---------- Forwarded message ----------
From: PRAsetyo, BUdhi <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 2008/4/15
Subject: [jabotabek] Presiden turun tangan, baru dah beres ^___^
To: undisclosed-recipients

  Mudah-mudahan konsisten ieu perubahan teh.

oge mudah-mudahan "kacageuran" ieu oge tepa ka KBRI sejen di sakuliah dunya.

Jeung anu leuwih penting, "kacageuran" ieu tepa ka Sakabeh instansi di
seluruh Indonesia.
Amiin..

para abdi rahayat anu masih keneh "gering" mentalna, mugia dipaparinan
kacageuran jeung ka Insyafan ku  Pangeran. Amiin.

lamun teu daek "cageur" wae, kita sumpahin :
- abdi rahayat lalaki, biar dia impoten, mandul, dan mukanya bopeng kena
cacar.
- abdi rahayat awewe, biar dia kulitna sisitan siga oray, irungna pongek
jeung buukna rontok nepi ka botak.



Senin, 14 April 2008 | 02:11 WIB
*Laporan dari Malaysia*
*TKI Peroleh Pelayanan Prima*

"Cepat sekali pelayanannya, dua jam selesai. Saya senang dibuatnya," ungkap
Ramlah (29), tenaga kerja Indonesia asal Bangkalan, Madura, Selasa (18/3)
siang, saat berbalik dari loket pelayanan dokumen sambil tersenyum lebar.
Seolah tidak percaya, jarum jam baru menunjukkan pukul 11.00, tetapi dokumen
sudah kelar.

Dengan rona wajah bahagia, pekerja kasar asal Indonesia yang bekerja di
kawasan Damansara, Kuala Lumpur, itu bersiap meninggalkan ruang tunggu
pelayanan dokumen. Dia yang dalam kondisi hamil enam bulan tersebut datang
ke kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur untuk
mengurus surat nikah.

Pelayanan cepat untuk pengurusan berbagai dokumen tidak hanya mengejutkan
Ramlah. Mukhlisin (35), buruh asal Brondong, Lamongan, Jawa Timur, yang juga
bekerja di kawasan Damansara, Kuala Lumpur, pun ikut terkaget-kaget.

Ia mendapat pelayanan pembaruan paspor 24 halaman dalam tempo kurang dari
tiga jam. Yang lebih mengagetkan, tarif pengurusan paspor baru itu
betul-betul murah dan pas sesuai daftar tarif. Untuk pengurusan paspor 24
halaman, kantor pelayanan dokumen di KBRI Kuala Lumpur menentukan tarif 22
RM (ringgit Malaysia) atau setara dengan Rp 50.000. Paspor 48 halaman
dikenakan tarif 88 RM atau senilai Rp 200.000 dan Surat Perjalanan Laksana
Paspor (SPLP) dikenai tarif 18 RM atau setara dengan Rp 30.000.

Seluruh tarif pelayanan dokumen itu dipampang dengan jelas di sebuah papan
besar dekat pintu masuk kantor pelayanan dokumen sehingga TKI yang datang
bisa memastikan lebih dulu jumlah uang yang mesti ia siapkan untuk mengurus
dokumen.

Bagi KBRI Kuala Lumpur dan ribuan warga negara Indonesia (WNI) yang berdiam
di Malaysia, pelayanan cepat nan prima melalui prosedur dan tarif yang
transparan itu bagaikan mimpi. Tekad menggapai mimpi itu menguat saat
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan kunjungan kerja ke KBRI Kuala
Lumpur, 29 Mei 2007.

Saat itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat marah menyaksikan
pemandangan ribuan WNI yang sebagian besar TKI antre berjubel di luar KBRI.
Mereka antre dan berjubel mengurus paspor, pembaruan paspor, hingga dokumen
pribadi. "Saking berjubelnya, untuk sekadar berdiri pun susah," kata Atase
Imigrasi KBRI Kuala Lumpur Bambang Widodo.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Kuala Lumpur Tatang Budi Utama Razak
menjelaskan, jubelan itu menimbulkan kesan, KBRI Kuala Lumpur sama sekali
tidak memiliki sikap melindungi dan mengayomi warga negara sebagaimana
seharusnya. Terlebih, di antara jubelan itu para calo dokumen bebas
berkeliaran di sekitar KBRI. Para calo itu begitu mengakar di KBRI hanya
untuk "memeras" saudara sebangsa yang ingin mengurus dokumen.

Saat beraksi, menurut Tatang, para calo selalu mengatakan pengurusan dokumen
di KBRI lama dan mahal. Dengan modus bisa membantu mempercepat pengurusan
dokumen dan tarif lebih murah, para calo beraksi. Untuk mendapatkan uang
lebih, para calo juga selalu memaksa para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang
mengurus paspor untuk membuat foto tanpa peduli TKI sudah membawa foto atau
belum. Mereka minta bayaran 12 RM per kepala, biaya yang jauh lebih mahal
dibandingkan dengan cara mendapatkan foto melalui jalur resmi dan harga
normal yang hanya 3 RM.

Hingga awal tahun 2007 kondisi memprihatinkan dan hiruk-pikuk selalu
menghiasi gedung perwakilan Pemerintah RI itu. Setiap hari 2.000-an TKI
berjubel di halaman gedung KBRI mengurus dokumen. Bersama para TKI, pedagang
makanan, minuman, tukang parkir, juru foto gelap, hingga para calo membaur
menjadi satu. Situasi semrawut bak pasar kaget adalah aktivitas yang sangat
dominan di KBRI Kuala Lumpur dan menjadi wajah khas KBRI Kuala Lumpur.

*Presiden marah*

KUAI KBRI Kuala Lumpur Tatang Budi Utama Razak mengatakan, beberapa waktu
lalu presiden marah melihat pelayanan yang tidak efisien dan sarana
prasarana yang semrawut. Presiden dengan tegas mengatakan, KBRI sebagai
rumah bagi para TKI harus bisa memberikan perlindungan melalui pelayanan
kepada para TKI yang bekerja di Malaysia, dan itu wajib hukumnya.

KBRI Kuala Lumpur merespons tantangan tersebut. Tindakan awal yang dilakukan
adalah memberantas para calo. "Tidak mudah menyingkirkan mereka karena ada
pejabat KBRI yang terlibat," kata Tatang Budi Utama Razak.

Para calo disingkirkan untuk mengubah budaya KBRI. KBRI yang dulunya
berbudaya uang mulai diupayakan berbudaya bekerja profesional.

Penyingkiran para calo diikuti dengan upaya membersihkan pejabat yang
terlibat suap-menyuap dengan para calo. "Bukan pekerjaan yang mudah," kata
Tatang.

Namun, kerja keras berbuah. Pemecatan dan mutasi dilakukan terhadap para
pejabat penting dapat dilakukan. Upaya sapu bersih itu bahkan sudah menyeret
mantan duta besar Indonesia Malaysia Hadi Wayarabi Alhadar dan Rusdihardjo
ke bui.

Upaya sapu bersih itu awalnya juga belum bisa diimbangi dengan persamaan
persepsi dari fungsi-fungsi KBRI yang mengurusi pelayanan. Yang terutama
adalah dari fungsi imigrasi, ketenagakerjaan, dan pendidikan. Namun,
pengertian yang sama mengenai pelayanan cepat dan aman bagi TKI berhasil
menyatukan tiga fungsi KBRI yang memiliki beban kerja tinggi dan paling
banyak berhubungan dengan WNI di Malaysia.

Langkah sapu bersih diikuti dengan perbaikan manajemen pelayanan secara
bertahap. Tahap pertama, sejak 12 Maret 2007 KBRI Kuala Lumpur menerapkan
penyelesaian paspor dengan cetak manual (non biometric) dan scanning foto
sehingga pelayanan paspor yang semula ditulis tangan dan baru selesai dalam
41 hari dapat dipersingkat menjadi 14 hari, sementara pencocokan terhadap
pemalsuan paspor dapat terdeteksi.

Tahap kedua, KBRI Kuala Lumpur memperbantukan 10 TKI untuk menambah
kekurangan sumber daya manusia pada fungsi imigrasi. Penambahan staf
dilakukan seiring penambahan loket pelayanan yang semula hanya empat loket
menjadi 25 loket. Setiap loket dilengkapi dengan komputer online yang
memungkinkan dokumen dapat diverifikasi secara cepat. Hal itu dimungkinkan
dengan ditambahnya line baru dari 12 line menjadi 40 line sehingga risiko
terjadinya hilang data dapat dihindari, selain juga memaksimalkan akses,
akurasi, dan penyimpanan data yang masuk setiap hari.

*Satu hari selesai*

Pada September 2007 KBRI mulai melaksanakan pelayanan one day service atau
satu hari selesai, khususnya untuk pelayanan kepada WNI. Tahap berikutnya,
KBRI Kuala Lumpur melengkapi loket pelayanan dengan sarana dan prasarana
yang manusiawi.

Basement parkir di belakang KBRI disulap menjadi tempat pelayanan satu atap
yang dilengkapi ruang tunggu ber-AC berkapasitas 650 orang. Upaya itu
dilakukan karena berdasarkan catatan Imigrasi, jumlah WNI yang memerlukan
pelayanan paspor meningkat cukup signifikan. Pada 2006 rata-rata per hari
1.350 pemohon mengurus dokumen. Jumlah itu meningkat menjadi 1.800 orang per
hari pada 2007. "Ruang tunggu yang dilengkapi pendingin udara, mushala, dan
toilet merupakan upaya pelayanan KBRI kepada WNI," kata Tatang.

Secara bertahap, pelayanan keimigrasian banyak mengalami kemajuan. Apabila
dulu pemohon harus menunggu di luar pagar KBRI sebelum pelayanan dibuka
pukul 09.00 waktu setempat, kini jam berapa pun para pemohon bisa langsung
masuk ruang tunggu ber-AC setelah sebelumnya mengambil nomor antrean. Sistem
antrean elektronik memudahkan para pemohon sembahyang, ke toilet, ataupun
makan siang sambil menunggu panggilan.

Cara lama sudah ditinggalkan dan kini pelayanan dokumen dapat selesai dalam
waktu maksimal tiga jam. Bahkan pemohon yang datang pertama kali hanya perlu
waktu 15 menit untuk menyelesaikan urusan dokumen.

"Pelayanan demikian kami mulai tepatnya pada 11 Januari 2008. Bersama KBRI
Singapura kami menjadi proyek percontohan pelayanan cepat," kata Bambang
Widodo.

Awal 2008 itulah merupakan puncak pelayanan baru dan citra baru KBRI Kuala
Lumpur. WNI yang melakukan pengurusan dokumen kini tidak perlu lagi khawatir
akan dipermainkan para calo ataupun pegawai lokal KBRI Kuala Lumpur. "Kalau
ada yang berani minta seringgit saja, dijamin mereka akan lewat," tegas
Tatang.

Melalui pelayanan dokumen yang manusiawi, cepat, aman, dan nyaman itu KBRI
Kuala Lumpur berhasil menyelamatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
dari pelayanan keimigrasian dan pelayanan kekonsuleran selama 2007 sebesar
10,98 juta RM atau meningkat dari PNBP 2006 sebesar 9,46 juta RM. Adapun
pada periode Januari-Maret 2008 PNBP yang diterima 1,97 juta RM.

Jadi sekarang para TKI di Malaysia sudah bisa menikmati KBRI sebagai rumah
sendiri, terbebas dari jeratan calo. Setidaknya impian jadi kenyataan,
tinggal bagaimana pemerintah memperbaiki pelayanan di dalam negeri.

*http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.04.14.02112250*<http://www.kompas.com/kompascetak/read.php?cnt=.xml.2008.04.14.02112250>
   Messages in this topic
<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/message/19022;_ylc=X3oDMTM2dmVydXZtBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBG1zZ0lkAzE5MDIyBHNlYwNmdHIEc2xrA3Z0cGMEc3RpbWUDMTIwODIyNjkwNAR0cGNJZAMxOTAyMg-->(
1)  Reply (via web post)
<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/post;_ylc=X3oDMTJxMnU3dnN1BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBG1zZ0lkAzE5MDIyBHNlYwNmdHIEc2xrA3JwbHkEc3RpbWUDMTIwODIyNjkwNA--?act=reply&messageNum=19022>|
Start
a new topic
<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/post;_ylc=X3oDMTJlN3ZmbjYxBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA250cGMEc3RpbWUDMTIwODIyNjkwNA-->
 
Messages<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/messages;_ylc=X3oDMTJlOTBoNDY2BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA21zZ3MEc3RpbWUDMTIwODIyNjkwNA-->|
Files<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/files;_ylc=X3oDMTJmYm9sdGRpBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA2ZpbGVzBHN0aW1lAzEyMDgyMjY5MDQ->|
Photos<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/photos;_ylc=X3oDMTJlNmFncGFuBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA3Bob3QEc3RpbWUDMTIwODIyNjkwNA-->|
Links<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/links;_ylc=X3oDMTJmMXNyNDFzBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA2xpbmtzBHN0aW1lAzEyMDgyMjY5MDQ->|
Polls<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/polls;_ylc=X3oDMTJmcjc3YWVjBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA3BvbGxzBHN0aW1lAzEyMDgyMjY5MDQ->|
Members<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/members;_ylc=X3oDMTJlbWxzcGZtBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA21icnMEc3RpbWUDMTIwODIyNjkwNA-->|
Calendar<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/calendar;_ylc=X3oDMTJkYjNocm5wBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA2NhbARzdGltZQMxMjA4MjI2OTA0>
 ===================================================
Visit Jabotabek year 2008 :)
---------------------------------------------------
Mari kita Galakkan Gerakan Ramah Lingkungan terhadap JABODETABEK !! Ingat
GLOBAL WARMING di PLANET INI !!
---------------------------------------------------
Indonesia Satu=Satu Indonesia
***************************************************
You may also visit the eGroups web site to modify your
subscriptions:
http://www.egroups.com/mygroups

1. Ingin masih terdaftar, tapi tidak perlu terima email ?
    Kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
2. Ingin masih terdaftar, tapi terima email sekali saja dalam sehari?
    Kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
3. Kangen pengen dapetin email lagi?
    Kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
***************************************************
INDONESIA SATU=SATU INDONESIA
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe:  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe:  [EMAIL PROTECTED]
****************************************************
 [image: Yahoo!
Groups]<http://groups.yahoo.com/;_ylc=X3oDMTJkanVoM2xuBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA2dmcARzdGltZQMxMjA4MjI2OTA0>
Change settings via the
Web<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek/join;_ylc=X3oDMTJmbTYzbGViBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA3N0bmdzBHN0aW1lAzEyMDgyMjY5MDQ->(Yahoo!
ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily
Digest<[EMAIL PROTECTED]:+Digest>|
Switch
format to Traditional<[EMAIL PROTECTED]:+Traditional>
 Visit Your Group
<http://groups.yahoo.com/group/jabotabek;_ylc=X3oDMTJkaW5tNmprBF9TAzk3NDc2NTkwBGdycElkAzI1NzUxMDUEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDE2MDYxBHNlYwNmdHIEc2xrA2hwZgRzdGltZQMxMjA4MjI2OTA0>|
Yahoo!
Groups Terms of Use <http://docs.yahoo.com/info/terms/> | Unsubscribe
<[EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke