Assalamu'alaikum wrwb.
Sae oge yeuh

----- Pesan Diteruskan ----
Dari: ihin solihin <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: adi <[EMAIL PROTECTED]>; arfant <[EMAIL PROTECTED]>; aris <[EMAIL 
PROTECTED]>; FCG CONSULTING <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; evi dinyati 
<[EMAIL PROTECTED]>; erna <[EMAIL PROTECTED]>; ernakap <[EMAIL PROTECTED]>; 
Aniska Hidayah <[EMAIL PROTECTED]>; Dewi Indahwati <[EMAIL PROTECTED]>; k 
<[EMAIL PROTECTED]>; Lambang <[EMAIL PROTECTED]>; merza <[EMAIL PROTECTED]>; 
selaras selaras <[EMAIL PROTECTED]>; sentra sentra <[EMAIL PROTECTED]>; Arfan 
Tuharea <[EMAIL PROTECTED]>; urang <[email protected]>; [EMAIL 
PROTECTED]
Terkirim: Selasa, 27 Mei, 2008 07:44:48
Topik: [Urang Sunda] Fwd: Fw: Jangan takut jadi orang aneh


----- Forwarded Message ----

Assalamu'alaikum�
Quote  :

"Dunia memang  aneh", Gumam Pak Ustadz
"Apanya yang aneh Pak?"  Tanya Penulis yang fakir  ini.
"Tidakkah antum perhatikan  disekeliling antum, bahwa dunia menjadi
terbolak-balik, tuntunan jadi  tontonan, tontonan jadi tuntunan,
sesuatu yang wajar dan  seharusnya dipergunjingkan, sementara perilaku
menyimpang  dan kurang ajar malah menjadi pemandangan biasa"
"Coba  antum rasakan sendiri, nanti Maghrib, antum kemasjid,  kenakan 
pakaian  yang paling bagus yang antum miliki, pakai minyak wangi,  pakai
sorban, lalu antum berjalan kemari,  nanti antum ceritakan apa yang
antum alami" Kata Pak  Ustadz.

Tanpa banyak tanya, penulis  melakukan apa yang diperintahkan Pak
Ustadz, menjelang  maghrib, penulis bersiap dengan mengenakan  pakaian
dan wewangian dan berjalan menunju  masjid yang berjarak sekitar 800m
dari  rumah.

Belum setengah perjalanan, penulis  berpapasan dengan seorang ibu muda
yang sedang  jalan-jalan sore sambil menyuapi anaknya"
"Aduh,  tumben nih rapih banget, kayak pak ustadz, mau kemana  sih?
Tanya ibu muda  itu.

Sekilas pertanyaan tadi biasa saja,  karena memang kami saling kenal,
tapi ketika dikaitkan  dengan ucapan Pak Ustadz diatas, menjadi sesuatu
yang lain  rasanya;

"Kenapa orang yang hendak pergi  kemasjid dengan pakaian rapih dan
memang semestinya  seperti itu ditumbenin?
Kenapa justru orang yang  jalan-jalan dan ngasih makan anaknya ditengah
jalan,  ditengah kumandang adzan maghrib menjadi biasa-biasa  saja?
Kenapa orang kemasjid dianggap  aneh?
Orang yang pergi kemasjid akan  terasa "aneh" ketika orang-orang  lain
justru tengah asik nonton sinetron  "intan".
Orang  kemasjid akan terasa "aneh" ketika  melalui kerumunan orang-orang
yang sedang ngobrol  dipinggir jalan dengan suara lantang seolah
meningkahi  suara panggilan adzan.

Orang kemasjid terasa  "aneh" ketika orang lebih sibuk  mencuci motor
dan mobilnya yang kotor  kehujanan.

Ketika hal itu penulis ceritakan ke  Pak Ustadz, beliau hanya
tersenyum, "Kamu akan  banyak menjumpai "keanehan-keanehan"  lain
disekitarmu" , kata Pak  Ustadz.

"Keanehan-keanehan" disekitar  kita?

Cobalah ketika kita datang  kekantor, kita lakukan shalat sunah  dhuha,
pasti akan nampak "aneh" ditengah orang-orang yang sibuk  sarapan, baca
koran dan  ngobrol.

Cobalah kita shalat dhuhur atau Ashar tepat waktu, akan terasa "aneh",
karena  masjid masih kosong melompong, akan terasa aneh  ditengah-tengah
sebuah lingkungan dan teman yang  biasa shalat diakhir waktu.

Cobalah berdzikir atau  tadabur al qur'an ba'da shalat, akan terasa
aneh  ditengah-tengah orang yang tidur mendengkur setelah atau  sebelum
shalat.  Dan makin terasa aneh ketika lampu  mushola/masjid harus
dimatikan agar tidurnya tidak silau  dan nyaman. Orang yang mau shalat
malah serasa menumpang ditempat  orang tidur, bukan malah sebaliknya,
yang tidur itu justru menumpang  ditempat shalat. Aneh  bukan?

Cobalah hari ini shalat jum'at lebih awal, akan terasa  aneh,  karena
masjid masih kosong, dan baru akan  terisi penuh manakala khutbah ke dua
menjelang  selesai.

Cobalah anda kirim artikel atau  tulisan yang berisi nasehat, akan
terasa aneh ditengah-tengah kiriman e-mail yang  berisi humor,
plesetan, asal nimbrung, atau  sekedar gue, elu, gue, elu dan
test..test, test  saja.

Cobalah baca artikel atau tulisan  yang berisi nasehat atau hadits,
atau ayat al qur'an,  pasti akan terasa aneh ditengah  orang-orang yang
membaca artikel-artikel lelucon,  lawakan yang tak lucu, berita hot
atau  lainnya.

Dan masih banyak keanehan-keanehan  lainnya, tapi sekali lagi jangan
takut menjadi orang  "aneh" selama keanehan kita sesuai  dengan tuntunan
syari'at dan tata nilai serta norma  yang benar.

Jangan takut "ditumbenin" ketika kita pergi kemasjid,  dengan pakaian
rapih, karena itulah yang benar  yang sesuai dengan al qur'an (Al
A'raf:31)

Jangan  takut dikatakan "sok alim" ketika  kita lakukan shalat  dhuha
dikantor, wong itu yang lebih baik  kok, dari sekedar ngobrol
ngalor-ngidul tak  karuan.

Jangan takut dikatakan "Sok Rajin" ketika kita shalat tepat  pada
waktunya, karena  memang shalat adalah kewajiban yang telah  ditentukan
waktunya terhadap orang-orang  beriman.

" Maka apabila  kamu Telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah  Allah
di waktu  berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring.  Kemudian
apabila kamu  Telah merasa aman, Maka Dirikanlah shalat itu
(sebagaimana  biasa). Sesungguhnya  shalat itu adalah fardhu yang
ditentukan  waktunya atas orang-orang yang beriman ".  (Annisaa:103)

Jangan takut untuk shalat jum'at/shalat berjama'ah berada  dishaf
terdepan,  karena perintahnya pun bersegeralah. ....,Karena dishaf
terdepan itu ada kemuliaan sehingga  dijaman Nabi Salallahu'alaihi
wassalam para sahabat bisa  bertenggkar cuma gara-gara memperebutkan berada 
dishaf  depan.

" Hai  orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan  shalat
Jum'at,  Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan
tinggalkanlah  jual beli[1475]. Yang demikian itu lebih baik  bagimu
jika  kamu Mengetahui ". (Al  Jumu'ah:9)

Jangan takut  kirim artikel berupa nasehat, hadits atau ayat-ayat al
qur'an, karena itu adalah sebagian  dari tanggung jawab kita untuk
saling menasehati, saling menyeru  dalam kebenaran, dan seruan kepada
kebenaran adalah sebaik-baik  perkataan;

" Siapakah yang  lebih baik perkataannya daripada orang yang  menyeru
kepada  Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:  "Sesungguhnya
Aku  termasuk orang-orang yang menyerah diri?"  (Fusshilat:33)

Jangan  takut artikel kita tidak dibaca, karena memang  demikianlah
Allah menciptakan ladang amal bagi  kita. Kalau sekali menyerukan,
sekali kirim artikel  lantas semua orang mengikuti apa yang kita
serukan,  habis donk ladang amal kita....

Kalau yang kirim  e-mail humor saja, gue/elu saja, test-test saja  bisa
kirim e-mail setiap hari, kenapa  kita mesti risih dan harus berpikir
ratusan atau bahkan  ribuan kali untuk saling memberi nasehat, aneh nggak  sih?

Jangan takut dikatain sok pinter, sok menggurui, sok tahu, lha  wong
itu yang disuruh kok, "sampaikan dariku walau satu ayat"(  Potongan
dari hadits yang diriwayatkan oleh  Al-Bukhari no. 3461 dari hadits Abdullah 
Ibn  Umar)

Jangan takut baca e-mail dari  siapapun, selama e-mail itu berisi
kebenaran dan  bertujuan untuk kebaikan. Kita tidak harus baca  e-mail
dari orang-orang terkenal, e-mail  dari manajer atau dari siapapun
kalau isinya sekedar  dan ala kadarnya saja, atau dari e-mail yang
isinya  asal kirim saja. Mutiara akan tetap jadi mutiara terlepas  dari
siapapun pengirimnya. Pun sampah  tidak akan pernah menjadi emas,
meskipun berasal dari  tempat yang mewah sekalipun.

Lakukan  "keanehan-keanehan" yang dituntun  manhaj dan syari'at yang  benar.
Kenakan jilbab dengan teguh dan sempurna, meskipun  itu akan serasa
aneh ditengah orang-orang yang  berbikini dan ber-U can see.
Jangan takut  mengatakan perkataan yang benar (Al Qur'an &  Hadist),
meskipun akan terasa aneh ditengah  hingar bingarnya bacaan vulgar dan tak  
bermoral.

Lagian kenapa kita harus takut  disebut "orang aneh" atau "manusia
langka" jika  memang keanehan-keanehan menurut pandangan mereka  justru
yang akan menyelematkan  kita.

Selamat jadi orang aneh yang bersyari'at dan bermanhaj yang  benar.,

NB: Silahkan menyebarkan email ini,  Tidak ada embel-embel apapun
melainkan "DAKWAH"  mengharap Ridho Allah SWT.

Wassalam
    


      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang 
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke