Cengkuk, Situs Terbesar di Indonesia
  Temuan benda-benda peninggalan zaman megalitik dan peralatan yang 
diperkirakan buatan Dinasti Sung dan Ming ( Cina ) di situs Gunung Gede 
Cengkuk, Kampung Cengkuk, Desa Margalaksana, Kec. Cikakak, Kabupaten Sukabumi, 
terus berlanjut hingga saat ini. Namun temuan Situs Gunung Gede Cengkuk itu 
memerlukan penelitian budaya lebih komperhensif dengan evakuasi lahan yang luas.
  " Upaya penelitian budaya dan perluasan ekskavasi akan terus ditindklanjuti 
untuk lebih jauh mengenai nilai-nilai budaya maupun asal-usul benda-benda. 
Karena temuan ini sedikitnya akan membuka tabir sejarah kerajaan Pajajaran di 
Jawa Barat, " Kata Kepla Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Budhyana, 
Senin (19/12).
  Selama ini, ekskavasi yang dilakukan baru terbatas bagian permukaan dan 
arealnya terbagi dalam beberapa bagian. Benda yang ditemukan baru beberapa dari 
batu-batuan yang diperkirakan berasal dari zaman megalitik.
  Terhadap temuan tersebut menurut Budhyana, pihaknya berencana menganggarkan 
dana pada tahun 2006 untuk ekskavasi lanjutan. " Diharapkan dengan anggaran 
yang tersedia dapat memenuhi dan menata kawasan Situs Cengkuk, terutama 
pengamanan benda-benda yang sangat kamai khawatirkan akan raib dicuri " 
  Dewa Siwa
  Sementara itu, berdasarkan hasil ekskavasi yang dilakukan akhir November 
hingga pertengahan Desember lalu, ditemukan Arca Dewa Shiwa, yang merupakan 
bagian dari temuan arca hasil ekskavasi tahun 1992. Temuan berlanjut dengan 
ditemukannya punden berundak terdiri dari tiga teras, gerabah dan keramik.
  Berdasarkan hasil penelitian sementara, Arca Dewa Shiwa  dan punden berundak 
merupakan peninggalan abad ke - 15 masa kerajaan Padjajaran. Sedangkan gerabah  
dan keramik diperkirakan berasal dari zaman Dinasti Sung dan Ming dari abad 
12-15 Masehi.
  Kepala Balai Kepurbakalaan dan Nilai Sejarah Tradisional Disbudpar Jabar, 
Drs. Prama Putra,M.M. mengatakan, temuan berupa arca, gerabah dan keramik awal 
Desember hingga pertengahan ini merupakan hasil ekskavasi tahap dua yang 
dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Seksi Musieum dan Benda 
Kepurbakalaan Kab. Sukabumi. Sementara temuan sebelumnya(tahap pertama) 
merupakan hasil ekskavasi Balai Arkeologi Bandung (Balar) yang dipimpin Drs. 
Lutfi,M.Hum., difasilitasi Balai Pengelolaan Kepurbakalaan, Sejarah dan Nilai 
Tradisional Disbudpar Jabar
  Hingga saat ini, temuan hasil ekskavasi menyebar di areal seluas 4 hektare di 
Kamp. Cengkuk. "Namun, berdasarkan perkiraan luas lebih dari 4 hektare," 
ujarnya.
  Situs cengkuk merupakan situs terbesar di Indonesia dan pertama kali 
ditemukan warga negara Belanda pada tahun 1883. Kemudian, dari tempat tidak 
jauh dari kawasan temuan pertama, tahun 1992, ditemukan sebuah patung. Temuan 
tersebut terus berlanjut pada Oktober 2005, yakni sebuah arca.
  Sampai saat ini benda-benda yang ditemukan di situs Tugu Gede, Cengkuk, 
berupa Patung Dewa Shiwa berukuran 30 cm gerbah, dolmen, menhir berukuran 4 
meter, yang diduga dijadikan tempat pemujaan. Candi perunggu berukuran mini, 
batu segi empat yang dijadikan tempat permanndian serta dakon, dan batu 
berlubang yang diperkirakan dijadikan penumbukan padi. Selain itu, ditemukan 
gambar lokasi peribadatan yang tertuang dalam batu besar.
  Benda-benda peninggalan megalitik tersebut diperkirakan berusia ratusan ribu 
tahun, sebelum prasejarah. Batu dolmen diperkirakan digunakan untuk tempat 
penguburan, sementara batu besar yang berisi 10 lubang diperkirakan digunakan 
untuk tempat penguburan, sementara  batu besar yang berisi 10 lubang 
diperkirakan dijadikan untuk menumbuk padi. (A-87)*** sumber Pikiran Rakyat 
tanggal 20 Desember 2005
   
  http://www.kabupatensukabumi.go.id/index.php?ar_id=275 

 
---------------------------------
8:00? 8:25? 8:40?  Find a flick in no time
 with theYahoo! Search movie showtime shortcut.

Kirim email ke