Lolobana pulisi beuteungna bucitreuk, daharna naon nya?

_________________________________________________
***punten teu disundakeun


Rebutan Duit '86', Kapolsekta Pekanbaru Dicopot
Chaidir Anwar Tanjung - detikcom

Pekanbaru - Gara-gara berebut duit hasil pemerasan, Kapolsek Kota Pekanbaru
dan Kanitnya kini dicopot dari jabatannya. Keduanya masih menjalani
pemeriksaan di Provost Poltabes Pekaanbaru.

Beginilah jadinya kalau pucuk pimpinan ingin makan sendiri hasil uang haram.
Kapolsekta Pekanbaru, AKP Napsiah Utami kini harus menerima kenyataan
dicopot dari jabatannya. Tak cuma dia, kanit Reskrim Iptu Yan Fajar juga
turut serta dipaksa melepaskan jabatannya sebagai orang nomor dua di
Polsekta.

"Kapolsek dan Kanitnya sudah kita copot. Sekarang sudah kita tempatkan
pejabat sementara di Polsekta," terang Kapoltabes Pekanbaru, Kombes Syafril
Nursal saat dihubungi detikcom, Kamis (8/11/2007) di Pekanbaru.

Urusan copot mencopot jabatan ini, sebenarnya berawal dari ulah keduanya.
Selaku pucuk pimpinan Utami serakah ingin makan sendiri uang hasil memeras
seorang tersangka. Merasa tidak mendapat jatah hasil '86' sang Kanit pun
memotong jatah pimpinan. Maka terjadilah keributan antara keduanya

Uang hasil memeras ini didapat dari Rusdi, tersangka kasus penipuan di Bank
Mandiri. Dalam urusan meras-memeras tersangka ini, Kanit memang mendapat
perintah langsung dari Utami selaku pucuk pimpinan di Polsek Kota.

Lantas Kanit Fajar pun, melaksanakan tugasnya untuk memeras tersangka. Hasil
memerasnya lumayan besar, Rp 30 juta. Kompensasinya, tersangka Rudi kasus
penipuan dibebaskan. Rudi pun menghirup udara bebas setelah memberikan upeti
tadi.

Tapi rupanya, secara diam-diam Kapolsek Utami, menelepon tersangka yang
sudah bebas. Utami mempertanyakan berapa sebenarnya uang yang diberikan ke
Kanitnya. Rudi menjawab kalau dia memberikan uang Rp 30 juta.

Mendengar hal itu, Utami merasa dibohongi, sebab hanya menerima dari anak
buahnya Rp 25 juta. Rupanya sang Kanit berinisiatif memotong uang haram itu
Rp 5 juta karena merasa tidak mendapat bagian. Maka, kedua pucuk pimpinan
ini pun berantem.

Namun keributan keduanya terdengar anggota lainnya. Apa lagi suasana di
Polsekta Pekanbaru itu pun sudah tidak mesra lagi. Anak buah selalu menjadi
sasaran amuk sang pimpinan. Dari sanalah, anggota Polsekta lainnya
melaporkan rebutan uang hasil pemerasan ini ke pucuk pimpinan mereka di
Poltabes Pekanbaru. Demi menjaga marwah Polri, kini keduanya pun dicopot
dari jabatannya.


http://www.detik.com/indexberita/indexfr.php

Kirim email ke