huahuahua....boro2 di perhatoskeun di awalna, manawi teh enya weh kanggo pi eunteungeun....ari pek teh bahan nyakakak....nuhun kang...... Nata
On 11/2/07, Naufal Fajar Gumati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bahagiakah pasangan yang menikah hanya karena cinta? > > Barangkali kisah ini bisa menjadi renungan bagi kita, utamanya yang ingin > berumah tangga: > > Alkisah, seorang pemuda miskin bernama Yogi Prasetyo, berasal dari > Purwokerto, Jawa Tengah. Keluarganya hanyalah keluarga sederhana, kalau > tidak bisa disebut miskin. Ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit > di desanya. > Karena kegigihannya, Yogi berhasil kuliah di FE UGM walaupun dengan biaya > seadanya. Semasa semester 4 di kampus, Yogi jatuh hati pada seorang gadis > bernama Ayu Wulaningrum, juga sama-sama kuliah di faculty yang sama. > Ayu adalah putri seorang bupati ternama di daerah Yogyakarta & juga masih > keturunan keraton. Walaupun secara economy mereka jauh berbeda, namun tidak > menghalangi keduanya untuk saling > mencintai. > > Ayah Ayu yang mengetahui putrinya begitu mencintai pemuda dari keturunan > biasa, tak mampu mencegah gelora cinta putrinya. Maka begitu keduanya telah > lulus, pernikahan keduanyapun diselenggarakan dengan megah. > Pesta besar-besaran digelar untuk mengiringi pernikahan putrinya. Ayah > Yogi yang tak punya banyak harta, hanya bisa memberikan bantuan sumbangan > pakaian, sprei, sarung bantal, yang semuanya ia buat & ia jahit sendiri > khusus untuk pernikahan putranya. > Bahagiakah Ayu bersanding dengan Yogi ? Ternyata kebahagiaan mereka tidak > berlangsung lama. > Tibalah saatnya malam pengantin tiba. Mereka berduapun memasuki peraduan > dengan bahagia. Namun, ketika Yogi membuka pakaiannya & tinggal memakai > celana kolor, berteriaklah Ayu dengan keras, sebelum akhirnya pingsan tak > sadarkan diri. Semua penghuni > rumah dari kerabat & keluarga > Ayu pun berdatangan melihat kejadian itu. > > Yogi masih dalam kebingungan & mencari tahu kenapa istrinya hysterical & > pingsan. Dilihatnya celana kolor yang ia pakai. > Aduh, Yogi lupa kalau celana kolor itu jahitan ayahnya, dibuat dari kain > bekas wadah tepung terigu. > > Di tengah celana kolor itu masih terpampang jelas tulisan, "BERAT BERSIH > 25 KG". > Tentu saja Ayu langsung pingsan melihatnya. Ayu tidak bisa membayangkan > seberapa besar isinya dengan berat segitu. > > Bussyeeet serius bener bacanya... :P > > > >

