http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2007/052007/16/0105.htm
   
  Yuyu ”Meninggal Dunia” Setengah Jam
  BATAS usia seseorang sepenuhnya berada di tangan Allah SWT. Pepatah Sunda 
bahkan menyebutkan jodo, pati, bagja, cilaka hanya Allah yang tahu. Manusia 
dengan segala keterbatasannya hanya mampu menebak-nebak tentang segala 
kehendak-Nya, dan tak jarang keliru saat menebak batas umur seseorang.
            YUYU (72), "tak jadi" meninggal dunia setelah dinyatakan tak 
bernyawa lagi oleh pihak keluarga, tiga hari lalu. Ia mendadak kembali tersadar 
dan bernapas setelah setengah jam mengalami mati suri.*DENI YUDIAWAN/"PR"  
Adalah Yuyu (72), warga Gang Sukaluyu I RT 1 RW 2 Kp. Sukaluyu, Desa 
Parungserab, Kec. Katapang, Kab. Bandung, yang mendadak menjadi terkenal di 
seantero kampungnya. Pasalnya, nenek dengan delapan anak dan puluhan cucu ini 
"bangkit" dari maut, setelah keluarga, sanak saudara, serta warga Kp. Sukaluyu 
sepakat menyatakan Yuyu telah meninggal dunia. 
  Kejadian itu bermula saat Yuyu mendadak sesak napas, beberapa saat setelah 
salat Subuh, Minggu (13/5) lalu. Yuyu langsung berbaring di atas kasur dan tak 
sadarkan diri. Ucu (33), anak bungsu Yuyu, tidak mengira akan mendapati ibunya 
seperti itu. Padahal, dia baru saja membantu ibunya mandi, mengenakan 
pakaiannya, kemudian berniat pergi ke dapur. 
  "Ibu tergolek di atas kasur dengan napas sesak. Napasnya berat dan naik 
turun," kata Ucu ketika ditemui di kediamannya, Selasa (15/5). Keadaan kritis 
yang dialami Yuyu, langsung mengundang para tetangga melayatnya. Semua anak 
Yuyu yang tinggal agak jauh sengaja dipanggil.
  Menurut keterangan Ucu, keadaan kritis ibunya berakhir pada pukul 9.30 WIB. 
Tak ada tanda-tanda kehidupan dari tubuh ibunya waktu itu. "Wajah ibu pucat, 
dingin, dan tak bernapas lagi. Kami memutuskan bahwa ibu telah meninggal 
dunia," ucapnya.
  Tubuh Yuyu kemudian ditutupi dengan kain. Kabar tentang meninggalnya Yuyu 
disebarkan melalui corong dari dua masjid yang ada di dekat rumahnya, Masjid 
Arrohman dan Masjid Al Hidayah. Satu per satu tetangga berdatangan dan 
membacakan surat Yasin di depan jasad Yuyu. Sementara, warga lainnya telah 
bersiap memandikan dan menyiapkan kain kafan.
  Tapi tiba-tiba, tepat setengah jam setelah itu, mata "almarhumah" Yuyu 
terbuka. Ia langsung terduduk sembari berucap, "Aya naon ieu teh? (Ada apa 
ini?)"
  "Tentu saja semua orang yang ada di rumah kaget karena ibu bangun lagi 
setelah meninggal," kata Ucu. 
  Yuyu sendiri tampak kebingungan karena banyak orang yang mengelilinginya. 
"Nya ibu teh langsung weh calik di sisieun tamu (Ya ibu langsung duduk di 
pinggir para tamu)," katanya. Sesaat kemudian, tubuh Yuyu kembali menghangat 
dan semua percaya bahwa nenek itu "tak jadi" meninggal dunia.
  Atas peristiwa ini, terdengar corong masjid menyampaikan ralat "kematian" 
Yuyu yang ternyata hidup lagi. "Punten, Ibu Yuyu teu janten ngantunkeunna 
(Maaf, Ibu Yuyu tidak jadi meninggal dunia)," ucap Ucu menirukan suara dari 
balik corong masjid itu.
  Apa yang dialami Yuyu saat "meninggal dunia"? "Ah, Ibu mah teu emut weh. Teu 
ngimpen nanaon. Meureun teu acan waktosnya weh. Padahal Ibu mah tos pasrah da 
tos sakieu kolotna (Ah, Ibu hanya tidak sadarkan diri. Tidak mimpi apa pun. 
Mungkin belum waktunya. Padahal, Ibu sudah pasrah dengan usia yang sudah tua)," 
kata Yuyu.
  Manusia memang hanya dapat menebak, sementara Allah SWT yang menentukan. 
Namun demikian, kejadian ini kiranya akan makin mengingatkan kita pada 
kematian, yang kita sendiri tidak mengetahui kapan waktunya. (Deni 
Yudiawan/"PR")***

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

Kirim email ke