He..he..siakang mah...
Barusan komentar tentang larangan ngaroko

Eh malah menawarkan rokok he..he..
Kumaha damang juragan......

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of ndoell
Sent: Wednesday, August 29, 2007 10:31 AM
To: [email protected]
Subject: [Urang Sunda] Re: Fw: [forum-pajak] OoT : Kecanduan Rokok ?


Enya...
barina oge hararese pisan dititah eureun ngaroko teh..
cik atuh malikir euy. Apan ngaroko teh ngarusak kasehatan. Sakitu dina
bungkus roko-na ngajeblag, aya tulisan keur pepeling keur nu sok arudud.
Cik atuh regepkeun...

Kang..
aya Samsu opat batang keneh yeuh..
rek udud moal ? bari ngopi ngeunah geura..
heu heu

-dul-


--- In [email protected], "Kebo Hideung" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Punten teu disundakeun....
> Hayang eureun deui ngaroko  Hese  ...
> 
> Duh...angger we ngebul
> 
> kebo
> Aneh kebo oge udud
> 
> ----- Original Message -----
> From: Taman Bintang 
> Subject: [forum-pajak] OoT : Kecanduan Rokok ?
> 
> 
> Budaya merokok sudah dikenal berabad lalu, bahkan suku Indian kuno
sudah menjadikan budaya merokok sebagai bagian dari upacara adat 
mereka.
> 
> Dari sisi psikis merokok bisa jadi merupakan perpanjangan
kebiasaan bayi saat gelisah dan akan segera mencari "puting" ibunya 
yang dapat segera memberikan rasa nyaman. Didaerah bibir terdapat 
indra peraba (reseptor) korpuskulus yang sangat peka dan dapat 
meneruskan impuls "nikmat" ke otak.
> 
> Seseorang yang merasa cemas akibat tidak mampu mengendalikan
dirinya akan secara otomatis mencari zona nyamannya (lari dari 
masalah ?) yang bisa didapat dari kebiasaan makan, tidur, menunda 
pekerjaan, malas, obsesif kompulsif dan salah satunya dari kebiasaan 
merokok.
> 
> Perokok tentu tahu tentang daftar panjang bahaya merokok seperti :
tulang rapuh, kulit cepat kriput, gangguan pencernaan, kanker pita 
suara, resiko keguguran, leukimia, lahir prematur, kanker rahim, 
menstruasi terganggu, mata rusak, merusak gigi, kanker rahim, 
jantung, bayi cacat, kanker lidah, impoten, kanker tenggorokan, 
kanker paru, dsb. 
> 
> Namun... mengapa belum punya keinginan berhenti, atau jika sudah
ingin berhenti, mengapa tetap sulit ? 
> 
> Karena bahaya tersebut masih berupa "ancaman" dan belum
menimbulkan "kerugian" ataupun kesakitan yang nyata.
> 
> Sementara "nikmatnya" rokok sudah "terasa" dan memberikan
rasa "nyaman" walaupun "palsu".
> 
> Belum lagi perokok secara tidak sadar dibombardir terus menerus
dengan pencitraan "seolah olah positif" seperti merokok itu "jantan" 
(apa hubungannya antara rokok dengan kuda atau pemburu ?), merokok 
itu "pemberani" (apa hubungannya antara rokok dengan terjun 
payung ?), merokok itu "pahlawan" (apa hubungannya antara rokok 
dengan perayaan 17 Agustus ?), merokok itu "kreatif" (apa 
hubungannya antara rokok dengan iklan yang kagak nyambung ?)
> 
> Demikian pula karena alasan sponsorship, adanya pencitraan merokok
itu "berselera seni" (dihubungkan dengan pentas musik) dan yang 
lebih tidak waras lagi adanya pencitraan merokok itu "sehat" 
(dihubungkan dengan pertandingan tinju, sepak bola, bulu tangkis, 
voli dsb.) 
> 
> Itu sebabnya nasihat berhenti merokok terbaik tidak "bekerja"
karena mereka memang sedang tidak "sadar" atau jika sadar mereka 
tidak tahu "cara" untuk memberhentikannya.
> 
> Taman Bintang
> http://klinikservo.wordpress.com/
> 





Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links



Kirim email ke