batas wilayah itu tercatat pada naskah Bujangga Manik yang teksnya pada baris ke-81 dan 734 antara lain berbunyi: sadatang ka tungtung Sunda, meuntasing di Cipamali, datang ka alas Jawa, (sesampai di tapal batas Sunda, menyeberangi sungai Cipamali, tibalah ke tanah jawa, ). Batas di selatan sungai ciserayu terungkap pada baris ke-1131 dan batas di sebelah barat Ujung Kulon tertera pada baris ke 1359. Secara budaya batas wilayah itu terekam dalam tradisi lisan dan tradisi tulis tentang Ciung Wanara. Pertarungan Ciung Wanara dengan Hariang Bangga yang bersaudara itu diakhiri atas dasar kesadaran kedua belah pihak, setelah Hariang Bangga terlempar ke seberang sungai. Masalahnya (perebutan tahta kerajaan) diatasi dengan membagi pulau Jawa menjadi dua wilayah kekuasaan. Tanah sunda di bagian barat menjadi kekuasan Ciung Wanara dengan nama kerajaan Pajajaran dan tanah jawa di bagian timur menjadi bagian Hariang Bangga dengan kerajaan bernama majapahit. Sungai yang memisahkan pertarungan mereka dijadikan batas wilayah dua kerajaan tersebut dan diberi nama sungai cipamali (pleyte, 1913; Ekajati, 1981). Nama sungai itu berasal dari kata dasar pamali dalam bahasa Sunda yang berarti tabu. Maksudnya tabu bertarung lagi dengan sesama anggota keluarga. Kesepakatan pembagian pulau Jawa itu diabadikan dalam tradisi Sunda dengan ungkapan Ciung Wanara ka Kulonkeun bari papantunan, Hariang Banga ka Wetankeun bari tetembangan (Ciung Wanara pergi ke arah Barat sambil mengisahkan cerita pantun, Hariang Banga pergi ke sebelah timur sambil menyanyikan tembang). Dalam hal ini, pantun adalah simbol kebudayaan Sunda atau kerajaan Sunda dan tembang adalah simbol kebudayaan Jawa. Salamna, Pun Asep --------------------------------- Finding fabulous fares is fun. Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel bargains.

