Mun nu nyandak na Dewi persik mah...sigana mah BLT ditambihan...!
On 5/16/08, Jalak Pakuan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Oh eta mah bu RT kang nu ngordinasi nu miskin di RTna. Abdi ge hoyong > pisan gaduh RT teh tos we Nita Thalia atanapi Dewi Persik, ah siap abdi mah > kersa arisan sareng kerja bakti tiap minggu ge... > > Makarya Mawa Raharja > > > ----- Original Message ---- > From: H Surtiwa <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Thursday, May 15, 2008 7:06:02 PM > Subject: Re: [Urang Sunda] Fwd: BBM naik dikibuli ? (BLT) > > Ieu teh kanyataan... pernah taun 2005....di kantor Walikota Jaksel...aya > hiji wanoja ..geulis.... turun ti motor Honda Bebek....leumpang ngagandeuan > asup kalebet akntor bagian sosial...seungit meleber..nganggo kacamata > hideung...gek diuk nungggan loket buka...maklum herang nya seueur anu > ngadeukeutan maksakeun ngobrol...."abde aya kaperyogian naon " ? jawabna ; " > Biasa bade nyandak BLT ?" Anu nanya ...nepi..ka satengah ngacay...... > ck..ck..ck. . > > On 5/15/08, Yuliadi <[EMAIL PROTECTED] com <[EMAIL PROTECTED]>> wrote: >> >> Cenah rakyat leutik rek dibere deui Bantuan Langsung Tunai. >> >> Halah angger euy pikarunyaeun...teu katarima kabeh >> >> >> >> Dikordinir ku oknum,…jasa na 25%. >> >> >> >> Si Aki/nini mah…manggut bae >> >> Narima sesana oge, teuing jang naon. >> >> Kalahka meuli radio, petromak atawa sapedah. >> >> >> >> >> >> -----Original Message----- >> *From:* mh [mailto:[EMAIL PROTECTED] com <[EMAIL PROTECTED]>] >> *Sent:* Thursday, May 15, 2008 1:36 PM >> *To:* baraya_sunda@ yahoogroups. com <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] >> ups.com <[email protected]> >> *Subject:* [Urang Sunda] Fwd: BBM naik dikibuli ? >> >> >> >> ---------- Forwarded message ---------- >> Dedi Turmudi <[EMAIL PROTECTED] com <ddturmudi%40yahoo.com>> wrote: >> Punten para wargi, artikelna dina bahasa Indonesia >> Wilujeng ngaos, pamugi aya manfaatna... >> >> HARGA BBM NAIK, APAKAH RAKYAT DIKIBULI? >> >> Tulisan >> Kwik Kian Gie di bawah ini membeirkan gambaran bahwa Pemerintah >> sebenarnya tidak rugi akibat naiknya harga BBM di pasar dunia. Aku suka >> argumennya, karena pake angka yang jelas. Ternyata selama ini kita >> dikibuli abis. Aku baru tahu masalah perminyakan dari baca tulisan si >> Akang Kwik. Silakah di baca.. >> >> Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang. >> Uangnya Dilarikan Kemana? >> Jumat, 11 April 08 >> http://www.koranint ernet.com/ <http://www.koraninternet.com/> web/index. >> php?pilih= lihat&id=3760 >> >> Dengan melonjaknya >> harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$ 100 per barrel, >> DPR dan >> Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM dengan jumlah Rp. 153 >> trilyun. >> Artinya Pemerintah sudah mendapat persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai >> sebesar Rp. 153 trilyun tersebut untuk dipakai sebagai subsidi dari >> kerugian >> Pertamina qq. Pemerintah. Jadi akan ada uang yang dikeluarkan? >> >> Saya sudah >> sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata "subsidi BBM" itu tidak >> sama >> dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau DPR memperbolehkan >> Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu besarnya, uangnya >> dilarikan ke mana? >> >> Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang >> jelas, atas dasar asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai >> berikut. >> >> Harga minyak mentah US$ 100 per barrel. >> Karena 1 barrel = 159 >> liter, maka harga minyak mentah per liter US $ 100 : 159 = US$ 0,63. Kalau >> kita >> ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300 per >> liter. >> >> Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita >> anggap dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. >> Kalau >> ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan >> Rp. 6.300 + >> Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi Rp. 2.430 >> per >> liternya. Jadi perlu subsidi. >> >> Alur pikir ini benar. Yang tidak benar >> ialah bahwa minyak mentah yang ada di bawah perut bumi Indonesia yang >> miliknya >> bangsa Indonesia dianggap harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang >> US$ >> 100 per barrel. Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam >> perut bumi Indonesia , Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu >> membelinya? Memang ada yang >> menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil. >> Tetapi >> buat yang menjadi hak bangsa Indonesia , minyak mentah itu tidak perlu >> dibayar. >> Tidak perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan. Sebaliknya, Pemerintah >> kelebihan uang tunai. >> >> Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga >> kekurangannya harus diimpor dengan harga di pasar internasional yang >> mahal, yang >> dalam tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel. >> >> Data yang >> selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak mungkin >> diperoleh. >> Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada uang yang harus >> dikeluarkan >> untuk subsidi atau tidak, saya membuat perhitungan seperti Tabel >> terlampir. >> >> Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 >> trilyun ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang >> dinamakan subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu? >> >> Seperti terlihat dalam >> Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada. Sebaliknya, yang >> ada kelebihan >> uang sebesar Rp. 35,31 trilyun. >> >> PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG >> TUNAI TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS) >> >> DATA DAN >> ASUMSI >> >> Produksi : 1 juta barrel per hari >> >> 70 % dari produksi >> menjadi BBM hak bangsa Indonesia Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun >> Biaya >> lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel >> 1 US $ = Rp. >> 10.000 >> Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per >> barrel >> 1 barrel = 159 liter >> Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan >> harga jual Rp. 4.500 per liter >> >> PERHITUNGAN >> >> Produksi dalam liter >> per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 = 40,624,500,000 Konsumsi >> dalam >> liter per tahun 60,000,000,000 Kekurangan yang harus diimpor dalam liter >> per >> tahun 19,375,500,000 Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini >> (19,375,500, >> 000 : 159) x 100 x 10.000 121,900,000, 000,000 Kelebihan uang dalam rupiah >> dari >> produksi dalam negeri 40,624,500,000 x Rp. 3.870 157,216,815, 000,000 >> Walaupun >> harus impor dengan harga US$ 100 per barrel Pemerintah masih kelebihan >> uang >> tunai sebesar 35,316,815,000, 000 >> >> Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap liter bensin >> premium yang dijual, Harga Bensin Premium per liter >> (dalam rupiah) 4,500 Biaya lifting, pengilangan dan transportasi US $ >> 10 per barrel atau per liter : >> (10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan) 630 >> Kelebihan uang per liter 3,870 >> >> Oleh Kwik Kian Gie >> >> > > >

