Pami teu lepat utrat atret eta seratan tos ti kapungkur (recycle?) dimuat di 
Kompas, kapungkur jaman PDIP keur jaya, jeung anjeuna masih atawa karak turun 
ti Kepala Bappenas.
Duka kunaon teu aya nu ngalajuninglaku...
 
Makarya Mawa Raharja



----- Original Message ----
From: mh <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; [email protected]
Sent: Wednesday, May 14, 2008 11:35:55 PM
Subject: [Urang Sunda] Fwd: BBM naik dikibuli ?


---------- Forwarded message ----------
Dedi Turmudi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
Punten para wargi, artikelna dina bahasa Indonesia
Wilujeng ngaos, pamugi aya manfaatna...

HARGA BBM NAIK, APAKAH RAKYAT DIKIBULI?

Tulisan
Kwik Kian Gie di bawah ini membeirkan gambaran bahwa Pemerintah
sebenarnya tidak rugi akibat naiknya harga BBM di pasar dunia. Aku suka
argumennya, karena pake angka yang jelas. Ternyata selama ini kita
dikibuli abis. Aku baru tahu masalah perminyakan dari baca tulisan si
Akang Kwik. Silakah di baca..

Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang.
Uangnya Dilarikan Kemana?
Jumat, 11 April 08
http://www.koranint ernet.com/ web/index. php?pilih= lihat&id=3760

Dengan melonjaknya
harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 per barrel, DPR dan
Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun.
Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai
sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian
Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan?

Saya sudah
sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata "subsidi BBM" itu tidak sama
dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR memperbolehkan
Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu besarnya, uangnya
dilarikan ke mana?

Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang
jelas, atas dasar asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai
berikut.

Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.
Karena 1 barrel = 159
liter, maka harga minyak mentah per liter US $ 100 : 159 = US$ 0,63. Kalau kita
ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per
liter.

Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita
anggap dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau
ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan
Rp. 6.300 +
Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 per
liternya. Jadi perlu subsidi.

Alur pikir ini benar. Yang tidak benar
ialah bahwa minyak mentah yang ada di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya
bangsa Indonesia dianggap harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$
100 per barrel. Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam
perut bumi Indonesia , Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu
membelinya? Memang ada yang
menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil. Tetapi
buat yang menjadi hak bangsa Indonesia , minyak mentah itu tidak perlu dibayar.
Tidak perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah
kelebihan uang tunai.

Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga
kekurangannya harus diimpor dengan harga di pasar internasional yang
mahal, yang
dalam tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel.

Data yang
selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin diperoleh.
Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang harus dikeluarkan
untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti Tabel
terlampir.

Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35
trilyun ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang
dinamakan subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?

Seperti terlihat dalam
Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada. Sebaliknya, yang
ada kelebihan
uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.

PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG
TUNAI TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)

DATA DAN
ASUMSI

Produksi : 1 juta barrel per hari

70 % dari produksi
menjadi BBM hak bangsa Indonesia Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun Biaya
lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
1 US $ = Rp.
10.000
Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per
barrel
1 barrel = 159 liter
Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan
harga jual Rp. 4.500 per liter

PERHITUNGAN

Produksi dalam liter
per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000 Konsumsi dalam
liter per tahun 60,000,000,000 Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per
tahun 19,375,500,000 Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini (19,375,500,
000 : 159) x 100 x 10.000 121,900,000, 000,000 Kelebihan uang dalam rupiah dari
produksi dalam negeri 40,624,500,000 x Rp. 3.870 157,216,815, 000,000 Walaupun
harus impor dengan harga US$ 100 per barrel Pemerintah masih kelebihan uang
tunai sebesar 35,316,815,000, 000

Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap liter bensin
premium yang dijual, Harga Bensin Premium per liter
(dalam rupiah) 4,500 Biaya lifting, pengilangan dan transportasi US $
10 per barrel atau per liter :
(10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan) 630
Kelebihan uang per liter 3,870

Oleh Kwik Kian Gie
 


      

Kirim email ke