ceuk kang DOel Sumbang mah, bandung teh kan geus berubah tina kota kembang
jadi kota kambing.
sabab nya kitu tea, loba kambing bikang.


kambing bikang teh aya anu profesional siga anu di saritem. (geus tutup
cenah nya, pindah kamana nya? sugan aya nu nyaho he..he..he..)

aya oge anu ngan ukur iseng, sabab uteukna teu dipake.
contona kambing bikang ABG, anu daek di **e,  cukup  dijajanan sate.

tapi najan kitu, "Right or wrong is my country" cenah ceuk si mister urang
ingris tea mah.
hade goreng oge imah sorangan.
mun aya anu kumawani ngahina mah... dikadek siah ku aing !!!

he..he..he...



On Jan 8, 2008 12:25 PM, agus hermawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   Koran Malaysia Sebut Bandung Kota Pelacuran
>
> KUALA LUMPUR, SENIN - Harian Metro, koran terbesar di Malaysia, telah
> menuduh Bandung sebagai kota pelacuran dengan menulis headline di
> halaman satu, Minggu (6/1), dengan judul "Mini Bandung" Pusat Maksiat
> Pekerja Kilang (Pabrik).
>
> Harian berbahasa Melayu itu menurunkan berita, mengenai operasi
> Jabatan Agama Islam Pulau Pinang (Jaipp) dan polisi, Sabtu (5/1) jam
> 11 malam atau malam minggu, di sebuah apartemen (pangsapuri) di Paya
> Terubong di Pulau Pinang, yang diduga sebagai tempat kegiatan maksiat
> atau pelacuran yang dikenal sebagai "Mini Bandung".
>
> Dalam operasi itu, Jaipp menemukan seorang laki-laki WNI (31 tahun)
> dan pasangannya (27 tahun), keduanya WNI dalam keadaan telanjang bulat
> dalam sebuah kamar di lantai 17. Dalam berita itu tidak ditulis apakah
> kedua WNI itu merupakan orang Bandung atau Jawa Barat.
>
> Menurut berita itu, apartemen itu tidak banyak penghuninya
> sehinggamenarik untuk disewa oleh para pengusaha untuk tempat tinggal para
> pekerjanya. "Apabila ramai pekerja wanita asing di sini maka ia
> membawa kepada kehadiran lelaki hidung belang sekaligus menjadikan
> kawasan itu seolah-olah tempat pesta di malam minggu," kata Jaafar
> Ismail, dari Jaipp.
>
> Dia juga mengatakan, sebagian besar wanita di apartemen itu dijadikan
> istri simpanan warga Malaysia yang menyewa apartemen itu karena
> sewanya murah antara 250 hingga 300 ringgit.
>
> Seorang polisi turut mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat,
> apartemen itu dikenal sebagai lokasi pelacuran yang melibatkan pekerja
> wanita asing.
>
> Sementara itu, juru bicara KBRI Kuala Lumpur Eka A Suripto,
> menyesalkan Harian Metro yang menurunkan berita itu menjadi headline
> halaman 1 dengan judul "Mini Bandung Pusat Maksiat Pekerja Kilang"
> karena dari operasi itu hanya ditemukan sepasang WNI yang sedang tidur
> telanjang, bukan warga Bandung atau Jawa Barat dan tidak ada sumber
> yang mengatakan tempat itu dikenal sebagai "Mini Bandung".
>
> "Kok bisa menurunkan headline dengan mengatakan lokasi pelacuran itu
> sebagai mini Bandung? Tidak ada bukti-bukti atau nara sumber yang
> terkait dengan Bandung," ujar Eka.
>
> "Hal itu bisa diartikan bahwa masyarakat Malaysia menilai kota Bandung
> sebagai kota pelacuran atau bisa juga warga Malaysia berhidung belang
> biasa mencari pelacur di Bandung sehingga menimbulkan persepsi Bandung
> sebagai kota pelacuran," kata Eka.
>
> "Inilah salah satu bukti bagaimana media massa Malaysia
> memburuk-burukkan Indonesia sejak lama," tambah dia. (ANT/ABI)
>
> http://kompas.com/ver1/Internasional/0801/07/112722.htm
>
>  
>

Kirim email ke