Baraya, di ieu milis kungsi dipadungdengkeun perkara asal usul jelema.
Pikeun nambahan info aya artikel menarik, pakait jeung koreksi kana teori
Darwin. Sugan we aya gunana.

salam,
mh
==========

Silsilah Manusia Jadi Lebih Rumit

Nina Eikens

17-08-2007

*Teori evolusi bisa jadi tidak seperti apa yang selama ini diajarkan di
sekolah-sekolah. Para ilmuwan menemukan sisa-sisa fosil nenek moyang manusia
jaman sekarang di Kenya, Afrika. Tadinya dianggap bahwa Homo Habilis artinya
manusia yang menggunakan tangan, dilanjutkan oleh Homo Erectus artinya
manusia yang dapat berdiri. Namun dari fosil-fosil yang ditemukan, tampaknya
keduanya hidup pada waktu yang bersamaan.*

[image: evolutie-aap_450.jpg]

*Dipertanyakan*
Kesimpulan di atas tertera dalam majalah ilmu pengetahuan *Nature*. John de
Vos, seorang ahli paleontologi manusia yang bekerja untuk Naturalis, yaitu
Museum Biologi Nasional di Leiden, mempertanyakan penelitian tersebut.
Paleontologi adalah ilmu yang mempelajari sejarah kehidupan di bumi, jadi
flora dan fauna purba yang telah menjadi fosil.

Tujuh tahun lalu ditemukan dua fosil baru di Kenya. Fosil tersebut adalah
secuil rahang atas Homo Habilis dan tengkorak Homo Erectus. Rahang tersebut
berumur 1,4 juta tahun sementara Homo Habilis diperkirakan punah pada 1,7
hingga 2 juta tahun lampau.

Hingga sekarang dianggap bahwa Homo Habilis yang bertubuh kecil seperti
kera, berevolusi menjadi Homo Erectus yang besar. Homo Erectus ini kemudian
berevolusi menjadi manusia, yang disebut Homo Sapiens. Tapi penemuan fosil
tersebut memperlihatkan bahwa kedua spesies itu jelas pernah hidup bersama
selama setengah juta tahun, kira-kira sekitar satu setengah juta tahun lalu.
Jadi Homo Erectus tidak mungkin berasal dari Homo Habilis. Demikian
kesimpulan Meave dan Louise Leakey serta warga Belanda Fred Spoor pada
proyek riset internasional Koobi Fora di majalah ilmiah *Nature*.

*[image: schedels_350.jpg]Dua gagasan*
Tidak ada kesepakatan tentang evolusi manusia. Hasil penelitian ini adalah
juga penafsiran para penulis, demikian John de Vos mengingatkan. "Manusia
sebenarnya belum benar-benar sepakat tentang apa yang terajdi. Tapi secara
umum orang punya gambaran bahwa evolusi tidak terjadi dalam satu garis
lurus." Ada dua gagasan tentang evolusi manusia, demikian John de Vos:

John de Vos: "Gagasan pertama, adalah manusia atau Homo Sapiens, seperti
kita, muncul di Afrika. Mungkin dari Homo Erectus. Itu adalah satu-satunya
mahluk yang ada di kawasan tersebut. Homo Sapiens itu kemudian mengembara ke
seluruh dunia dan spesies yang lebih tua tersingkirkan."

Teori lain berpendapat, manusia tidak berasal dari Afrika, tapi muncul pada
berbagai tempat di bumi, pada waktu yang kurang lebih bersamaan. Sekali lagi
John de Vos:

John de Vos: "Teori lainnya adalah bahwa Homo Erectus tiba di dunia lama.
Dari Homo Erectus di seluruh dunia, muncul secara bertahap Homo Sapiens,
seperti kita ini. Inilah ide multiregional yang indah."

De Vos belum sepenuhnya yakin dengan penemuan para peneliti tersebut. "Jujur
saja, yang kita bicarakan ini hanya potongan rahang atas yang geliginya juga
sudah sangat rusak. Para penulis harus datang dengan pendapat yang kuat
untuk bisa mengatakan bahwa itu adalah potongan rahang Homo Habilis, namun
saya masih ragu."

*Dipertanyakan*
De Vos juga mempertanyakan tengkorak yang dinyatakan tengkorak Homo Erectus.

John de Vos: "Tengkorak mereka tergolong kecil, dengan isi sekitar 600
sentimeter persegi. Mereka malah mengatakan itu adalah ciri khusus Homo
Erectus. Saya jadi berpikir, jika hal tersebut dibalik, si habilis adalah
seorang erectus dan sebaliknya, kamu kembali lagi ke jalur yang sama."

Menurut John de Vos kedua spesies memang pernah saling bersimpangan jalan.
"Tapi pertanyaannya tentu saja apakah mereka saling mengenali satu sama lain
sebagai satu spesies yang sama."
Sumber:
Radio Nederland:
http://www.ranesi.nl/tema/pengetahuan/silsilah_manusia_rumit070817

Kirim email ke