Sejarah

SEJARAH SINGKAT BERDIRINYA ORGANISASI PEJUANG SIIWANGI NDONESA
 
Atas dasar catatan catatan dan pengalaman pribadi. Mohon maaf sebesar-besarnya 
bila dalam uraiannya banyak kekurangan dan tidak lengkap
 
<!--[if !supportLists]-->1. <!--[endif]-->Didirikannya sebuah perkumpulan 
P.S.PENCAK SILAT, dirintis oleh seorang tokoh yang bernama R.Ama Poerdiredja 
dengan para sahabatnya yang merupakan tokoh-tokoh Perilatan dan para Ulama, 
pada tanggal 2 Juli 1922 di Sagalaherang, Kabupaten Subang jawa Barat dab 
berbaur juga dengan kalangan tokoh-tokoh pergerakan politik, dengan tujuan dan 
mempunyai cita-cita (ideology) menuju Indonesia Merdeka, terlepas dari jajahan 
Belanda yang sudah menjajah Indonesia selama 350 tahun atau 3 ½ abad.
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Untuk menghindarai incaran 
aparat-aparat Belanda (reserse-reserse), yang menyelidiki setiap 
gerakan-gerakan dan perkumpulan perkumpulan, selalu diselidiki keberadaanya 
karena khawatir ada hubungannya dengan gerakan-gerakan/para tokoh yang bergerak 
secara diam-diam dengan system gerakan dibawah tanah (Underground Act), maka 
para tokoh setuju mengadakan PERKUMPULAN PECNCAK SILAT atau dalam bahasa sunda 
disebut MAENPO. Yang diajarkan antara lain adalah: 
<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Masalah kanuragan ajaran silat bela 
diri, dan
<!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Memberikan ajaran pendidikan rohani 
mengenai ajaran agama silam dan mendalami ajaran kebatinan yang berkiblat pada 
Kitab Suci Al-Qur’an dan Sunnah Rasul MUHAMMAD S.A.W
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Rd. Ama Poeradiredja bersama-sama 
muridnya berkeliling ke daerah-daerah terutama daerah Jawa Barat, Banten, 
Pandeglang, Serang dan Keraha Periangan timur, daerah Pantura karawang sampai 
Cirebon, untuk mengadakan Konsolidasi dan komunikasi antara kawan pergerakan 
secara diam-diam, sampai Perang Dunia II dan Belanda menyerah kepada Jepang.
<!--[if !supportLists]-->4. <!--[endif]-->Pada jaman penjajahan Jepang, Rd Ama 
Poerdiredja terus mengadakan penggalangan dan selalu mengadakan kontak dengan 
para tokoh pergerakan secara diam-diam, karena beliau yakin bahwa pada suatu 
saat Indonesia pasti merdeka dan menurut ramalan Joyoboyo Pemerintah Jepang 
hanya memerintah hanya seumur jagung atau 3 ½ tahun.
<!--[if !supportLists]-->5. <!--[endif]-->Pada saat itu Rd. Ama Poeradiredja 
bertemu dengan tokoh yang juga mempelajari ajaran beliau, yaitu Bapak Taris dan 
bapak Sumarhap. Kedua tokoh tersebut memperkenalkan 2 orang pemudayang bernama 
: sadiokin, dan Darsono. Kedua pemuda itu sebeneranya adalah dari pasukan Heiho 
yang bermarkas di Tangsi Penggorengan, kemayoran Gempol Jakarta pusat bagian 
Pangkis Udara Sai Sun Tjuai –Dai Itji Tkusyu, Bukutai, Jakarta. Kedua pemuda 
ini selanjutnya menjadi murid Rd. Ama Poeradiredja.
<!--[if !supportLists]-->6. <!--[endif]-->Dari pemuda Sadikin dan Darsono 
banyak mendapat informasi-informasi penting mengenai kekuatan jepang diAsia 
Timur Raya. Kemungkinan besar Jepang akan mengalami kekalahan dalam 
peperangannya, karena kekuatan persenjataanya tidak seimbang.
Sebelum Jepang kalah perang, Rd Ama Poerdadiredja menyerahkan Bendera Merah 
Putih dan memberikan amanat agar disimpan baik-baik juangan sampai ketahuan 
oleh mata-mata Jepang (kempetai).
 
Pada tanggal 14 Agustus 1945 kedua pemuda ,Sadikin dan Darsono memberikan kabar 
berita, bahwa jepang sudah menyerah pada sekutu, kedua pemuda ini langsung 
diperntahkan oleh Rd. Ama Poeradiredja agar mengibarkan Bendera Merah Putih di 
Tangsi Penggorengan pada tanggal 16 Agustus 1945 sebelum kemerdekaan 
diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945 (di kemudian hari pada acara 
serasehan Organisasi P.S Partisan Siliwangi) penulis pernah membawa Bendera 
Merah Putih tersebut dari kediaman Brigjend. TNI (Purn) H.sadikin MN, mantan 
Panglima Divisi III Siliwangi di gedung Konstituante Bandaung pada tahun 1970, 
saya diperintahkan memasangkannya diruang sidang. 
 
Setelah Proklamasi Kemerdekan RI tanggal 17 Agustus 1945 diproklamirkan oleh 
kedua Tokoh Proklamasi Bung Karno dan Bung Hatta, Perkumpulan P.S Pencak Silat 
dibentuk menjadi Laskar Pejuang Pencak Silat oleh Rd Ama Peradiredja dan masih 
tetap dipimpin oleh beliau serta dibentuk regu regu kelompok dipimpin langsung 
oleh kelompok regu-regunya yang sudah menjadi andalan dengan julukan 
Ketua-ketua yang membawahi regu-regu kelompok untuk maju ke front terdepan 
bersama-sama dengan lascar-laskar pejuang ari bebarapa organisasi perjuangan, 
diantaranya :
Laskar Sabililah/Hisbulloh
Laskar P.S Haji Darip
Lascar Rakyat Rombongan Jakarta Raya
PESINDO, Dsb
 
Setelah terbentuknya Badan Kemanan Rakyat (BKR) dan kemudian Tentara Kemanan 
Rakyat (TKR). Laskar Pejuang P.S Pencak Silat tetap ada pasukan khusus tetap 
berada do front terdepan pada pertempuran diCakung- Keranji-Karawang, jawa 
Barat. Korban yang gugur dalam pertemputran tersebut berjumlah 11 orang dan 
dimakamkan di Taman Pahlawan karawang – jawa Barat
Dari Laskar Pejuang P.S. Pencak silat, Rd Ama Poeradiredja tetap didampingi 
oleh Mayor sadikin dan Kapten Darsono, saat itu Mayor sadikin sudah menjadi 
Komandan batalyon 2 Resimen V, berkedudukan di Cikampek dan Kapten Darsono 
menjadi Kompandan Kompi Batalyon 2 dan banyak juga lascar Pejuang P.S. Pencak 
Silat bergabung menjadi Tentara Kemanan Rakyat (TKR) dan disempurnakan dengan 
nama Tentara Republik Indonesia (TRI).
 
Pada saat itu Mayor Sadikin sudah menjadi Komandan Resimen V-VI menggantikan 
Letkol. Suroto Kunto sebagai Komandan Resimen VI( yang diculik) dan Kapten 
darsono menjadi Komandan batalyon
Kelaskaran P.S.Pencak Silat sebagai pejuang Kemerdekaan RI tetap menyusun 
kekuatan ditiap tiap daerah sampai adanya perundingan antara pemerintah 
Indonesia dengan Pemerintah Belanda yang dikenal Konfrensi Meja Bundar yang 
mengakui Indonesia menjadi Negara Republik Indoneisa Serikatdan diakui Dunia 
Internasional.
Pada akhir tahun 1949sudah mulai adanya pernerbitan dikalangan TNI dengan 
diadakannya rasionalisasi Besara-besaran terutama dikalangan TNI serta adanya 
perampingan dan mereka dikembalikan kemasyarakat tanpa adanya penampungan 
khusus dan tidak ada jaminan masa depan hidupnya, kembali ke induk 
Organisasinya masing-masing.
<!--[if !supportLists]-->7. <!--[endif]-->Sebagai tambahan untuk menjelaskan 
siapa Tokoh pergerakan dan yang membantu Rd. Ama Poeradiredja dari jaman 
penjajahan Belanda sampai penjajahan Jepang hingga Indonesia merdeka, maka saya 
sebutkan nama-nama tokoh dan Murid-murid beliau
_________________________________________________________________
Connect to the next generation of MSN Messenger 
http://imagine-msn.com/messenger/launch80/default.aspx?locale=en-us&source=wlmailtagline

Kirim email ke