Prioritas Bupati Bandung Barat saurna ngupayakuen gunung tangkuban
perahu jadi logo Bandung Barat. Cobi aos (ti PR dinten ieu)

INI kisah tentang sebuah logo. Sebagian pihak beranggapan, mungkin ini
cuma persoalan kecil. "Tapi bagi saya tidak. Justru, saya bakal
memulai pekerjaan sebagai penjabat Bupati Bandung Barat dari hal-hal
seperti ini,"  ungkap Tjatja Kuswara di hadapan para camat dan jajaran
birokrasi kecamatan hingga desa se-Kab. Bandung Barat, Rabu (20/6).
LOGO Kab. Bandung yang mencantumkan Gunung Tangkubanparahu. Padahal,
gunung tersebut kini masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bandung Barat
(KBB).*HAZMIRULLAH/"PR"

Naha teu aya anu sanes kitu permasalahan teh? Naha eta nya tujuan
pemekaran-pemekaran teh, simbol-simbol wungkul, tapi teu jelas
mangfaatna ka rahayat???



Logo adalah sebuah identitas yang sarat dengan makna dan kini Kab.
Bandung Barat yang baru saja diresmikan belum memiliki logo. Dalam
pertemuan itu, dengan nada bercanda Tjatja berucap, "Ari
Tangkubanparahu ayana di mana?" Hadirin serentak menjawab, "Bandung
Barat".

Tjatja berkata, "Tapi, Tangkubanparahu aya dina logo Kab. Bandung.
Cik, saha nu rek ngelehan".

Kalau begitu, apakah gambar Gunung Tangkubanparahu pada logo Kab.
Bandung mesti dieliminasi? Tunggu dulu. Pasalnya, tak cuma Kab.
Bandung yang mencantumkan gunung tersebut di dalam logonya. "Coba
lihat logo Kota Bandung. Di tengah, kan ada Tangkubanparahu juga,"
ujar Triska Hendriawan, anggota Komisi A DPRD Kab. Bandung, yang
dihubungi melalui telefon selulernya, Rabu (20/6) petang.

Pencantuman gambar Gunung Tangkubanparahu pada kedua wilayah itu, kata
Triska, bukan dalam konteks klaim wilayah. "Ada faktor historis di
situ," ungkapnya.

Hal senada diungkapkan H. Denni Rukada Sahuri, Ketua Komisi A DPRD
Kab. Bandung. Selain historis, sebenarnya gambar gunung
(Tangkubanparahu) itu sebagai penegas bahwa wilayah Kab. Bandung di
lingkungi pegunungan. Sama halnya, mungkin, dengan Kota Bandung.
"Hanya, mungkin, Tangkubanparahulah yang mudah dikenal sehingga gambar
gunung pada logo dibuat seperti parahu nangkub," katanya, yang
dihubungi secara terpisah.

Kendati demikian, kata Denni, secara pribadi dirinya sudah
membicarakan soal ini kepada beberapa kawan. Kebetulan, pada tanggal
29 Juni mendatang, DPRD Kab. Bandung bakal menggelar rapat panmus.
"Mungkin, soal ini juga bakal dibicarakan. Yang jelas, secara lembaga,
belum ada pembicaraan serius mengenai wacana perubahan logo Kab.
Bandung," tuturnya.

Kalaupun kemudian logo Kab. Bandung diputuskan untuk diubah, perlu
terlebih dahulu dilakukan pengkajian secara mendalam. "Bisa saja
diubah, tapi hanya bentuk gunungnya supaya tidak menyerupai parahu
nangkub. Kita kan punya gunung Palasari, Gunung Manglayang, dan
sebagainya. Tapi, sebelumnya, kita perlu bicara dengan banyak pihak
terkait. Apalagi, kalau logo diubah, berarti harus mengubah isi
perda," ungkapnya.

Untuk mengubah isi sebuah perda, kata Triska, tentu tak semudah
membalik telapak tangan. Apalagi, ini berkait dengan uang miliaran
rupiah. "Biayanya terlalu besar. Tak sederhana (proses-red.) untuk
mengubah sebuah logo," ucap Triska.

**

TJATJA, sepertinya, memang tak serius ketika berbicara tentang ini.
Akan tetapi, bahwa Gunung Tangkubanparahu berada di wilayah
administratif Kab. Bandung Barat adalah benar adanya. Bahkan, bisa
dijadikan identitas.

"Soal logo, mangga urang rumuskeun sasarengan. Di Bandung Barat seueur
seniman anu penginten tiasa. Ini bewara. Pembuatan logo Kab. Bandung
Barat bakal disayembarakeun," kata Tjatja.

Triska juga mengatakan hal senada. Kendati demikian, penyelenggaraan
sayembara itu mesti menunggu DPRD Kab. Bandung Barat terbentuk.
"Soalnya, eksekutif dan legislatif perlu membicarakan soal kriteria
logo. Pemenang sayembara disepakati, lalu diparipurnakan oleh dewan.
Jika tanpa dewan, lantas legitimasinya dari mana? Menurut saya, jika
Bandung Barat memiliki visi maju ke depan, bisa saja membuat logo
futuristik, tidak konvensional. Supaya ada terobosan," ujarnya.
(Hazmirullah/"PR")***

-- 
_____________________________
Arief Anshory Yusuf
http://www.arief.equitablepolicy.org

Kirim email ke