Loba tueing dahar nu teu di pika ridlo
----- Pesan Asli ---- Dari: irpan rispandi <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 9 November, 2007 2:48:48 Topik: [Urang Sunda] Pulisi -- gunung es Lolobana pulisi beuteungna bucitreuk, daharna naon nya? _________________________________________________ ***punten teu disundakeun Rebutan Duit '86', Kapolsekta Pekanbaru Dicopot Chaidir Anwar Tanjung - detikcom Pekanbaru - Gara-gara berebut duit hasil pemerasan, Kapolsek Kota Pekanbaru dan Kanitnya kini dicopot dari jabatannya. Keduanya masih menjalani pemeriksaan di Provost Poltabes Pekaanbaru. Beginilah jadinya kalau pucuk pimpinan ingin makan sendiri hasil uang haram. Kapolsekta Pekanbaru, AKP Napsiah Utami kini harus menerima kenyataan dicopot dari jabatannya. Tak cuma dia, kanit Reskrim Iptu Yan Fajar juga turut serta dipaksa melepaskan jabatannya sebagai orang nomor dua di Polsekta. "Kapolsek dan Kanitnya sudah kita copot. Sekarang sudah kita tempatkan pejabat sementara di Polsekta," terang Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Syafril Nursal saat dihubungi detikcom, Kamis (8/11/2007) di Pekanbaru.. Urusan copot mencopot jabatan ini, sebenarnya berawal dari ulah keduanya. Selaku pucuk pimpinan Utami serakah ingin makan sendiri uang hasil memeras seorang tersangka. Merasa tidak mendapat jatah hasil '86' sang Kanit pun memotong jatah pimpinan. Maka terjadilah keributan antara keduanya Uang hasil memeras ini didapat dari Rusdi, tersangka kasus penipuan di Bank Mandiri. Dalam urusan meras-memeras tersangka ini, Kanit memang mendapat perintah langsung dari Utami selaku pucuk pimpinan di Polsek Kota. Lantas Kanit Fajar pun, melaksanakan tugasnya untuk memeras tersangka. Hasil memerasnya lumayan besar, Rp 30 juta. Kompensasinya, tersangka Rudi kasus penipuan dibebaskan. Rudi pun menghirup udara bebas setelah memberikan upeti tadi. Tapi rupanya, secara diam-diam Kapolsek Utami, menelepon tersangka yang sudah bebas. Utami mempertanyakan berapa sebenarnya uang yang diberikan ke Kanitnya. Rudi menjawab kalau dia memberikan uang Rp 30 juta. Mendengar hal itu, Utami merasa dibohongi, sebab hanya menerima dari anak buahnya Rp 25 juta. Rupanya sang Kanit berinisiatif memotong uang haram itu Rp 5 juta karena merasa tidak mendapat bagian. Maka, kedua pucuk pimpinan ini pun berantem. Namun keributan keduanya terdengar anggota lainnya. Apa lagi suasana di Polsekta Pekanbaru itu pun sudah tidak mesra lagi.. Anak buah selalu menjadi sasaran amuk sang pimpinan. Dari sanalah, anggota Polsekta lainnya melaporkan rebutan uang hasil pemerasan ini ke pucuk pimpinan mereka di Poltabes Pekanbaru. Demi menjaga marwah Polri, kini keduanya pun dicopot dari jabatannya. http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php ________________________________________________________ Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

