ceuk cenah 
pejuang penentang darwinisme asal Turki ayeuna keur dibui
aya anu terang informasi lengkapna
karunya da


----- Pesan Asli ----
Dari: Dede Sahman <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rabu, 28 Mei, 2008 08:50:54
Topik: Re: [Urang Sunda] Kasus Teori evolusi..Darwin tea


Ti baheula mula abdi sok mikirkeun Teori Darwin ieu. Aya 3 waleran anu kuurang 
tiasa di angge kanggo cepengan saha diri urang :
1. Urang ngaraos jalmi beragama (religius) : tong kagoda ku teori ieu, sesat!
2. Urang ngaraos jalmi sekuler : mangga yakinkeun yen ieu teori teh leres
3. Urang jalmi anu mencla-mencle (opportunis) : kumaha kabutuhan... ..
 
Salam ti Ini Medan Bung!
Sahman

MRachmat Rawyani <mrachmatrawyani@ yahoo.com> wrote:
Ceuk saha, ilmiawan Barat pola pikirna ilmiah,
obyektif, rasional?
Sami wae jiga baheula jaman kakawasaan gereja nu
otoriter, nepikeun kudu ngahukum Copernicus, alatan
boga pamadegan yen bumi teh buleud.
Dihandap aya wartos, kenging ti milis tatangga.
(Hapunten teu disundakeun)

baktos,

mrachmat uidipura

____________ _________ _________ ___

Pengajaran Seimbang Teori Evolusi Diperjuangkan di AS

Senin, 26 Mei 2008

Evolusionis Amerika Serikat (AS) dan negara-negara
Barat mulai cemas. “Dogma suci” evolusi semakin
dibeberkan dan terus digoyang
Hidayatullah. com--Evolusionis Amerika Serikat (AS)
dan
negara-negara lain patut cemas. Pasalnya, kejahatan
diktatorisme mereka yang selama ini mengangkangi dunia
ilmu pengetahuan dan menindas mereka yang berani
mempertanyakan “dogma suci” evolusi semakin dibeberkan
dan digoyang.

Film dokumenter fakta nyata “Expelled: No Intelligence
Allowed” sudah sejak 18 April 2008 lalu diputar di
sekitar 1000 gedung bioskop di seantero AS dan
mendapat sambutan luar biasa. Film yang bersitus di
www.expelledthemovi e.com tersebut mengungkap fakta
masa kini tentang derita korban-korban kebiadaban
penindasan evolusionis itu.

Dampaknya, kini masyarakat luas AS menjadi
tersadarkan, bahwa ada sesuatu yang salah di negeri
mereka: kebebasan akademis yang dijunjung tinggi di AS
diinjak-injak oleh para ilmuwan evolusionis. Di sisi
lain, media massa, lembaga dan para ilmuwan Darwinis
termasuk yang paling lantang mencemooh dan
memburuk-burukkan film tersebut. Namun cercaan ini
menjadi bukti tersendiri bahwa aib evolusionis yang
diungkap film tersebut adalah benar.

Lantang bersuara

Evolusionis dogmatis ini memecat dan mencemooh rekan
sesama ilmuwan yang berani mengritik dan
mempertanyakan keabsahan teori evolusi, atau
berpandangan selain teori evolusi. Sebagian
korban-korban penindasan ini bungkam, sebagian lagi
menyembunyikan pandangannya yang menolak teori evolusi
agar tidak mengalami nasib tragis sebagaimana dialami
rekan-rekannya yang lain yang dikeluarkan dari jabatan
akademisnya. Namun sebagian lagi, seperti Dr.
Guillermo Gonzalez dan Dr. Richard Sternberg, lantang
bersuara dan pantang menyerah menghadapi kedzaliman
evolusionis itu.

Dr. Sternberg adalah pakar biologi evolusi yang
menekuni kaitan antara gen dan homologi morfologi,
serta seluk beluk informasi genomik. Di situs
resminya, www.rsternberg. net, ia menuturkan panjang
lebar kekejaman akademis yang dialaminya di
Smithsonian Institution. Penindasan ini dideritanya
setelah ia meloloskan penerbitan tulisan ilmiah yang
mendukung perancangan cerdas di jurnal biologi yang
dieditnya.

Kisah pilu serupa menimpa Dr. Guillermo Gonzalez,
profesor astronomi di Iowa State University (ISU), AS.
Di situs www.freegonzalez. com ia memaparkan pemecatan
yang ia alamai di tempat penelitiannya.

Dengan 68 tulisan ilmiah di akhir masa kontrak
akademisnya, Dr. Gonzalez sebenarnya telah melampaui
batas jenjang “luar biasa” di departemennya dalam hal
penelitian dengan prestasi 350% lebih tinggi dari yang
ditargetkan. Berdasarkan prestasi gemilang ini, salah
seorang ilmuwan terkemuka yang menilai pengajuan
perpanjangan kontrak Dr. Gonzalez mendukung
perpanjangan kontrak yang diajukannya.

Pada tahun 2004, Dr. Guillermo Gonzalez menulis buku
berjudul The Privileged Planet (Planet Yang
Diistimewakan) , yang kemudian diangkat menjadi film,
www.privilegedplane t.com. Buku dan film tersebut
mengemukakan bukti dari ilmu astronomi dan fisika
bahwa alam semesta dirancang sengaja bagi kehidupan
dan penemuan ilmiah.

Dr. Gonzalez mendapatkan penghargaan penting berupa
dana dari the Templeton Foundation untuk menulis
bukunya The Privileged Planet sebagai bagian dari
kewajiban resminya di Iowa State University (ISU).
Namun rekan-rekannya di ISU menolak memperpanjang
kerjanya, karena mereka tidak menghendaki pendukung
perancangan cerdas seperti Dr. Gonzalez ada di
departemen mereka. Akhirnya, Presiden ISU Gregory
Geoffrey dan kemudian lembaga Board of Regents of the
State of Iowa di bulan Februari 2008 menolak tuntutan
perpanjangan kontrak kerjanya.

Ideologi evolusi

Perancangan cerdas memiliki pandangan bahwa
kesempurnaan alam kehidupan ini merupakan bukti
keberadaan perancangan sengaja yang memunculkan
makhluk hidup, bertolak belakang dengan teori evolusi
yang menolak gagasan itu. Teori evolusi menihilkan
adanya perancangan sengaja di alam sebagaimana
perkataan Charles Darwin sendiri:

"There seems to be no more design in the variability
of organic beings, and in the action of natural
selection, than in the course which the winds blow."

"Tampaknya tidak ada perancangan pada keberagaman
makhluk hidup, dan pada tindakan seleksi alam, selain
dari proses yang digerakkan oleh tiupan angin."
(Francis Darwin (editor), The Life and Letters of
Charles Darwin (New York: D. Appleton, 1887), Volume
I, hal. 278-285; Volume II, hal. 105-106.)
Evolusionis terkemuka, Stephen Jay Gould menegaskan
hal serupa mengenai pemikiran Darwin ini dalam
perkataannya:

“Darwin developed an evolutionary theory based on
chance variation and natural selection imposed by an
external environment: a rigidly materialistic (and
basically atheistic) version of evolution.”

“Darwin membangun sebuah teori evolusi berdasarkan
variasi kebetulan dan seleksi alam yang dikenakan oleh
lingkungan luar: sebuah versi materialis kaku (dan
pada dasarnya ateis) dari evolusi,” (- Stephen Jay
Gould, Ever Since Darwin: Reflections in Natural
History 33 (W.W. Norton 1977).)

Singkatnya, jika teori evolusi adalah teori ilmiah,
maka teori evolusi dapat leluasa dipertanyakan dan
dikritik ilmiah, sebagaimana teori-teori ilmiah
lainnya. Namun kenyataannya tidak demikian. Teori
evolusi adalah sebentuk ideologi materialis dan ateis,
yang perlu dipertahankan dengan cara ideologis pula
seperti penindasan kebebasan ilmiah, pemecatan,
pembungkaman, pencemoohan, pelarangan penjelasan
tandingan teori evolusi dan segala tindakan non
intelektual dan non ilmiah lainnya.

Tidak pernah terbukti

Tidak sekedar itu, teori evolusi Darwin, salah satu
versi teori evolusi yang dominan saat ini, memang
tidak pernah dibuktikan secara langsung. Dalam
perkataan pakar biologi AS, Jonathan Wells, hingga
sekarang tidak pernah ada terbitan ilmiah yang
membenarkan dengan bukti langsung akan adanya proses
pembentukan spesies ala Darwin.

Dengan kata lain, teori evolusi Darwin didasarkan pada
ketiadaan bukti langsung. Darwin membeberkan bahasan
panjang dalam bukunya The Origin of Species by Means
of Natural Selection“. Tapi, Darwin tidak memiliki
bukti langsung apa pun yang mendasari hipotesis yang
tercermin pada judul bukunya itu. Tidak pula
pengikutnya di masa kini dapat menunjukkan bukti
langsung itu.

Memperjuangkan kebebasan

“Kami, warga Negara Amerika yang bertanda tangan di
bawah ini, mendorong diterapkannya kebijakan oleh
lembaga-lembaga akademis milik negara kami yang
menjamin kebebasan akademis guru dan murid untuk
membahas kekuatan dan kelemahan evolusi Darwin. Guru
sepatutnya dilindungi dari tindakan dipecat, diganggu,
diancam, atau didiskriminasi akibat mengajarkan secara
berimbang kekuatan dan kelemahan ilmiah teori Darwin.
Siswa sepatutnya dilindungi dari tindakan diganggu,
diancam, atau didiskriminasi akibat mengemukakan
pandangan mereka mengenai kekuatan dan kelemahan
ilmiah teori Darwin dengan cara yang semestinya.”

Demikian bunyi petisi kebebasan akademis,
www.academicfreedom petition. com, yang sekarang
sedang
diperjuangan di AS. Petisi ini diperjuangkan seiring
dengan penyadaran warga negeri Paman Sam akan masalah
serius tersebut lewat film Expelled,
www.expelledthemovi e.com.

Hingga saat ini ada 5 negara bagian AS yang
mempertimbangkan pemberlakuan undang-undang mengenai
kebebasan akademis ini, yang dirancang untuk
melindungi para staf pengajar di lembaga pendidikan
untuk mengajar teori evolusi secara berimbang, baik
sisi kekuatan maupun kelemahannya. Kelima negara
bagian itu adalah: Missouri, Michigan, Louisiana,
Florida dan Alabama. Diharapkan dengan undang-undang
ini para staf pengajar tersebut akan terlindungi dari
keganasan evolusionis yang menindas kebebasan ilmiah.

Untuk negara bagian Florida, pihak terkait gagal
meloloskan rancangan peraturan ini. Peraturan apa pun
yang berurusan dengan pengajaran teori evolusi akan
berhadapan dengan “peperangan dahsyat” akibat kuatnya
kelompok-kelompok Darwinis AS dalam menekan penentu
kebijakan masalah pengesahan undang-undang.

Mengapa para Darwinis begitu takut dengan
undang-undang yang menjamin kebebasan para pengajar
untuk mengajarkan secara seimbang pendapat pro dan
kontra evolusi? Jelas, teori evolusi memang tidak
cocok untuk diajarkan dalam lingkungan kebebasan
akademis. Karena kebebasan akademis akan mengganggu
proses indoktrinasi searah ideologi evolusi, yang
menolak pengungkapan kelemahan evolusi.
[wwn/www.hidayatull ah.com]




www.friendster. com/sahman
www.geocities. com/ex_orientelu x
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger .yahoo.com     


      Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang 
juga.
http://id.toolbar.yahoo.com/

Kirim email ke