Keun wae..atuh..Abah ge ti baheula di Bandung..memang kasohor seueur dagangan peuyeum....di Jakarta canm aya di Bandung mah tos aya Gongli..akhir taun 60an..."Pelesir, den ?"
On 1/8/08, Yuliadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Timimiti bisa maca > > Tur nepi ka anggeus maca > > Pernah meunang dahar di kota Bandung . > > Nya eta atuh kang Irpan, rek ambek kumaha? > > Bet geuning, batur mah resepeun pisan. > > Pajarkeun loba OJeg.na > > Ongkos Jegang… > > > > -----Original Message----- > *From:* irpan rispandi [mailto: [EMAIL PROTECTED] > *Sent**:* Tuesday, January 08, 2008 1:24 PM > *To:* [email protected] > *Subject:* Re: [Urang Sunda] Euleuh, euy !! > > > > ceuk kang DOel Sumbang mah, bandung teh kan geus berubah tina kota kembang > jadi kota kambing. > sabab nya kitu tea, loba kambing bikang. > > > kambing bikang teh aya anu profesional siga anu di saritem. (geus tutup > cenah nya, pindah kamana nya? sugan aya nu nyaho he..he..he..) > > aya oge anu ngan ukur iseng, sabab uteukna teu dipake. > contona kambing bikang ABG, anu daek di **e, cukup dijajanan sate. > > tapi najan kitu, "Right or wrong is my country" cenah ceuk si mister urang > ingris tea mah. > hade goreng oge imah sorangan. > mun aya anu kumawani ngahina mah... dikadek siah ku aing !!! > > he..he..he... > > > On Jan 8, 2008 12:25 PM, agus hermawan < [EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Koran Malaysia Sebut Bandung Kota Pelacuran > > KUALA LUMPUR, SENIN - Harian Metro, koran terbesar di Malaysia, telah > menuduh Bandung sebagai kota pelacuran dengan menulis headline di > halaman satu, Minggu (6/1), dengan judul "Mini Bandung" Pusat Maksiat > Pekerja Kilang (Pabrik). > > Harian berbahasa Melayu itu menurunkan berita, mengenai operasi > Jabatan Agama Islam Pulau Pinang (Jaipp) dan polisi, Sabtu (5/1) jam > 11 malam atau malam minggu, di sebuah apartemen (pangsapuri) di Paya > Terubong di Pulau Pinang, yang diduga sebagai tempat kegiatan maksiat > atau pelacuran yang dikenal sebagai "Mini Bandung". > > Dalam operasi itu, Jaipp menemukan seorang laki-laki WNI (31 tahun) > dan pasangannya (27 tahun), keduanya WNI dalam keadaan telanjang bulat > dalam sebuah kamar di lantai 17. Dalam berita itu tidak ditulis apakah > kedua WNI itu merupakan orang Bandung atau Jawa Barat. > > Menurut berita itu, apartemen itu tidak banyak penghuninya > sehinggamenarik untuk disewa oleh para pengusaha untuk tempat tinggal para > pekerjanya. "Apabila ramai pekerja wanita asing di sini maka ia > membawa kepada kehadiran lelaki hidung belang sekaligus menjadikan > kawasan itu seolah-olah tempat pesta di malam minggu," kata Jaafar > Ismail, dari Jaipp. > > Dia juga mengatakan, sebagian besar wanita di apartemen itu dijadikan > istri simpanan warga Malaysia yang menyewa apartemen itu karena > sewanya murah antara 250 hingga 300 ringgit. > > Seorang polisi turut mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat, > apartemen itu dikenal sebagai lokasi pelacuran yang melibatkan pekerja > wanita asing. > > Sementara itu, juru bicara KBRI Kuala Lumpur Eka A Suripto, > menyesalkan Harian Metro yang menurunkan berita itu menjadi headline > halaman 1 dengan judul "Mini Bandung Pusat Maksiat Pekerja Kilang" > karena dari operasi itu hanya ditemukan sepasang WNI yang sedang tidur > telanjang, bukan warga Bandung atau Jawa Barat dan tidak ada sumber > yang mengatakan tempat itu dikenal sebagai "Mini Bandung". > > "Kok bisa menurunkan headline dengan mengatakan lokasi pelacuran itu > sebagai mini Bandung? Tidak ada bukti-bukti atau nara sumber yang > terkait dengan Bandung," ujar Eka. > > "Hal itu bisa diartikan bahwa masyarakat Malaysia menilai kota Bandung > sebagai kota pelacuran atau bisa juga warga Malaysia berhidung belang > biasa mencari pelacur di Bandung sehingga menimbulkan persepsi Bandung > sebagai kota pelacuran," kata Eka. > > "Inilah salah satu bukti bagaimana media massa Malaysia > memburuk-burukkan Indonesia sejak lama," tambah dia. (ANT/ABI) > > http://kompas.com/ver1/Internasional/0801/07/112722.htm > > > > >

