http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/042007/23/0309.htm
Disdik Tasik tak Bayar Pesanan Buku
Penerbit CV Geger Sunten Mengalami Kerugian Rp 3 Miliar
TASIKMALAYA, (PR).-
Sudah dua tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kab. Tasikmalaya tidak membayar
utang pesanan buku kepada penerbit CV Geger Sunten, di Jln. Pageurageung, Kab.
Tasikmalaya. Akibatnya, perusahaan itu harus merugi lebih dari Rp 3 miliar.
SEORANG petugas jaga di gudang milik penerbitan CV Geger Sunten, Jl
Galunggung, Kota Tasikmalaya sedang membereskan buku yang dikembalikan dari
sekolah, Jumat (20/4). Penerbit Geger Sunten telah mencetak 200 judul buku
pesanan Dinas Pendidikan Kab. Tasikmalaya, namun tidak dibayar. Sehingga,
perusahaan ini mengalami kerugian sebesar Rp 3 miliar.*UNDANG SUDRAJAT/"PR"
Keluhan tersebut disampaikan Direktur CV Geger Sunten, Ir. H. Taufik
Faturohman, kepada "PR", Jumat (20/4) lalu, setelah mengadu ke Komisi IV DPRD
Kab. Tasikmalaya. "Posisi saya diminta untuk menerbitkan buku oleh Dinas
Pendidikan Kab. Tasikmalaya, yaitu tahun 2004. Permintaan itu disampaikan oleh
dinas kepada saya, setelah penerbit yang telah disiapkan, mengundurkan diri.
Namun, setelah buku itu saya cetak sebanyak 200 judul, ternyata sampai sekarang
sudah dua tahun belum dibayar," kata Taufik.
Sehari sebelumnya, Kamis (19/4) Komisi IV DPRD Tasikmalaya, melakukan
peninjaun ke penerbitan Geger Sunten. Taufik yang juga mantan pengurus Persib
Bandung ini, menyampaikan kerugian yang dialami oleh perusahaannya, karena
janji pesanan buku dari pemkab tidak direalisasikan.
Taufik Faturohman mengatakan, pada tahun 2004, Disdik lewat Saepul
mendatanginya. Ia meminta agar CV Geger Sunten menerbitkan buku pelajaran mulai
dari SD hingga SMA. Isi buku itu, dimasukkan nilai-nilai Islami, sehingga
memberikan tambahan pendidikan moral bagi siswa. Hal itu, untuk memperkuat visi
Tasikmalaya yang Islami dan juga kota santri.
Akhirnya, Mei 2004 ada surat penunjukan kepada CV Geger Sunten, untuk
menerbitkan buku dimaksud. Waktu itu, Disdik sudah menunjuk tim penyusun buku
dipimpin Toto. Setelah materi siap, akhirnya penerbit mencetak buku tersebut.
Sedangkan cetakan buku kedua dilakukan oleh tim penulis dari guru yang
direkrut penerbit. Salah satu syarat yang ditetapkan pada waktu itu, buku yang
dicetak harus murah sehingga bisa dijangkau harganya oleh pihak sekolah. Harga
buku itu, rata-rata Rp 6.000.000/eks hingga Rp 8.000.000/eks.
Penerbit telah mencetak 10 ribu buku untuk SD, serta masing-masing lima ribu
untuk SMP dan SMA. "Saya juga sudah melakukan pertemuan dengan Kepala UPTD
pendidikan, para kepala sekolah, dan lainnya, untuk sosialisasi buku ini. Pada
waktu itu, ada peluncuran yang dilakukan Bupati Tasikmalaya Bapak Tatang
Farhanul Hakim. Namun, dalam realisasinya, buku tersebut sebagian besar tidak
diambil dan yang sudah disalurkan tidak dibayar," ujarnya.
Membenarkan
Kepala Dinas Pedidikan (Kadisdik) Tasikmalaya, Drs. H. Abdul Kodir
membenarkan, kalau dinasnya pernah memesan buku ke perusahaan Geger Sunten.
Rencananya, buku itu akan dibayarkan oleh sekolah, lewat biaya operasional
sekolah (BOS), pada tahun 2005.
Akan tetapi, pembelian buku dari BOS aturannya buku terbitan itu harus sesuai
dengan yang telah ditetapkan oleh Pusat Perbukuan Nasional. Sedangkan buku yang
dicetak oleh Geger Sunten, tidak termasuk dalam daftar dari pusat perbukuan.
Begitu juga tahun 2006 dan 2007, ada upaya dari APBD murni. Namun dananya
tidak bisa terealisasikan, karena banyak digunakan untuk rehab sekolah. "Anda
sendiri tahu, banyak SD yang ambruk, sehingga perioritasnya untuk rehab sekolah
dulu," katanya.(A-97)***
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.