wargi sadaya, geuningan di alam priangan aya tempat2 nu jarang di datangan kumargi dianggap angker, akhirnya malah urang walanda nu kadinya, ngabuka kebun teh jeung sajaba na. Walanda bisa makmur jadi na ( tapi naha ayeuna urang masih miskin keneh da sarua alam na mah ? )
ieu aya kisah perjalanan ti rerencangan nu sasapedahan ti gunung patuha ciwidey nepi ka situ cilenca di pangalengan. ngaliwat hutan cagar alam gunung tilu nu masih asri , ternyata di tengah eta leweung aya kebun teh , kebun teh dewata ti dinya tiasa nembus ka situ cilenca pangalengan. mangga di aos, mugi aya mangpaat na salam Wardi ------------- Hutan lebat yang kita lalui pepohonannya begitu rimbun, daun2 pohon tinggi serasa menutupi langit, sehingga tengah hari pun serasa sore. Jalan melewatinya kita bagaikan melalui sebuah lorong penuh belokan. Sunyi senyap jarang ketemu ada orang lewat, yang terdengar adalah musik orkestra hutan, gesekan daun, suara kicauan merdu burung2 hutan dan gemericik riang suara air sungai mengalir. Selepas kelokan ujung jalan yang kita lalui tampak membentang alam yg terbuka, dengan hamparan hijau menutupi lembah dan bukit, indah sekali.. Lembah besar yg diapit oleh pegunungan di sekeliling nya. Di tengahnya terhampar menghijau perkebunan teh sampai ke hutan kaki gunung, kebun teh ini berada di tengah hutan belantara, menakjubkan sekali. Di dasar lembah mengalir sungai yg berkelok2 mengikuti alur bukit, tampak di bawah lembah sebuah telaga dimana air sungai dibendung dan di sekitarnya berjajar rumah2 kebun teh dengan bangunan besar pabrik teh di tengah nya. Seorang teman berkata, itulah kawasan perkebunan teh Dewata yg berada di tengah hutan cagar alam gunung tilu. Dinamai dewata karena menurut kepercayaan orang2 dulu, daerah itu adalah tempat bersemayamnya para dewa. Jadi teringat pula akan gambaran mengenai surga pada kitab suci; sebuah tempat berupa taman2 indah yg di bawahnya mengalir sungai yg airnya jernih. Namun surga kelak adalah jauh lebih indah dan nyaman. Ya Allah mudah2 an aku bisa disampaikan ke surga Mu kelak, jangan sampai tersasar ke neraka penuh penderitaan. Demikianlah kira2 gambaran alam di perkebunan teh dewata yg berada di tengah cagar alam gunung tilu, sekitar 60 Km selatan Bandung. Kebuh teh Dewata ini adalah daerah yg kita lintasi saat melakukan penjelajajah bersepeda yang bermula dari kawah putih dekat puncak gunung patuha Ciwidey sampai ke danau Cilenca di Pangalengan. Total jarak sekitar 50 Km ditempuh selama 7 jam, sebuah perjalanan yg menakjubkan. Kita memulai perjalanan dekat kawah putih di area puncak gunung Patuha ( 2434 m ). Kawah putih berupa telaga yg berwarna putih di tengah hutan dekat puncak gunung, sungguh menakjubkan berada di sana. Puncak gunung Patuha , termasuk area sekitar kawah putih, sejak jaman dulu tak pernah ada orang yg berani ke sana karena menurut masyarakat sunda dulu, daerah tersebut angker, karena merupakan tempat bersemayamnya arwah para leluhur serta pusat kerajaan bangsa jin, Selepas kebun teh Rancabolang kita terus menuruni lereng gunung patuha memasuki hutan lebat cagar alam gunung tilu yg berada di antara gunung patuha, gunung tilu dan gunung2 lain di sebelah selatan nya. Hutan ini ditetapkan sebagai cagar alam semenjak tahun 1927 oleh penjajah Belanda saat itu. Saya lihat betapa orang Belanda dulu telah melihat jauh ke depan betapa pentingnya menjaga kelestarian alam. Cukup panjang jalan bebatuan berkelok2 di tengah hutan ini, sepanjang jalan jarang sekali kita berpapasan dengan kendaraan lain, sepi sekali. Di beberapa tempat kita temui air terjun kecil di pinggir jalan dimana kita beristirahat. Selepas hutan alam ini sampailah kita ke perkebunan teh Dewata. Kebun teh Dewata ini berada di sebuah lembah besar diantara gunung patuha, gunung tilu , gunung dewata dan gunung pal lima. Dibuka oleh seorang pengusaha perkebunan Belanda pada awal abad ke 20. Bisa dikata tempat ini tak banyak berubah setelah seratus tahun berlalu. Karena terpencilnya, kendaraan jarang ke sini, listrik pun tak masuk, sehingga mereka membuat sendiri pembangkit listrik skala kecil memanfaatkan sungai yg mengalir di tengah lembah tersebut, dimana berada pula perumahan karyawan kebun teh dan pabrik pengolahan teh. Saat kami melintas ke sana, dari balik jendela anak2 kecil melihat aneh pada kami, karena memang jarang orang yg datang ke sini, apalagi pakai sepeda. Di lembah ini diantara hamparan kebun teh mengalir air yg sangat jernih, saya pun beristirahat sholat dzuhur disana. Sungguh menyegarkan membersihkan badan dengan air jernih yg dingin tersebut. Sholat menghadap Allah di alam terbuka yang indah tersebut sungguh khusyu, kita serasa sangat dekat dengan Tuhan. Dari dasar lembah kita melanjutkan perjalanan ke arah timur menyusuri jalan kebun teh yg berkelok2 memutari pebukitan sekitar. Dalam perjalanan kabut pun mulai turun menutupi hamparan kebun teh. Syahdu sekali rasanya melintasi kabut di lembah dewata ini, kita bagaikan memasuki sebuah tempat yg tak tahu sampai di mana ujung nya, seorang diri. Konon demikianlah pengalaman dari seorang teman yg pernah mengalami mati suri, yang serasa pergi ke alam lain, memasuki sebuah lorong panjang yg diliputi kabut... Hari pun sudah mulai mendung, saat jalanan berliku di kebun teh berujung di kaki gunung pal lima yg tertutup hutan. Teman berkata kesana lah arah kita kalau ingin sampai ke danau cilenca, Pangalengan. Saya pun menarik nafas, haahhh, wah masuk hutan lagi, tanjakan tajam lagi. Sampai ke tepi kebun teh kami pun melewati jalan mendaki ke gunung memasuki area hutan. Jalan setapak yg menanjak dengan kemiringan sampai 45 derajat, membuat sepeda pun harus digotong membawanya. Dari desa wates kita melanjutkan perjalanan menurun melewati jalan kebun teh pasir malang sampai bertemu jalan raya pangalengan – cisewu garut. Karena hujan dan berkabut tebal, keindahan danau cilenca tak tampak, padahal kalau musim kemarau akan tampak indah danau cilenca di berada di arah bawah diapit pebukitan sekeliling nya. Danau Cilenca adalah danau buatan, yg dibuat Belanda sekitar tahun 1920 dengan membendung aliran sungai Cisangkuy dan sungai2 kecil sekitarnya. Dari danau buatan air dialirkan pada pembangkit listrik Plengan yg adalah salah satu PLTA tertua di Indonesia. Dari aliran air sungai Cisangkuy inilah pula salah satu sumber air bersih utk kota Bandung. Betapa dulu orang Belanda telah merancang dengan baiknya bagaimana dari sumber daya alam ini bisa dikembangkan energi listrik dan kebutuhan air. Di Daerah Pangalengan inilah pula Junghun , pertama kali mengembangkan tanaman kina, serta Bosscha membuka kebun teh Malabar, salah satu penghasil teh kualitas terbaik saat itu Setelah menuruni jalanan dari atas bukit, sampailah kami di tepi danau cilenca, kita pun beristirahat sejenak. Sambil melihat lepas ke danau yg bertepikan kabut tipis, jadi teringat bahwa perjalanan kita sejak tadi pagi, mulai dari sekitar kawah patuha sampai ke danau cilenca ini, adalah juga bagaikan napak tilas, peninggalan orang2 Belanda dulu. timbul kekaguman pada orang2 belanda yg membuka daerah tsb dulu, mulai dari Junghun yg menemukan kawah putih dan juga orang yg pertama menanam pohon kina di Indonesia di daerah Pangalengan. Orang2 onderneming ( perkebunan ) belanda yg membuka hutan untuk membuat kebun teh, sampai ke area2 yg terpencil seperti kebun teh dewata yg berada di tengah hutan rimba diantara gunung2 yg menjulang tinggi. Dan mereka telah mempersiapkan semuanya, sumber air, sumber pembangkit (listrik) sampai transportasi. Untuk transportasi hasil perkebunan, belanda dulu sampai membuat rel kereta api sampai ke ciwidey yg bercabang dari Bandung. Jalurnya bercabang dari jalur kereta api ke arah timur Bandung di daerah kiaracondong berbelok ke selatan – memotong area yg sekarang jadi BSM, terus ke buah batu- dayeuhkolot- banjaran-soreang sampai ke ciwidey. Jadi jaman baheula hasil alam dari kebun2 teh yg terpencil di tengah hutan bisa dg mudahnya dikirim untuk eksport dengan melalui sarana kereta api, dari ciwidey hasil bumi tsb, bisa sampai ke pelabuhan tanjung priok jakarta. Bandingkan dengan saat ini, betapa tak mudahnya mengirim barang dari tempat di bandung selatan ini sampai ke jakarta. Jadi walau telah beratus tahun berlalu, transportasi kita tak lebih baik, sungguh mengherankan. Bayangkan dari keuntungan satu area kebun teh saja, dulu Bosscha ( kebun teh malabar-pangalengan) bisa membantu pendirian ITB, gedung merdeka dan peneropongan bintang. Betapa berpuluh2 kebun teh di seputaran priangan, saat itu memberikan kekayaan yg sangat besar ( bagi Belanda saat itu ), sampai bisa terbayar pula biaya besar untuk membuka jalan kereta api sampai ke dataran tinggi ciwidey. Sungguh menyedihkan saat ini jalur rel tersebut telah terbengkalai dan tertutup bangunan di berbagai tempat. Seratus tahun telah berlalu, transportasi ke arah Bandung selatan malah bertambah buruk, sering kena macet dan kebanjiran. Jalur kereta api dari Bandung sampai ke ciwidey telah berpuluh2 tahun dibiarkan terlantar, sebagian masih bisa kita lihat bekasnya seperti jembatan2 kereta di jalur jalan menuju ciwidey, sebagian lain sudah rusak, tertimbun tanah di isi oleh pemukiman dan sarana2 lain. Nampaknya kita lebih senang bermacet2 ria dan menghambur2kan BBM untuk transportasi ( saat liburan, jalan2 menuju tempat wisata di ciwidey sering macet). Dalam masalah energi (listrik dan BBM ), kita masih kesulitan listrik , padahal alam kita begitu kayanya. Saat ini para petani di pinggir hutan pun sudah mulai kembali mencari kayu bakar ke hutan, karena minyak tanah susah dan listrik pun sering mati. Kekayaan alam2 yg sama, seperti kebun2 teh tersebut, ketika dikelola oleh kita, setelah kemerdekaan, sungguh menurun hasilnya. Hukum alam berlaku, siapa yg berusaha dg sungguh2 dan cerdas ialah yg mendapatkanya hasil keuntungan yg besar pula, mereka2 yg tak bisa mengelola nya dengan baik ( spt kita2 saat ini ) yah tetap hidup sengsara karena nya. Alam dengan segala kekayaan nya yg kita lewati tadi telah ada sejak dulu kala, namun bagai diterlantarkan saja oleh para leluhur kita dulu, barulah setelah Belanda datang, alam tersebut diolah, sehingga menghasilkan kemakmuran. Saya kira orang2 Belanda dulu, seperti mereka yg membuka perkebunan teh telah berpandangan jauh ke depan, tentang sumber air, transportasi, energi dan hal2 pendukung lainnya. Entah kenapa sampai saat ini , kita tak bisa lebih cerdas dari mereka, walau telah beratus tahun berlalu, kita masih miskin, listrik susah, bbm susah, jalanan macet dan setumpuk permasalahan lain nya.kalau kita mau jujur mengakui, kita tak lebih cerdas walau telah beratus tahun waktu berlalu. Seandainya benar kata2 orang dulu, para arwah leluhur bersemayam di gunung2 tinggi tersebut. Mungkin arwah2 para tuan2 kebun teh belanda dan para kuli2 pribumi yg membuka lahan tsb dulu, sangat sedih melihat betapa pengorbanan mereka2 dulu, membuka hutan menjadi kebun teh , seperti tak terasa lagi hasilnya sampai saat ini, karena kita semua rakyat Indonesia, masih “miskin” dan hidup susah. Di sebelahnya duduk si kabayan yang hanya bisa termenung nyengir (seolah2) memikirkan nya, sambil berkata ; lieur ah, meundingan he-eus ( pusing2 amat sih, mendingan nyantai aja deh , EGP , emang gue pikirin ) Memang kita telah merdeka dari penjajahan, tapi kita belum merdeka dari kebodohan. Karena kita menjadi miskin dan hidup susah, di tengah alam yg kaya raya ini, bagaikan tikus mati di lumbung padi. Ndra, hayu jalan lagi, jangan kelamaan istirahatnya, ajakan si Iman membuyarkan lamunan saya. Kemudian kami melanjutkan perjalanan menyusuri jalan berkelok sepanjang tepian danau cilenca ke arah kota Pangalengan sampai ke rumah di lereng gunung wayang windu. Kabut sore disertai gerimis tipis menemani perjalanan pulang melewati jalanan di pinggir kebun teh sampai ke rumah. Dari kejauhan terdengar sayup sayup terdengar suara adzan maghrib, “hayya alal falah’ ( marilah menuju kejayaan / kebahagiaan ) ..... cerita selengkapnya ; http://hdmessa.wordpress.com/2008/03/23/lintas-kabut-dewata/ gambar2 indah sepanjang perjalanan bisa di lihat di ; http://www.flickr.com/photos/hdmessa/sets/72157604258308251/ atau http://hdmessa.multiply.com/photos/album/20 ____________________________________________________________________________________ You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total Access, No Cost. http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

