Tanggapan kanaekan BBM deui....ngarah jelas..jeung rame....
Pemerintah Terus Cermati Perkembangan Harga Minyak Dunia JAKARTA (SINDO) – Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mensimulasikan setidaknya ada empat dampak jangka pendek ekonomi bila harga Bahan Bakar Minyak bersubsidi dinaikkan. Kendati demikian, menaikkan harga sulit dihindari pemerintah mengingat itulah opsi yang paling memungkinkan dilakukan menyusul harga minyak dunia yang terus meroket. "Sangat pantas dinaikkan, tetapi jangan seperti tahun 2004 yang langsung dinaikkan 100% lebih, sehingga menimbulkan dampak sangat besar," tutur Direktur Indef M Ikhsan Modjo kepada SINDO, di Jakarta, hari ini. Menurutnya, Indef telah mensimulasikan dampak kenaikan harga premium bersubsidi pada tiga level berbeda yaitu 10%, 20% dan 30%. Sebagai patokan, bila bila harga premium dinaikkan Rp900 per liter atau 20% dari harga semula Rp4500 per liter, anggaran subsidi BBM pada APBN Perubahan 2008 akan dihemat Rp12,8 triliun dari pagu awal Rp126,816 triliun. Namun, terdapat empat dampak ekonomi dalam jangka pendek yang akan terjadi bila harga premium dinaikkan 20%. *Yaitu jumlah pengangguran bertambah 0,34%, otomatis memicu inflasi 1,66%, dan menggerus pertumbuhan ekonomi 0,91%. * Modjo menjelaskan berbagai dampak tersebut adalah kalkulasi dampak dalam tempo singkat yang terjadi. Artinya, keputusan menaikkan harga BBM langsung mengubah besaran indikator makro ekonomi selang beberapa waktu diterapkan, terhitung dari indikator yang terealisasi bila tidak ada perubahan harga. "Misalnya katakanlah inflasi saat ini realisasinya year on year ketika tidak ada kebijakan harga 8,17 (inflasi Maret 2008 terhadap Maret 2007) %, tetapi bila ada kenaikan bertambah 1,66% sehingga bisa menyentuh dua dijit," tutur Modjo. Data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 2007 mencapai 9,11%, turun 0,65% dibandingkan Februari 2007. Sepadan dengan penurunan 536,78 ribu orang penganguran, atau dari 10,55 juta orang pada Februari 2007 menjadi 10,01 juta pada Agustus 2007. Sementara data kumulatif inflasi Januari sampai Maret 2008 mencapai 3,41%. Adapun pada proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I 2008, Departemen Keuangan meramalkan akan tumbuh 6,2% sampai 6,3% di atas kuartal I tahun lalu. Modjo menambahkan, *dampak serius keempat yang perlu diperhitungkan pemerintah adalah rasio tingkat pengembalian investasi yang langsung turun di Indonesia*. *Hal itu mengakibatkan prospek investasi yang saat ini belum sepenuhnya pulih akibat kenaikan harga BBM tahun 2004 akan terpuruk lagi. * Penanam modal diperkirakan akan menghitung ulang rencana belanja modal atau ekspansi usaha. Sebab permintaan domestik yang diharapkan menjadi tumpuan, setelah pasar ekspor lesu, akan merosot karena daya beli masyarakat semakin terpuruk.. "Tinggal Presiden berani tidak mengambil risiko, sebab dampaknya cukup serius," katanya. Meski begitu, sebenarnya masih ada peluang pemerintah untuk menjauhi opsi kenaikan harga BBM. Menurut Modjo, *dengan menambah utang luar negeri baru dan menaikkan produksi minyak mentah siap jual (lifting) antara 10.000 sampai 50.000 barel per hari (bph) dari target APBN Perubahan 2008, sebesar 927.000 bph. * "Tambahan lifting itu mampu menekan defisit sekitar Rp20 triliun. *Tapi ini kan tidak mungkin, target sekarang saja sulit tercapai," ujar Modjo. * Di tempat terpisah, Menko Perekonomian Boediono mengatakan pemerintah terus mencermati *perkembangan harga minyak dunia*. Anggaran subsidi BBM dalam APBN Perubahan 2008 sudah dinaikan menjadi Rp126,816 triliun dari ketetapan awal di APBN 2008 sebesar Rp45,807 triliun. Pemerintah juga diberi kelonggaran beberapa opsi menyikapi kenaikan harga minyak dunia, serta disediakan dana pengamanan untuk subsidi BBM terkait harga minyak dunia sebesar Rp9,3 triliun. "Kita jalani dulu APBN Perubahan 2008 sambil terus memonitor perkembangan. Itu kita laksanakan dulu sambil liat perkembangannya," ujar Boediono. Sementara terkait langkah pembatasan konsumsi premium dan solar memakai kartu kendali, menurut dia, hal itu *sudah menjadi program Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).* (muhammad ma'ruf) -- Muhammad Ma'ruf Harian Seputar Indonesia Menara Kebon Sirih Raya Lt 22 Jl. Kebon Sirih Raya No.17-19, Jakarta Pusat 10340,

