ti website unpad .... Berikut ini adalah Makalah Balon Rektor Unpad 2007-2011, Ganjar KurniaMEMBANGUN UNPAD MENUJU "ACADEMIC EXCELLENCE" DENGAN KEBERSAMAAN
Oleh : Ganjar Kurnia *Pendahuluan* Di era persaingan yang sangat ketat, upaya untuk mewujudkan visi Unpad memerlukan komitmen, kerja keras dan kerjasama seluruh civitas academica. Pencapaian visi, berarti peningkatan citra, yang pada gilirannya mempengaruhi daya tarik pihak-pihak, untuk belajar atau bekerja sama dengan Unpad. Ukuran obyektif pencapaian visi adalah pengakuan terhadap kualitas lulusan, penelitian, publikasi, pengabdian masyarakat dan kepakaran. Karena ke lima hal tersebut merupakan "core activities" dari perguruan tinggi, maka semua semua langkah dan upaya harus diarahkan ke sana. Ada empat tantangan utama yang dihadapi untuk terwujudnya visi tersebut. Pertama, di dalam *World Declaration and Framework for Priority Action for Change and Development of Higher Education* yang dikeluarkan oleh Unesco (1998) disebutkan : *Everywhere higher education is faced with great challenges and difficulties related to financing, equity of conditions at access into and during the course of studies, improved staff development, skills-based training, enhancement and preservation of quality in teaching, research and services, relevance of programmes, employability of graduates, establishment of efficient co-operation agreements and equitable access to the benefits of international co-operation*. Kedua, tantangan yang dihadapi sangat dinamis, sesuai dengan perkembangan dan peluang-peluang yang ada di masyarakat. Di dalam deklarasi Unesco disebutkan pula : *"At the same time, higher education is being challenged by new opportunities relating to technologies that are improving the ways in which knowledge can be produced, managed, disseminated, accessed and controlled"*. Ketiga, semua perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia, pada hakekatnya mempunyai visi yang sama, yaitu menjadi pusat keunggulan. Karena itu, kompetisi antar perguruan tinggi akan semakin ketat. Keempat, karena visi pada hakekatnya merupakan pengejawantahan dari harapan masyarakat, maka perguruan tinggi diharapkan mampu memenuhi harapan-harapan masyarakat tersebut. Secara kongkrit, harapan-harapan masyarakat terhadap perguruan tinggi adalah: tempat untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu dengan biaya pendidikan yang terjangkau; menghasilkan lulusan yang mudah mendapatkan atau dapat menciptakan lapangan kerja; sebagai lembaga yang dapat berkontribusi di dalam memecahkan berbagai persoalan sains, teknologi, sosial, ekonomi dan budaya, dan sebagainya. Hal lain perlu mendapat perhatian yang terkait dengan memenuhi harapan-harapan masyarakat, adalah faktor kesejarahan, yaitu, semangat dan cita-cita awal berdirinya Universitas Padjadjaran. Di luar ke empat tantangan tersebut, tantangan lain yang sifatnya internal - yang juga akan sangat berpengaruh kepada kualitas -- adalah pemenuhan harapan warga kampus : untuk menjadikan Unpad sebagai tempat berkarya yang kondusif, nyaman, menentramkan dan dapat memenuhi kesejahteraan yang layak. *Pokok-pokok Pikiran Kegiatan* Langkah-langkah yang bisa dilaksanakan untuk pencapaian visi, menjawab tantangan dan harapan-harapan: Pertama, meningkatkan kualitas input calon mahasiswa, calon dosen dan calon pegawai. Faktor penentu jumlah mahasiswa yang diterima adalah ketersediaan fasilitas dan keterjaminan menghasilkan lulusan yang berkualitas. Untuk mendapatkan calon dosen dan pegawai administratif yang berkualitas, penyaringan dapat lebih baik lagi apabila melibatkan lembaga profesional yang bergerak di dalam rekrutmen sumberdaya manusia. Kedua, meningkatkan kualitas proses belajar mengajar dengan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, perkembangan masyarakat dan teknologi proses belajar mengajar sendiri, termasuk pemanfaatan ICT untuk pendidikan. Ketiga, peningkatan mutu tenaga akademik, tenaga administrasi dan laboran. Agar mampu berkiprah di tingkat internasional, para dosen harus mampu berkomunikasi dengan menggunakan bahasa asing. Untuk itu, universitas mempunyai kewajiban memfasilitasi pembelajaran bahasa bagi para dosen. Para dosen baru, wajib mengikuti program bahasa untuk mencapai prasyarat mendapatkan beasiswa dan mengikuti pendidikan di luar negeri. Untuk meningkatkan kualitas dosen ini, disiapkan pula berbagai pelatihan wajib terstruktur, yang meliputi : belajar - mengajar, metodologi penelitian, metodologi pengabdian masyarakat, ICT (terutama *e-learning*), penulisan artikel ilmiah dan populer, administrasi dan manajemen, kewirausahaan serta latihan kepemimpinan. Dalam kaitannya dengan pengembangan ilmu, perencanaan didasarkan pula atas "cohort", penjenjangan jabatan fungsional, perkembangan ilmu pengetahuan dan rencana pengembangan program studi. Universitas juga dapat memfasilitasi pengembangan karir dosen, melalui penelitian, penulisan, penerbitan dan keikutsertaan di dalam berbagai pelatihan, seminar, lokakarya di luar universitas di dalam dan luar negeri. Dengan perencanaan SDM dosen yang terstruktur, diharapkan pada usia antara maksimal 35 tahun, para dosen sudah lulus S3 dan pada usia 45 - 50 tahun, sudah mencapai jabatan Guru Besar. Untuk dapat meningkatkan pelayanan akademis, para pegawai administratif dan tenaga laboratorium, selain mengikuti pelatihan berjenjang, juga diberi kesempatan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan bidangnya. Keempat, peningkatan jumlah dan mutu fasilitas pendidikan, laboratorium, perpustakaan dan ICT. Dengan tetap memperhatikan kebutuhan fakultas lain, upaya pemenuhan fasilitas pendidikan - terutama -- diarahkan kepada fakultas-fakultas yang baru berdiri. Untuk menghasilkan penelitian yang bermutu, upaya peningkatan fasilitas laboratorium akan menjadi perhatian utama. Laboratorium tersebut, selain untuk kepentingan praktikum mahasiswa, juga sebagai tempat penelitian para dosen dan mahasiswa. Dengan fasilitas laboratorium yang memadai, para Guru Besar diharapkan dapat membimbing para dosen muda dan para mahasiswa pasca sarjana untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas. Sebagai jantung perguruan tinggi, perpustakaan (pusat dan fakultas) akan mendapat perhatian yang seksama. Fasilitas (seperti penambahan buku-buku baru, fasilitas internet) dan pelayanan perpustakaan akan terus ditingkatkan. Kelima, sesuai dengan tuntutan zaman, pengembangan ICT akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan. ICT ini selain ditujukan untuk menunjang proses belajar mengajar (seperti *e-learning*, *digital literacy*, *distance learning*), mempermudah akses kepada sumber-sumber pengetahuan dunia (diantaranya melalui *e-library* seperti yang sudah dilaksanakan oleh CISRAL), menambah networking, dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas administrasi. Titik berat dari program ICT adalah, peningkatan kemampuan sumber daya manusia yang menangani ICT, pengintegrasian sistem, peningkatan infrastruktur (*software* dan *hardware*), memperluas pemanfaatan dan pemanfaat. Kelima, kesejahteraan dosen dan karyawan. Peningkatan kesejahteraan dosen dan karyawan merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari peningkatan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pimpinan lama akan diteruskan. Dengan memperhatikan kondisi keuangan dan peraturan yang berlaku, upaya-upaya lain untuk meningkatkan kesejahteraan dosen, karyawan dan juga mahasiswa, bisa dirumuskan secara bersama-sama (misalnya: asuransi kesehatan, peningkatan honor menguji/ menghadiri persidangan, bantuan transportasi, perhatian terhadap pensiunan, dan sebagainya). Keenam, meningkatkan kerjasama, membangun dan mengembangkan "networking" dengan berbagai lembaga dan perorangan di dalam dan luar negeri. Untuk dapat mengembangkan kerjasama dan "networking", diperlukan gagasan-gagasan segar yang dapat menarik pihak-pihak untuk mau bekerjasama, melakukan langkah-langkah proaktif dan meningkatkan upaya agar kerjasama tersebut terus berlanjut. Peluang untuk melakukan kerjasama dengan pihak luar cukup besar. Untuk itu kegiatan pencarian informasi dan kunjungan kepada pimpinan berbagai lembaga seperti pemerintah daerah, kementrian, instansi lain, lembaga legislatif, BUMN, kedutaan besar, lembaga-lembaga internasional, lembaga penelitian, universitas di dalam dan luar negeri, akan lebih ditingkatkan. Perlu dipelajari dan dijajagi kerjasama yang melembaga antara fakultas dengan berbagai instansi terkait, seperti melembaganya hubungan antara fakultas kedokteran dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin dan Departemen Kesehatan. Salah satu masalah yang dihadapi peneliti Indonesia adalah mempublikasikan hasil penelitiannya di jurnal internasional. Untuk itu kegiatan penelitian dan penulisan bersama dengan peneliti asing, sangat memungkinkan untuk dilakukan. Penelitian bisa dilakukan melalui kerja sama antar laboratorium. Dimulai dengan merumuskan tema penelitian secara bersama-sama yang untuk kemudian kegiatan penelitiannya dilaksanakan masing-masing, dan laporannya ditulis dan diterbitkan secara bersama-sama. Dengan kemajuan teknologi komunikasi hal tersebut bisa dilakukan melalui pemanfaatan internet. Dalam rangka meningkatkan " mobilitas " para dosen, peneliti dan mahasiswa, dilakukan upaya-upaya untuk melakukan pertukaran dengan berbagai universitas di dalam dan luar negeri. Di dalam bidang pendidikan bisa dilakukan "twinning", "sandwich" program atau bentuk kerja sama lainnya. Sebagai contoh, adalah program master museologi yang merupakan kerjasama antara kementrian Pariwisata dan Kebudayaan (sebagai penyandang dana dan sumber mahasiswa), Universitas La Rochelle (yang bekerjasama dengan Institute de Louvre, Musée de l'histoire naturelle Prancis) sebagai konsultan dalam bidang kurikulum, fasilitator pelatihan bagi para dosen Indonesia dan penyedia dosen tamu; sedangkan Universitas Padjadjaran berperan sebagai pelaksana program. Hal yang hampir sama dilakukan pula antara Bappenas, Kedutaan Besar Prancis, Universitas Diponegoro dan 5 (lima) universitas di Prancis untuk program S2 perencanaan wilayah. Di dalam program ini, pihak Bappenas menyediakan dana bagi para pegawai negeri untuk pelatihan bahasa Prancis, dan biaya pendidikan S2 selama satu tahun (tahun pertama) di Indonesia, biaya tiket pulang pergi sedangkan pemerintah Prancis memberikan beasiswa selama di Prancis. Ijasah dikeluarkan oleh Undip dan Universitas di Prancis. Untuk meningkatkan mobilitas mahasiswa dan dosen serta sebagai salah satu cara untuk mendapat pengakuan dari universitas di luar negeri, bisa dilakukan pula kerjasama pertukaran mahasiswa dan dosen. Para mahasiswa bisa mengambil beberapa mata kuliah di universitas di luar negeri, atau sebaliknya: para mahasiswa asing mengambil beberapa mata kuliah di Unpad. Nilai dari masing-masing mata kuliah yang diambil, diakui oleh kedua universitas yang melakukan kerjasama. Demikian pula halnya dengan dosen luar yang memberikan kuliah di Unpad atau dosen Unpad yang memberikan kuliah di luar negeri, kredit dan keabsahannya diakui sebagai yang dikeluarkan oleh universitas tempat asalnya. Cara semacam ini, sekarang sudah berlaku di Eropa. *Peran universitas di dalam kerjasama, adalah pembuka jalan dan fasilitator. Sedangkan substansi dan pelaksanaan dilakukan oleh fakultas dan lembaga masing-masing*. Ketujuh, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Titik berat penelitian diarahkan kepada peningkatan kualitas penelitian program Pascasarjana (Mahasiswa S2/S3 adalah peneliti); peningkatan daya dukung penelitian (fasilitas laboratorium); penelitian unggulan fakultas yang berorientasi aplikasi, industri, pasar dengan pendekatan mono dan multidisiplin; penghargaan kepada peneliti; menyediakan dana khusus dari Unpad untuk penelitian; memperluas/mempertahankan kerjasama di dalam bidang penelitian; dan memperbanyak juara/finalis lomba penelitian mahasiswa. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat merupakan salah satu bentuk dari tanggung jawab sosial universitas kepada masyarakat. Substansi dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan kontribusi agar masyarakat dapat lebih meningkatkan kualitas hidupnya, melalui pendekatan-pendekatan ilmiah sebagai hasil dari riset tepat guna, paket teknologi, riset aksi, dan sebagainya. Melalui berbagai kegiatan kerjasama, penelitian juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap kegiatan lembaga dan universitas. Kedelapan, untuk lebih memperkenalkan Unpad dan para pakar Unpad di tingkat nasional dan internasional, kegiatan-kegiatan seminar nasional, internasional yang berkaitan dengan bidang ilmu, isyu-isyu yang berkembang serta yang terkait dengan profesi dilakukan secara terjadwal dan kontinyu. Pertemuan dengan wartawan, akan dilaksanakan secara terjadwal. Penerbitan buku yang ditulis oleh pakar Unpad, jurnal ilmiah akan lebih ditingkatkan. Kesembilan, pengembangan kewirausahaan, pencarian dan pengelolaan dana. Tambahan dana universitas diharapkan diperoleh dari kerja kreatif para dosen dan karyawan. Untuk itu penumbuhan jiwa kewirausahaan melalui pelatihan-pelatihan akan terus dilaksanakan. Dengan jiwa kewirausahaan (yang cirinya antara lain kreatifitas, keuletan, jiwa kompetisi), diharapkan akan dihasilkan gagasan, karya yang dapat dijadikan sebagai tambahan pendapatan universitas. Sumber dana lain, bisa diperoleh melalui kerjasama dan pemanfaatan berbagai hibah kompetitif. Kesepuluh, menjadikan universitas sebagai pusat kebudayaan. Sebagai lembaga pendidikan tempat bernaungnya para insan akademis, universitas akan selalu menjadi acuan bagi masyarakat. Adanya dosen, proses belajar mengajar dan fasilitas penunjang yang berkualitas, selain akan menarik para calon mahasiswa dari dalam negeri, juga untuk lebih menarik para calon mahasiswa dari luar negeri. Program internasional yang selama ini sudah dimulai dan berjalan dengan baik, akan terus dikembangkan dan diharapkan dapat ditambah dengan bidang studi yang lain. *Kampus Jatinangor* Pengembangan dan pengelolaan kampus utama Unpad di Jatinangor untuk menciptakan *academic atmosphere* yang lebih baik - sesuai - dengan semangat awal pendirian kampus tersebut akan terus diupayakan. Penekanan utama dari kegiatan pengembangan Jatinangor adalah peningkatan kelengkapan sarana dan prasarana untuk dapat lebih memberikan pelayanan kepada para mahasiswa dan dosen di dalam melakukan proses belajar-mengajar; serta memberikan kenyamanan (melalui keindahan) bagi seluruh civitas academica. Sesuai dengan kemampuan keuangan yang ada, sarana dan prasarana yang sudah direncanakan sejak awal, secara bertahap akan direalisir. Untuk lebih memudahkan koordinasi di dalam pengelolaan, kelembagaan khusus untuk mengelola Jatinangor sangat diperlukan. Pada tahap awal, rektor sendiri akan berkantor di Jatinangor -- paling tidak-dua hari di dalam satu minggu. Pengembangan dan pengelolaan Jatinangor tidak dapat terlepas dari kebijakan pemerintah setempat dan *stakeholders* lainnya. Untuk itu, koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan Jatinangor akan terus ditingkatkan. *Organizational Health* Untuk dapat mewujudkan "academic excellence", organisasi pengelolaan universitas haruslah sehat. Selain karena terjadinya perubahan lingkungan strategis secara terus menerus, dalam kaitannya dengan suatu keniscayaan perubahan status perguruan tinggi untuk menuju kemandirian melalui BHPMN/BHP/BLU, maka adaptasi di dalam struktur dan pengelolaan organisasi yang didasari oleh manajemen modern perlu dilaksanakan. Pada tataran ini, peran senat universitas sangat menentukan. Sejak masa transisi, senat universitas dapat memulai memerankan fungsi senat akademik dan Majelis Wali Amanat (seperti di dalam BHPMN). Senat berperan di dalam merumuskan dan mensyahkan norma akademik, mensyahkan rencana strategis, rencana tahunan, anggaran tahunan, pengawasan kinerja dan pengawasan terhadap keterjaminan mutu. Pengelolaan universitas sendiri didasarkan kepada prinsip-prinsip transparansi, akuntabel, partisipatif, taat hukum dan desentralisasi (kejelasan peran, tugas dan tanggung jawab antara Universitas dan Fakultas - siapa mengerjakan apa). Dengan adanya kejelasan peran di dalam perencanaan kegiatan tahunan, maka proporsi kebutuhan anggaran antara Universitas dan Fakultas dapat direncanakan dan disyahkan, untuk kemudian dikelola dan dipertanggungjawabkan masing-masing. Partisipasi yang menurut definisi diartikan sebagai keikutsertaan di dalam membuat perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan mendapat manfaat, merupakan wujud dari kebersamaan di dalam mengelola Unpad. Inti dari pendekatan partisipatif adalah adanya dialog untuk menghasilkan berbagai kesepakatan di dalam mencapai kemajuan Unpad. *Catatan Akhir* Terlepas dari terpilih atau tidak terpilih sebagai rektor, ada suatu kebanggaan tersendiri, bahwa saya pernah menyampaikan gagasan untuk kemajuan universitas yang saya cintai di depan sidang Senat Universitas. Agama mengajarkan untuk tidak mencari jabatan; Jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Kesediaan untuk dicalonkan menjadi Rektor, tidak lain karena adanya berbagai dukungan. Dukungan adalah kepercayaan yang harus dibuktikan bahwa yang didukung memiliki kapasitas obyektif untuk mewujudkan visi Unpad. Terima kasih, kepada para pendukung, tanpa dukungan Bapak dan Ibu tidak mungkin saya dapat menjadi calon Rektor di Universitas yang sangat saya cintai ini. On 4/16/07, MRachmat Rawyani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salah sahiji carana, nya ngayakeun acara HBH di Unpad. Rek dikukumaha oge, Unpad teh boga komitmen pikeun migeuykeun Urang Sunda, jeung mangrupakeun "tugas suci". Sok sanajan ayeuna mah jaman global, tapi tetep wae paguron luhur diharepkeun teu leupas tina misi kadaerahanana. Justru ciri hasna paguron luhur teh didinya. Jiga contona Universitas Pattimura "diperdalam" dina perkara elmu anu aya pakaitna jeung kalautan. UI kusabab aya di peuseur kota/tingkat nasional, widang elmuna ngahususkeun anu aya pakaitna jeung "perkotaan". Tapi hal ieu teh, gumantung kana "political will" Rektorna.Da pasti atuh rektor teh geus nyieun "blue print" rek diarahkeun kamana eta paguron luhur.Atawa Senat Akademikna aya program jangka panjang 2007-2027, pokona program-program pikahareupeun. Ari dina koran mah cenah, rektor Unpad anu anyar teh boga pikiran "meningkatkan kebersamaan". Mun aya "bocoran" kumaha ketakna Unpad kahareup, tiasa ditingali presentasi makalahna Kang Ganjar, hade pisan pikeun baraya KUSnet. Soalna ayeuna Urang Sunda teh jiga nu teu nyaho rek kamana lalampahan teh. Tah, biasana di paguron luhur mah beuneur ku ide-ide cemerlang kumaha nyorang kahareup. KUSnet, kumaha KUSnet ngamangpaatkeun para anggotana anu aya di sakuliah jagat, pikeun migeuykeun SUNDA. Pasti aya ide-ide "cemerlang", dina perkara Kasundaan. (asa teu nyambung jeung aya nu ngagantung nya? Sok atuh, ditambihan ku baraya KUSnet) baktos, mrachmatrtawyani __________________________________________________________ Never miss an email again! Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
-- Budhi Setiawan @ Infrastructure Design Research Lab., Civil Eng. Dept., Civil Eng. Dept., Gifu Univ., Japan. @ Soil Mechanic Lab., Civil Eng. Dept., Sriwijaya Univ., Palembang - Indonesia. budhi at urangsunda dot net

