Aya warta ti http://gatra.com/artikel.php?id=111924 ngeunaan dulur urang di
Lebak, Provinsi Banten (punten teu disundakeun):
Warga Miskin di Lebak Mulai Mengemis
Rangkasbitung, 4 Pebruari 2008 07:18
Warga miskin di Kabupaten Lebak, Banten, mulai mengemis ke rumah-rumah penduduk
akibat kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako).
"Jika kami tidak mengemis tentu keluarga di rumah tidak makan, karena saat ini
harga beras sudah mencapai Rp 5.500 per liter. Harga sebesar itu kami tak mampu
membelinya," kata Rokayah, 55 tahun, warga Oteng, Desa Jagabaya, Kecamatan
Warunggunung, Kabupaten Lebak, Minggu (3/2).
Ia mengatakan, akibat lilitan kemiskinan di kampung, dirinya terpaksa menjadi
seorang pengemis untuk dapat bertahan hidup bersama lima anaknya. Apalagi, saat
ini harga-harga sembako dinilai sangat memberatkan ekonomi keluarga.
Oleh karena itu, pihaknya memaksakan diri, walau mengemis malu rasanya. Akan
tetapi, pekerjaan mengemis sangat membantu terutama untuk membeli kebutuhan
beras. "Setiap hari kami mampu membeli beras antara dua sampai tiga liter
dengan harga Rp15.000 dari hasil mengemis karena himpitan ekonomi itu," katanya.
Ahmad, 60 tahun, seorang pengemis warga Legok, Desa Pasir Kupa, Kecamatan
Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengaku selama terjadi lonjakan harga sembako,
pihaknya kesulitan untuk membeli beras, sehingga memaksakan diri mengemis ke
rumah-rumah penduduk, perkantoran dan tempat keramaian.
"Pendapatan sehari bisa mencapai Rp20 ribu dan mampu membeli beras sebanyak dua
liter serta lauk pauknya. Jika tak mengemis dipastikan tidak mampu makan,"
katanya.
Ahmad menyebutkan, pekerjaan minta belas kasihan itu dilakukan sudah dua bulan
karena tak mampu membeli beras akibat adanya kenaikan harga sembako itu.
"Selama ini saya tak mampu beli beras karena sudah tidak bekerja lagi dengan
alasan tenaga berkurang akibat dimakan usia," tambah Ahmad.
Antara melaporkan, sejak adanya kenaikan sembako makin banyak warga miskin
menjadi pengemis, bahkan setiap hari bisa mencapai antara empat puluh sampai
lima puluh orang. mereka masuk ke perkampungan serta perkantoran.
"Hari ini (Minggu, 3/2) pengemis yang datang ke rumah sudah mencapai tujuh
orang. Semuanya saya kasih uang sebesar Rp1.000," kata Endang, 40 tahun, warga
Komplek Perumahan Departemen Agama, Rangkasbitung. [EL, Ant]
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ