Haturan teh atanapi Kang Bohay, simkuring sapagodos pisan lah sareng salira, 
tos waktosna pikeun urang Sunda sadayana ngalakonan samodel kampanye budaya 
Sunda utamana basa Sunda. 
upami teu lepat ngadangu kapungkur dina wayang Asep Sunandar, si Cepot kantos 
nyarios yen kajayaan hiji bangsa gumantung kana budayana, budaya hiji bangsa 
gumantung kana basa anu dipakena, kukituna mun urang Sunda hayang aya dina 
kajayaan geus waktuna pikeun mulang keun Bahasa Sunda kana kahirupan urang 
sapopoe.

ngomon-ngomon, sticker tea kumaha tah teknisna, abdi ngadukung pisan 1000%...
hayu atuh.... 

----- Original Message ----
From: "Reka "Bohay"" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, November 24, 2007 9:46:35 AM
Subject: Re: [Urang Sunda] Berbahasa Sunda









  


    
            hayang ngadamel stiker, atawa naon wae "alat" propaganda nu 
ngomongkeun "tong sieun make basa sunda" atawa "tong gengsi make basa sunda".
cik aya nu gaduh ide desainna? 

-Bohay-



Pada tanggal 24/11/07, Tata Noers <[EMAIL PROTECTED] co.id> menulis:













  


    
            ditempelkeun

Tina Gala  Media, Jumaah 22 Nopember 2007



Pendatang Senang Berbahasa Sunda

 



MARTADINATA, (GM).-

Masyarakat Sunda dinilai sangat rendah perhatiannya

terhadap perkembangan bahasa Sunda. Masyarakat Sunda

enggan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa

komunikasi di lingkungan masyarakat.



"Mereka kalah oleh masyarakat pendatang yang lebih

senang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa

komunikasi," ungkap Kasi Pengembangan Budaya Daerah

Subdis Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata

Jabar, Nunung Ruliah yang ditemui di ruang kerjanya,

Jln. L.L.R.E. Martadinata Bandung, Kamis, (22/11).



Sekalipun, lanjutnya, para pendatang tersebut dalam

menggunakan bahasa Sunda terdengar kasar atau tidak

sesuai dengan undak usuk basa Sunda. "Namun, hal itu

lebih baik daripada masyarakat Sunda, terutama

generasi mudanya yang enggan menggunakan bahasa Sunda

dalam kehidupan sehari-hari," tambahnya.



Menurut Nunung, masyarakat pendatang, terutama

mahasiswa, mau belajar bahasa Sunda sebagai bahasa

komunikasi untuk menyesuaikan diri selama hidup di

Tatar Sunda. Sekalipun ada dari mereka yang masih

menggunakan bahasa asal mereka untuk berkomunikasi

dengan teman dari daerahnya.



"Tetapi mereka berusaha bisa hidup berdampingan dengan

masyarakat Sunda, salah satunya dengan mempelajari

bahasa Sunda sebagai bahasa komunikasi," paparnya.



Nunung menyebutkan, penyebab masyarakat Sunda enggan

menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa komunikasi

karena gengsi. Mereka, katanya, lebih baik menggunakan

bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi.



"Sekalipun yang diajak ngobrol masih masyarakat Sunda,

bukan dari suku lain," tambahnya. Hal inilah yang

menjadi kekhawatiran Nunung, masyarakat Sunda akan

meninggalkan bahasa ibunya (Sunda) dan beralih ke

bahasa Indonesia (bahasa lain). Namun di balik itu,

Nunung pun merasa bangga, ternyata bahasa Sunda masih

dipelajari oleh masyarakat pendatang, terutama

mahasiswa yang kuliah di wilayah Jabar.



"Disisi lain saya merasa khawatir bahasa Sunda akan

ditinggalkan masyarakat Sunda, di sisi lain ada rasa

bangga karena bahasa Sunda dipelajari dan menjadi

bahasa komunikasi oleh kalangan mahasiswa yang berasal

dari luar masyarakat Sunda," paparnya.



Namun di balik itu, Nunung pun merasa bangga karena

banyak generasi muda (pelajar dan mahasiswa) asal

Jabar masih mau mempelajari dan menggunakan bahasa

Sunda. Menurut penilitian Unpad, saat ini tidak kurang

dari 30 juta masyarakat Jabar menggunakan bahasa

Sunda. Selain itu, banyak juga mahasiswa dan pelajar

di Jabar yang mengikuti lomba debat bahasa Sunda di

Kabupaten Cianjur, awal pekan lalu.



"Sebanyak 16 tim dari sembilan kabupaten kota petutur

bahasa Sunda mengikuti lomba debat tersebut. Setiap

tim beranggotakan tiga orang," katanya. (B.81)**



____________ _________ _________ _________ _________ ________ 

Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 

http://id.yahoo. com/



    
  

    
    






















    
  

    
    




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->







Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke