Informasi siga kieu mah saena ditangkodkeun (attach
files).

baktos,

mrachmatrawyani

--- "Marwan Faizal A. Bachtiar"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   
> 
> Mudik Lebaran dengan Aman & Nyaman
> 
> 
>  
> 
> TIDAK terasa Iedul Fithri, atau populer dengan
> sebutan Lebaran, tinggal
> 2 minggu lagi. Warga Ibu Kota sudah bersiap-siap
> untuk merayakan Lebaran
> di kampung halaman. Sudah menjadi tradisi pada
> setiap Lebaran sebagian
> besar warga Ibu Kota beramai-ramai meninggalkan
> Jakarta untuk merayakan
> Lebaran bersama-sama dengan sanak saudara di kampung
> halaman.
> 
>  
> 
> Kali ini, perhatian lebih dipusatkan kepada orang -
> orang yang melakukan
> perjalanan mudik dengan menggunakan mobil pribadi. 
> 
> Pertanyaan mendasar yang selalu menyertai perjalanan
> mudik dengan mobil
> pribadi adalah bagaimana agar perjalanan itu bisa
> berlangsung nyaman dan
> aman? Hingga seluruh keluarga dapat merayakan
> Lebaran di kampung halaman
> dan kembali lagi ke tempat tinggal dengan selamat.
> 
>  
> 
> Dalam keadaan sehari-hari, betapa sering kita
> membaca, mendengar, atau
> menyaksikan perjalanan ke luar kota yang seharusnya
> membawa kegembiraan,
> akhirnya menjadi menjengkelkan karena mobil
> mengalami kerusakan di
> tengah perjalanan. Bahkan, tidak jarang perjalanan
> yang seharusnya
> membawa kegembiraan tersebut berubah menjadi
> malapetaka. 
> 
> Kecelakaan terjadi, korban luka berjatuhan, dan
> tidak jarang nyawa
> melayang.
> 
>  
> 
> Untuk menjaga agar mobil tidak mengalami kerusakan
> di tengah perjalanan,
> maka mobil yang akan digunakan untuk melakukan
> perjalanan mudik tersebut
> dibawa ke bengkel untuk diperiksa dan disetel
> (Engine Tune up) hingga
> memenuhi persyaratan untuk melakukan perjalanan
> jauh. 
> 
> Karena mobil yang mengalami kerusakan di tengah
> perjalanan selain
> merusak suasana mudik, juga akan menimbulkan
> kemacetan lalu lintas.
> 
>  
> 
> Pemeriksaan di bengkel sebaiknya antara lain
> mencakup setelan (setting)
> mesin, kondisi oli, accu, sistem kerja rem, sistem
> kerja pendinginan
> mesin, kaki - kaki, serta kondisi dan tekanan ban.
> 
>  
> 
> Akan lebih baik apabila ban di - balancing sehingga
> mobil tetap nyaman
> dikendarai dalam kecepatan di atas 80 kilometer.
> Seandainya Anda
> mempunyai waktu dan dana yang cukup, tidak ada
> salahnya jika roda di -
> spooring sehingga mobil tidak "lari" ke kiri atau ke
> kanan.
> 
>  
> 
> Jika mobil sudah memenuhi persyaratan untuk
> melakukan perjalanan jauh,
> maka keamanan dalam perjalanan sepenuhnya berada di
> tangan pengemudi.
> Pengemudi menjadi faktor utama yang menentukan suatu
> kecelakaan itu
> dapat dihindari atau tidak. Apabila pengemudi
> mengendarai mobilnya
> secara aman, serta dapat bereaksi secara benar pada
> saat yang tepat,
> maka secara teoritis suatu kecelakaan tidak akan
> terjadi, atau dapat
> dihindari.
> 
>  
> 
> Yang dimaksudkan dengan mengendarai mobil secara
> aman adalah pengemudi
> mematuhi rambu - rambu lalu lintas, seperti antara
> lain mengemudikan
> mobil di lajur yang benar, tidak melanggar batas
> kecepatan maksimum yang
> diizinkan, mematuhi tanda dilarang menyusul, tidak
> mendahului dari bahu
> jalan berhenti, melihat ke kiri dan ke kanan saat
> akan melintas rel
> kereta api, serta menjaga jarak yang aman dengan
> kendaraan yang berada
> di depannya. 
> 
> Diperlukan suatu disiplin yang tinggi untuk mematuhi
> semua itu.
> 
>  
> 
> Saat mengemudi di jalan tol, pada kecepatan 60
> kilometer per jam, jarak
> aman dengan kendaraan yang berada di depannya
> sekitar 60 meter atau
> lebih. Pada kecepatan 80 kilometer per jam, 80 meter
> atau lebih, dan
> kecepatan 100 kilometer per jam, 100 meter atau
> lebih. Dalam keadaan
> hujan, atau permukaan jalan basah, jarak aman itu
> dikalikan dua.
> 
>  
> 
> Sedangkan bereaksi pada saat yang tepat hanya bisa
> dilakukan kalau
> pengemudi tetap berkonsentrasi penuh (fokus dan
> waspada) selama
> mengemudi, terutama saat menjalankan mobil dengan
> kecepatan tinggi, di
> atas 80 kilometer per jam. Untuk menjaga agar
> senantiasa fokus dan
> waspada, pengemudi harus menjaga agar emosi atau
> kemarahannya tidak
> sampai terpicu oleh perilaku pengemudi kendaraan
> lain yang ugal-ugalan.
> 
>  
> 
> Jika ada mobil yang memaksa masuk ke lajur di mana
> Anda tengah
> berkendara (biasanya kendaraan umum), kurangilah
> kecepatan dan
> berikanlah mobil tersebut kesempatan untuk masuk.
> Biasanya dalam waktu
> tidak terlalu lama, mobil itu akan keluar kembali
> dan 
> 
> mendahului mobil-mobil yang berada di depannya.
> 
>  
> 
> Jika Anda tidak memberinya kesempatan untuk masuk
> dan tetap
> mempertahankan kecepatan mobil Anda, bukan tidak
> mungkin mobil Anda akan
> bertabrakan dengan mobil tersebut. Sebab bisa saja,
> mobil itu memaksa
> masuk karena tidak mempunyai pilihan lain. Mobil itu
> berupaya
> menghindari bus, truk, atau mobil yang datang dari
> arah yang berlawanan.
> 
>  
> 
> Bahkan, jika mobil itu tidak berhasil masuk dan
> bertabrakan dengan
> kendaraan yang datang dari arah yang berlawanan,
> bukan tidak mungkin
> Anda juga tidak selamat karena mobil terlempar dan
> menghantam mobil
> Anda.
> 
>  
> 
> Seandainya perjalanan dilakukan pada H minus 3, atau
> sebelum Lebaran,
> dan pengemudi berpuasa, maka sebaiknya kecepatan
> kendaraan dijaga agar
> tidak melampaui 100 kilometer per jam untuk waktu
> yang lama. Saat
> berpuasa kelelahan cepat muncul, konsentrasi pun
> tidak dapat bertahan
> lama, sehingga pengemudi tidak dapat bereaksi secara
> benar dalam keadaan
> darurat.
> 
>  
> 
> Pada saat mobil melaju dengan kecepatan 80 kilometer
> per jam, jika
> 
=== message truncated ===



      
____________________________________________________________________________________
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!   
http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 

Kirim email ke