Ah asana mah mun caliweura mah nekat, ke digeder ku KPK, BPK, LSM jrrd. Nu 
diperyogikeun transparansi panginten daripada nerka-nerka da ieu mah lain buah 
manggu. Mangga ah wargi kusnet nu di depbudpar ngajelaskeun, minimal wargi di 
babakan teu kaseglong tisoledat ngagosip teu pararuguh.
 
Makarya Mawa Raharja



----- Original Message ----
From: aeko.nugraha <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, December 16, 2007 8:47:43 PM
Subject: Re: [Urang Sunda] situs Departemen Kebudayaan dan Pariwisata 
mengeluarkan biaya Rp 17, 5 miliar

Lieurnya kang........ .

On Dec 17, 2007 11:50 AM, aldo desatura
<biodatapersonalia@ ramayana. co.id> wrote:

>
> dear,
> punteun teu disundakeun
>
>
> ============ ===
> http://www.kompas. com/kompas- cetak/0712/ 17/iptek/ 4087660.htm
>
> Karena itu, ketika terungkap Departemen Kebudayaan dan Pariwisata
> mengeluarkan biaya Rp 17, 5 miliar untuk membangun situsnya, kita pun
> "melongo" melihat angka tersebut. Jumlah ini antara lain untuk pengembangan
> situs Rp 2 miliar tahun 2006, kemudian Rp 5,5 miliar tahun 2007, dan tahun
> 2008 dipersiapkan Rp 10 miliar.
>
> ============ ====
>
> komentar :
>
> kejam memang bangsa ini banyak melakukan hal-hal mubazir ditengah
> kesengsaraan, kelaparan, kemiskinan dan kemelaratan warga-warganya, mereka
> membuang anggaran2 yang tidak logis dan kurang urgent..... padahal buat
> website ngga perlu terlalu mahal (pengalaman pribadi sih).... mudah-mudahan
> website seharga 17,5 milyar ini bisa "all-in link" dengan seluruh departemen
> yang terkait misalnya pembuatan paspor / visa indonesia online, pemesanan (
> reservasi ) seluruh akses pariwisata di Indonesia dari hotel sampe bajaj
> kalo perlu... trus dari website tersebut bisa "tracking" dimana lokasi saat
> ini si Turis (GPS) realtime jadi kalo nyasar di indonesia, temennya turis
> atau polisi sekalipun bisa liat langsung posisinya di website 17,5 milyar
> tersebut... kalo menurut logika saya sih itu semua "bisa!" sekali lagi bisa
> bahkan lebih dengan dana bermilyar2 gitu bayangin aja untuk "tracking data"
> website DHL atau UPS mungkin ngga perlu banyak keluar dana, mungkin
> pemerintah tuh harus banyak belajar dari perusahaan swasta gimana nge-press
> budget dan mengatur karyawannya yang baik dan benar...
>
> kirim komentar anda ke : [EMAIL PROTECTED] com 




      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke