Dilecehkeun ku Malaysia,
Diobok-obok urang Amerika.
ngajedog we si haram jadol teh dina korsi kapamarentahan.
da ngeunah tumaninah, sare bari dipepende artis dangdut.


On 9/10/07, Waluya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Warta tina Gatra, aya 4 urang Amerika (saurang diantarana Marinir)
> dibantuan
> preman kampung, nyerebu pabrik garmen di balaraja.
>
> Globalisasi Preman kitu?
>
> Serangan Marinir Amerika di Balaraja
>
> http://www.gatra.com/artikel.php?id=107572
>
> Dengan kawalan sedikitnya 75 "anak buah", mungkin Sersan Marinir Josh
> Straub
> merasa dirinya sedang memimpin tiga peleton prajurit alias satu kompi.
> Dus,
> dia seperti berpangkat kapten. Boleh jadi, ia juga membayangkan dirinya
> tengah berada di Baghdad, Kabul, atau Mogadishu (Somalia) dalam rangka
> operasi perebutan sebuah pos strategis.
>
> Karena yakin unggul dalam hal kekuatan personel, bintara dari korps
> Marinir
> Amerika Serikat itu tidak perlu merancang operasi yang senyap. Yang
> penting
> ada unsur pendadakan, untuk membuat lawan tidak sempat melakukan
> perlawanan
> atau memanggil bala bantuan. Maka, ketika sasaran sudah di depan mata,
> yakni
> pabrik garmen PT Natural Selaras II di Kawasan Olex Industrial Plant,
> Balaraja, Tangerang, serangan terbuka dilakukan Senin dini hari pekan
> lalu.
>
> Sambil berteriak-teriak, massa sebanyak tiga peleton itu --semuanya orang
> kita-- segera menyerbu ke dalam pabrik pembuat baju renang itu, setelah
> gembok pintu gerbang putus digunting. Sersan Josh Straub dan ketiga teman
> kulit putihnya, Scott Saura, Michael J. Keenely, dan Bouzan Timothy,
> memberi
> komando, meski tak jelas dipahami atau tidak oleh para "milisi" itu.
>
> Yang pasti, "kompi" Josh Straub itu dengan cepat menguasai lingkungan
> pabrik. Sembilan buruh yang menjaga pabrik awalnya mencoba menghadang.
> Namun, karena sadar kekuatan tak seimbang, mereka lari tunggang langgang.
> Nahas, seorang di antara mereka, Emen, tak cepat bergerak. Ia babak belur
> menjadi bulan-bulanan pasukan Josh Straub. Mereka kemudian memasuki
> ruangan
> pabrik setelah menjebol pintu-pintu dengan linggis.
>
> Rupanya operasi itu bertujuan membongkar dan mengangkut paksa aset pabrik,
> berupa puluhan mesin jahit serta baju-baju renang yang sudah dipak dan
> siap
> diekspor. Aksi mereka terhenti ketika polisi datang. Ternyata buruh yang
> kabur melaporkan penyerangan itu. Para penyerang, termasuk Josh Straub,
> tidak berkutik. Pada saat itu pula, "kompi" Straub digelandang ramai-ramai
>
> ke Polres Tangerang.
>
> Keempat orang kulit putih itu, semuanya warga negara Amerika, ditahan di
> Lembaga Pemasyarakatan Pemuda, Tangerang. "Dalam pekan ini, berkasnya kami
> limpahkan ke kejaksaan," kata Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ade Ary Syam
> Indradi, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tangerang. Straub dan
> ketiga rekannya telah pula dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus
> penganiayaan, perusakan, dan perbuatan tidak menyenangkan. "Ancamannya
> sampai lima tahun penjara," kata Ade Ary pula.
>
> Di antara empat orang kulit putih itu, Scott Saura telah dikenal oleh para
> pekerja PT Natural Selaras. "Kami kenalnya Scott karena dia sering berada
> di
> perusahaan ini," kata Eko Budiarto, Ketua Serikat Buruh PT Natural.
> Menurut
> Eko, Scott adalah kepanjangan tangan Manhattan Beachwear, perusahaan
> pakaian
> renang di Los Angeles, Amerika. Manhattan adalah mitra Natural Selaras.
> "Scott diserahi tugas mengambil paksa aset pabrik," kata Eko pula.
> Kekacauan
> itu adalah babak lanjutan tutupnya pabrik garmen itu sejak Mei, setelah
> sebelumnya usahanya dibelit sejumlah masalah.
>
> Salah satu kasus yang menimpa Natural adalah ketika petugas Bea dan Cukai
> Bandara Soekarno-Hatta menggagalkan penyelundupan 11 kontainer berisi
> bahan
> baku tekstil, Mei silam. Setelah diusut, ternyata tekstil senilai Rp 7
> milyar itu akan diselundupkan ke pabrik produsen bahan pelapis pakaian.
> Bahan baku itu dikeluarkan atas ama PT Natural.
>
> Akibat kasus itu, sejak Mei, Natural berhenti berproduksi. Tentu ini
> membuat
> Manhattan, mitranya, kelabakan. Manhattan berusaha mengambil kembali mesin
>
> jahitnya dan beberapa pakaian renang yang sudah jadi. "Untuk menyelamatkan
>
> aset agar tidak disita, mereka menyuruh beberapa warga Amerika
> mengambilnya
> langsung ke pabrik," kata sumber Gatra di Mapolres Tangerang.
>
> Scott mendapat tugas itu. Untuk memuluskan pengambilalihan aset, ia
> mengajak
> tiga rekannya. Merasa kurang kuat, mereka juga mengupah sejumlah pemuda,
> sebagian di antaranya dikenal sebagai preman kampung, untuk melancarkan
> aksi
> jarah itu. "Scott pernah mengerahkan penyerbuan di pabrik lain milik PT
> Natural Selaras," Eko menjelaskan. Para penyerbu itu dibayar Rp 25.000 per
>
> orang per operasi.
>
> Rupanya, bagi Scott, pengambilan paksa aset pabrik adalah target yang
> harus
> dicapai. Maka, terjadilah serangan di pagi buta itu. Massa upahan
> merangsek
> masuk dengan memotong gembok pagar, memecahkan jendela, merusak peralatan
> pabrik, dan menjarah isinya. "Seperti kerusuhan saja. Kami kewalahan.
> Mereka
> mengancam membakar pabrik," kata Emen, korban penganiayaan.
>
> Setelah puas merusak peralatan pabrik, mereka juga menjarah 66 mesin jahit
>
> dan beberapa pakaian renang yang tersimpan di dalam dus. "Katanya, itu
> milik
> perusahaan warga Amerika itu. Jadi, kami disuruh ambil bawa ke luar
> pabrik,"
> kata seorang warga yang ikut menyerbu ketika diperiksa polisi.
>
> Aksi massa dapat dikuasai polisi setelah Suraji, seorang penjaga yang
> kabur,
> melapor ke Polres. Massa ditangkapi satu per satu, digiring ke Mapolres.
> Polres Tangerang juga menetapkan warga penyerang sebagai tersangka. Satu
> per
> satu mereka ditanyai secara maraton ihwal keterlibatannya.
>
> Ketika giliran Josh Straub diperiksa, pengakuannya menyentak pihak
> kepolisian. Straub mengaku bahwa dirinya anggota kesatuan Marinir Amerika
> berpangkat sersan. Kepada polisi, Straub mengaku diajak Scott ikut
> menyerang
> pabrik. "Pengakuan Josh Straub dari kesatuan Angkatan Laut Amerika
> Serikat,"
> kata AKP Ade Ary.
>
> Mendapat tangkapan mengejutkan, polisi menghubungi Kedutaan Besar
> (Kedubes)
> Amerika. Juru bicara Kedubes Amerika, Susan Stahl, mengakui bahwa keempat
> orang itu warga Amerika. Josh Straub adalah pekerja temporer di kedutaan.
> Dia datang ke Jakarta sejak Juni lalu. Anggota Marinir itu bekerja sebagai
>
> petugas keamanan Kedubes Amerika di Jakarta.
>
> Tidak hanya mengamankan kedutaan, rupanya Straub juga menerima order lain.
>
> Dia mendapat pesanan dari Scott untuk membantu menyita barang yang
> dikuasai
> Natural. Belum diketahui motif lain dalam penyerbuan itu.
>
> Guna memperjelas kasus penjarahan itu, polisi akan memanggil Elizabeth
> Nurwahyuni, pemilik perusahaan, untuk diperiksa. "Kami masih mencari
> pemilik
> perusahaan agar mau menjelaskan masalahnya," kata Ade Ary. Namun, terlepas
>
> dari kasus sengketa bisnis, polisi tetap mengusut perkara penyerangan itu.
>
> Apalagi, satu warga negara Indonesia jadi korban penganiayaan. Dan
> penyerangan ini bukan yang pertama.
>
> Sebelumnya, pada Juli lalu, 600 orang menyatroni pabrik Natural. Tapi
> penyerangan ini dapat digagalkan kepolisian setempat. Beberapa hari
> kemudian, tepatnya 31 Juli silam, PT Natural Selaras I yang lokasi
> pabriknya
> di Kawasan Industri Cikupa, Tangerang, dibakar tujuh orang tak dikenal,
> sekitar pukul 03.00.
>
> Tidak jelas siapa penyulut si jago merah itu. Mereka memakai penutup
> kepala
> ala ninja. "Mereka masuk dengan melompat pintu," kata Kholid, koordinator
> keamanan Natural. Sebelum membakar, mereka menyandera sembilan karyawan
> dengan todongan senjata api. "Kami hanya pasrah ketika itu," tutur Kholid,
>
> yang juga jadi korban penodongan itu.
>
> Kebakaran itu menghanguskan pabrik. Kerugiannya mencapai Rp 25 milyar.
> Selain membakar pabrik, kawanan "ninja" begundal itu juga menggondol
> dompet
> dan telepon genggam milik karyawan. Kasus ini sempat ditangani Polres
> Tangerang. "Kami masih menyelidiki lebih dalam apakah kasus pembakaran
> sebelumnya terkait dengan kejadian penyerangan," kata Ade Ary.
> Jangan-jangan, Josh Straub sempat jadi ninja pula.
>
> Rohmat Haryadi dan Anthony
>
> [Nasional, Gatra Nomor 43 Beredar Kamis 6 September 2007]
>
>  
>

Kirim email ke