Syahdan terdengarlah suara mesin mobil menderu deru, mobil2 mengkilap berjajar 
ke belakang, tiba2 berbunyi melengking suara suling dan rentakan suara angklung 
pertanda start dimulai, melajulah dengan cepatnya mobil2 balap ep wan ( F1 , 
mobil balap formula satu ) tersebut.  
Jaja serasa tak percaya melihat nya, ada balapan F1 di kota Bandung dengan 
mengambil start di lapangan tegalega. Tak percaya akhirnya tergapai juga impian 
nya, menonton langsung balapan mobil tersebut yg selama ini hanya bisa ia lihat 
di TV.

Yah itulah kerjaan utama Jaja di rumahnya, setelah ia telah gagal melamar kerja 
ke mana2, cintanya pun ditolak si Neneng pujaan hatinya. Sekalian refreshing 
dan nggak ada kerjaan, akhirnya nonton TV saja lah kerjaan nya, khususnya acara 
olahraga seperti balap mobil dan sepakbola. Nonton nya pun nggak sembarangan, 
bukan acara lokal tapi acara2 olahraga nun jauh di eropa sana, walau nganggur 
Jaja masih punya gengsi.

Tapi Jaja, sungguh kaget kalau ternyata balap F1 sampai diadakan pula di kota 
Bandung, yg jalan nya sempit, macet , banyak bolong2 dll. Dari koran ia dapat 
kabar justru karena itu semua, sangat menantang bagi para pembalap F-1 yg sudah 
bosan dg track balap yg itu2 saja. Jadilah Bandung kota ketiga di dunia yg 
mengadakan balap mobil di tengah kota, setelah monte carlo dan singapura. Pihak 
pemerintah  sih senang2 saja, berarti setidaknya sudah jadi kota kelas dunia, 
keren euy.  Yah begitulah kita2 senang berbangga2 dengan hal2 yg bersifat 
simbolis, namun tak begitu peduli bagaimana bisa unggul dalam realita nya, yg 
penting gengsi dan penampilan, demikianlah salah satu karakter kemiskinan 
mentalitas.

Berhubung tak ada anggaran di APBD, sehingga balapan diadakan seadanya, 
bagaimana kondisi jalanan kota normal ada nya. Justru hal tersebut menambah 
seru pertandingan dan disukai para pembalap. Karena BBM supermahal, maka bahan 
bakar nya pun etanol, dibuat dari campuran minyak jarak dan singkong. Sehingga 
mesin mobil balap pun sedikit dimodifikasi sesuai bahan bakar tersebut.

Khusus menghadapi track kota Bandung pihak konstruktor ( pembuat mobil balap ) 
telah merancang mobil khusus modifikasi dari mobil F-1 yg digunakan selama ini. 
Mobilnya lebih pendek dan tidak lebar, agar bisa masuk jalan sempit, mesin 
mobil posisinya agak di naikkan agar tak kena air saat melewati jalan yg 
banjir, disiapkan pula suspensi dg sensor khusus agar tetap bisa ngebut saat 
melewati jalan berlubang atau polisi tidur di kompleks perumahan. Ada perangkat 
khusus juga saat menghadapi kemacetan jalan. Dan setumpuk peralatan canggih 
lain nya untuk antisipasi kondisi jalanan.

Dari tempat Jaja nonton di lapang tegalega, ada banyak dipasang monitor TV dari 
kamera2 yg terpasang di berbagai tempat, sehingga dari sana ia bisa memantau 
kondisi perlombaan di berbagai tempat.
Saat para pembalap lewat jalan dekat pasar dimana pedagang pasar tumpah sampai 
ke tengah jalan, mobil pun bisa dibuat ramping agar bisa jalan cepat di tengah 
kemacetan, begitu pula saat melewati kompleks sekolah atau kantoran dimana 
biasanya banyak angkot ngetem.

Yang seru saat para pembalap melewati kompleks perumahan di mana banyak polisi 
tidur nya (bump), shock breaker mengayun dengan lincah nya, namun ada satu yg 
tak diperhitungkan tinggi gundukan polisi tidur berbeda2 di berbagai tempat, 
sehingga tetap saja ada mobil yg body nya terantuk tonjolan jalan tsb. Saat 
terjebak pada jalanan  yg jadi buntu karena terpasang portal, mobil pun bisa 
tiba2 meloncat, para pembalap pun menyukai tantangan2 jalan tsb

Saat lewat perempatan lampu merah, mobil2 F-1 yang mengkilat warna nya, 
dikerubungi oleh para pengamen dan pengemis, membuat para pengemudi jadi 
bingung. Tapi ada pengemudi yg sudah tahu hal tsb dan menyiapkan banyak uang 
recehan, sehingga bisa aman melewatinya. Saat lewat rumah sakit dan mesjid, 
diaktifkanlah alat khusus sehingga tak terdengar sedikitpun suara mesin mobil, 
nyaris tak terdengar.

Pada satu ruas jalan, ada peserta balapan yg kena tilang polisi juga, karena 
tak melihat ada rambu lalu lintas yg tersembunyi dan polisi nya sembunyi juga, 
karena pembalap bule, yah terpaksa “damainya” pakai uang dollar, tapi sang 
polisi bingung karena uang dollar nya tak diterima oleh penjual rokok di warung 
pinggir jalan. 
Saat lewat kantor gubernuran jalan pun tertutup karena ada masyarakat yg sedang 
demo dan menutup jalan, terpaksa lah para crew balap, sibuk mencari alternative 
jalan tikus agar perjalanan tak terhambat, dan tak lupa memberi tips uang 
cepek’an pada  anak muda yg berdiri di tiap perempatan jalan.
Lewat jalan dekat kebun binatang bandung dimana di jalan banyak kotoran kuda 
karena di tempat tersebut biasa digunakan wisata berkuda anak2, secepat kilat, 
dari mobil langsung keluar zat pembersih khusus seperti karbol, sehingga 
pengendara pun terhindar dari sumber penyakit dari kotoran kuda tsb.

Sampai di ujung jalan ganesha mobil pun berbelok ke arah jalan tamansari, yg 
membelah kampuis ITB dengan kebon binatang Bandung. Ternyata kebun binatang yg 
berada di sebelah kampus ITB, telah berubah menjadi universitas pula, bahkan 
menjadi sekolah favorit, lebih dipilih orang dibanding ITB sekalipun. Logo 
kampusnya kuda nyengir sedang duduk, menyaingi gajah duduk ganesha. Gedung 
kuliahnya sangat mewah, yang mana tiap2 fakultas dan jurusan nya menempati 
bekas kandang2 binatang saat masih jadi kebon binatang. Namun nama jurusan nya 
tetap sesuai dg nama2 binatang di sana sebelumnya; ada jurusan sapi perah, 
kambing hitam, domba adu, kelinci playboy, anjing penjilat, serigala penipu 
berbulu domba, katak penginjak, tikus koruptor, ayam jago selingkuh, raja 
singa, ular licik, bandot dandy, cecurut manis dan setumpuk jurusan2 lain yg 
sangat diminati, karena para lulusan nya banyak dicari , sukses kariernya dan 
tak pernah nganggur.

Mobil2 balap pun, memberlambat jalan nya saat melintasi daerah tersebut, karena 
terpana melihat kampus yg megah tersebut dan para gadis kampus yang berjejer di 
pinggir jalan, namun ada juga yg bergelantungan di pohon.  Jaja yg bisa juga 
melihat kampus baru tersebut dari layar monitor pembalap hanya terbengong2 saja 
melihatnya.  Wah kalau dulu kuliah disana, saya nggak akan nganggur dan jomblo 
gini nih ., gumam si Jaja

Selepas lewat jalan tamansari melewati jalan menikung ke jalan siliwangi sampai 
berbelok ke jalan cihampelas, sekali lagi mobil2 F-1 tersebut terhambat lagi 
oleh kemacetan karena banyak wisatawan lokal dari Jakarta yg berbelanja disana. 
Tapi justru para pembalap cukup menikmatinya, dan kalau bisa ingin berhenti 
ikut belanja juga. Pokoknya seru abis lah track balap nya dan para pembalap pun 
senang dg perlombaan yg penuh tantangan tsb.

Setelah melewati kemacetan di pasar baru, para pembalap melewati jalan Otista 
yg lurus sampai ke tempat finish di lapangan tegalega, barulah mereka mengeber 
kendaraan nya dengan kecepatan penuh. Jaja pun menunggu dengan harap2 cemas 
ingin lihat siapa yg jadi juara. Ternyata memang jagoan nya bisa masuk finish 
terdepan. 
Namun kemudian kemenangan nya di anulir oleh panitia karena ketahuan dari 
pantauan satelit via GPS ia mengambil jalan tikus terlarang untuk memperpendek 
jarak, yah salah sendiri mengikuti jalan tikus koruptor. Tapi gemana lagi 
banyak type jalan tikus yg bukan koruptor. Tim balap tersembut sempat protes, 
tapi setelah ditunjukkan bukti, akhirnya keputusan panitia tak bisa diganggu 
gugat dan 
terpaksa harus menerima keputusan tsb

Tibalah saat pemberian medali, naik ke atas panggung 3 pembalap terdepan dan 
naik pula 3 gadis mojang bandung berkebaya membawa medali dan secangkir minuman 
bandrek jahe anget untuk pemenang. Tiba2 si Jaja jadi terasa inget dg salah 
seorang gadis pembawa medali tsb, ooh itu kan si Neneng pujaan hati yg menolak 
cinta nya…, Neng…. Teriak si Jaja…., 

tapi tiba2 serasa ada yg menggerak2an tubuhnya …
bangun, bangun Ja, sudah subuh nih, ada apa lagi kamu teriak2 nama si Neneng,  
terus 
TV nggak dimatiin lagi
bangun, sudah adzan subuh  …, kata si Emak,
Asholatu khoirun minan naum.. suara azan subuh terdengar sayup sayup…

Barulah Jaja sadar ia baru bangun dari mimpinya, lihat balapan mobil Formula 1 
di kotanya, ia tertidur saat menonton balapan semalam dan lupa mematikan TV

Tak salah bapaknya berkata ia jadi korban TV, sampai masuk ke dalam mimpi 
segala, susahnya acara TV yang ditontonnya pun, impian semua, sehingga ia tak 
bisa hidup di dunia nyata, jadi kesepian dalam kehidupan sehari2 nya, pantesan 
saja si Neneng nggak mau sama kamu…

Terus juga apa kamu nggak rugi, waktu hidup mu yg berharga hanya habis untuk 
nonton TV, yang ditonton juga orang2 yg seperti nggak ada kerjaan, naik mobil 
ngebut tapi balik lagi ke tempat asalnya, ngapain ?  Jaja, waktu kehidupan di 
dunia ini tak bisa berputar lagi, dan sebentar saja, suatu saat kamu akan 
menyesal juga telah menyia nyia kan masa hidup mu…. 
demikian nasihat si emak yg seperti biasa bagi si Jaja hanya akan masuk telinga 
kanan dan keluar lagi telinga kiri…

Baca selengkapnya ;
http://hdmessa.wordpress.com/2008/03/25/balapan-ep-wan-di-bandung/


      
____________________________________________________________________________________
You rock. That's why Blockbuster's offering you one month of Blockbuster Total 
Access, No Cost.  
http://tc.deals.yahoo.com/tc/blockbuster/text5.com

Kirim email ke