Biografi Publikasi Penghargaan Catatan Harian Koleksi Music Galeri Dukungan Buku Tamu
Berita Terbaru Andy Achmad S.J. terpilih kembali menjadi ketua PSI Lampung · Apr 7, 09:54 AM Saat penjaringan, mulanya ada dua balon masuk bursa pemilihan Ketua DPD, Hi. Andy Achmad Sampurna Jaya dan R. Mansus. Jumlah hak suara 13: 11 suara mewakili DPC-DPC, 1 suara mewakili DPD, dan 1 suara mewakili DPP. Kanjeng memperoleh 10 suara, 2 suara abstain, satu suara untuk R. Mansus. Agar dicapai keputusan bulat, R. Mansus menyatakan mundur dari pencalonan, maka forum secara aklamasi memilih kembali Kanjeng sebagai Ketua periode 2008-2013. Itulah klimaks Musda Pejuang Siliwangi Indonesia (PSI) Provinsi Lampung pada 29 maret 2008 di AA Center Jl. Dr. Susilo 82 Bandarlampung. Menurut keterangan seorang panitia, Musda berlangsung sesuai dengan program kerja, jadi tidak ada hubungannya dengan pencalonan Kanjeng dalam bursa Gubernur. “..Selama ini Kanjeng adalah ketua DPD. Sebagai pribadi banyak yang telah diperbuatnya untuk organisasi ini. Jadir, ya wajar jika Musda memilihnya kembali” ujar sang panitia yang enggan disebut namanya. Ternyata ceritanya tak sesederhana itu. Pada suasana menjelang pilgub ini setiap moment penting yang melibatkan salah seorang calon kandidat dalam organisasi itu maka nuasa politik pasti mewarnainya. Apalagi untuk sebuah organisasi sekelas PSI. PSI berdiri pada 2 Juli 1922 atas prakarsa seorang ulama sufi karismatik asal Pasundan, Raden Ama Poeradiredja dengan nama Pancakaki Silatoerachmi. Tujuannya adalah membangun nasionalisme untuk merdeka dari penjajah Belanda. Gerakan dilakukan melalui pendidikan keagamaan. Pada zaman penjajahan Jepang kamuflase untuk menghindari kecurigaan penguasa dilakukan melalui perguruan pencak silat (PS). Pada zaman revolusi kemerdekaan PSI terjun berdampingan dengan Tentara Keamanan Rakyat sebagai kurir, inteligen, penyalur logistik, bahkan penyerangan di garis depan. Tahun 1948 sebagian warga PSI ikut hijrah ke Yogya sambil ikut menumpas pemberontakan PKI Muso di Madiun pada September 1948. Nama Pancakaki Silatoerachmi berubah menjadi Partisan Siliwangi. Setelah revolusi reda, PSI menjadi perintis program transmigrasi ke wilayah Lampung. Selama 1952 s.d. 1956 melalui Dewan Rekonstruksi Nasional yang dipimpin oleh Mayjen (Purn.) R. Didi Kartasasmita, telah dikirim sekitar 6.440 kepala keluarga (20.000-an jiwa) eks pejuang bersenjata Siliwangi ke Lampung. PSI ditetapkan menjadi organisasi kejuangan dan kemasyarakatan pada 3 Oktober 1967 dengan akta Notaris Koswara No. 2 Tahun 1967. Karena kata partisan dianggap berbau kekiri-kirian, pada Munas tahun 1992 nama Partisan Siliwangi berubah menjadi Pejuang Siliwangi Indonesia. Kini organisasi ini berkembang ke seluruh tanah air, bersifat independen, terbuka, dan tidak berafiliasi pada orpol manapun. Siapa pun warga negara Indonesia tidak hanya warga asal Pasundan boleh bergabung asal memahami dan siap menjalankan AD dan ART PSI. Dengan doktrin Wira Bhakti Satya Nusantara, seorang warga PSI dituntut untuk memiliki semangat juang dalam pengabdian dan kesetiaan kepada tanah air dan berwawasan nusantara. Dengan semangat Catur Eka Marga warga PSI dituntut untuk menyatukan 4 sifat (silih asah, asuh, asih, silih wawangi) dalam dirinya menjadi jalan dan perjalanan hidup sebagai perjuangan dan ibadah. Jadi, bukan kebetulan jika Kanjeng melibatkan diri dalam organisasi ini sejak lama. Semangat juang dan pengabdiannya juga dapat disalurkan melalui PSI. Nah, selamat berjuang. Kemiskinan, kebodohan, dan keterpurukan bangsa adalah musuh nyata kini yang harus ditaklukkan. Nyatanya Wira Bhakti Satya Nusantara bukan pada ucapan dan teriakan ketika Musda, tetapi pada perbuatan dan karya nyata senyata-nyatanya. (erha) _________________________________________________________________ Explore the seven wonders of the world http://search.msn.com/results.aspx?q=7+wonders+world&mkt=en-US&form=QBRE

