Tanggapan kadua kuring intina sarua jeung anu ditulis ku neng Sapitri Wulandari 
(link email kang Kumi) di handap ieu:


sapitri wulandari on Jul 2nd, 2007 said:                         
--dihapus--. Tapi, adalah subyektifitas yang SANGAT NISTA, sdr LKH menempatkan 
PRABU PUTRI sebagai WANITA SUNDA yang meminta KEHORMATANNYA untuk DINODAI 
(bahkan HARUS diulang dalam dua paragraf), meskipun dengan tokoh fiktif. saya 
minta sdr LKH harus bisa menjelaskan hasil risetnya yang mendukung dasar 
penulisan tersebut. sdr LKH tidak boleh merusak KEPERKASAAN dan HARGA DIRI dari 
PRABU PUTRI dan rombongannya dengan kenistaan seperti itu. siapapun WANITA 
SUNDA pasti merasa TERLECEHKAN. adat sunda (dulu) selalu menerapkan anak wanita 
dalam pingitan yang harus dijaga. memang mungkin juga PRABU PUTRI sudah punya 
kekasih, tapi dengan logika yang paling sederhana sekalipun sangat tidak 
mungkin menginginkan kehormatannya dinodai, apalagi dalam plot sdr LKH, SEKAR 
KEDATON sudah diangkat sebagai PRABU PUTRI. saya dengan sangat pendapat sdr 
AVID, http://yulian.firdaus.or.id/2006/12/23/gajahmada-4/#comment-84685 dan 
menganggap komentar sdr LKH
 http://yulian.firdaus.or.id/2006/12/23/gajahmada-4/#comment-85351 tidak cukup 
menjelaskan subyektifitasnya.  
 -- dihapus --



              


Asep

       
---------------------------------
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's Comedy with an Edge to see what's on, 
when. 

Kirim email ke