Heuheu...bisaan ngabela dirina...
  ke ke...ari HMGA teh sajenis naon kang??? 
   
  YADI supriadi wendy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Dadi Kurniadi wrote:       Leres kang, nu palsu ngatas namakeun 
allah, tiasa nyarios jeung allah ngaku nabi, ngaku imam mahdi, sapertos Ghulam 
Ahmad pan perlaya na oge hina. ngadahar omongan jeung do'a na sorangan. naon 
sababna ? BOHONG ka umat BOHONG ka ALLAH.
   
  Akhir Kehidupan yang Menghinakan
  Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA
  
Berikut adalah Kronologi Mubahala Hadhrat Masih Mauud as dengan
Maulwi Sanaullah yang diambil dari
The Review of Religions February 1992
Vol. LXXXVII No. 2

Tulisan di bawah ini bukanlah terjemahan sepenuhnya dari Artikel
aslinya namun hanya berupa ringkasan saja.

Kronologi Mubahala Hadhrat Masih Mauud as dengan Maulwi Sanaullah

Tahun 1897
Tahtangan Mubahalah diberikan oleh Masih Mauud as dalam Buku Anjam-e-
Atham. Dalam daftar nama-nama penentang termasuk didalamnya Maulvi
Sanaullah Amritsari pada No.11. Usia HMGA saat itu 62 tahun, dan
Maulvi Sanaullah 29 Tahun.

1902
Maulvi Sanaullah setelah 5 tahun mengeluarkan pengumuman dalam salah
satu tulisannya menyatakan menerima tantangan Mubahalah HMGA.
Hal ini menjadi perhatian HMGA yang dalam Buku beliau Ijaz
Ahmadi menulis
"Saya telah melihat Tulisan yang ditandatangani oleh Maulvi
Sanaullah Amritsari dimana ia menyatakan bahwa dengan sepenuh hati
menginginkan suatu keputusan diantara kedua pihak yaitu ia atau
saya, berdoa bahwa siapapun yang diantara keduanya yang Pendusta
akan mati pada masa hidup orang yang Benar."(Ijazi Ahmadi)
Pada saat itu usia HMGA 67 tahun, dan usia Maulvi Sanaullah 34
tahun.

HMGA kemudian melanjutkan :" Jika ia (Maulvi Sanaullah) secara
aktif menuntut dan mengakui tantangan ini dan bersiteguh bahwa
Pendusata akan mati didepan mata orang yang Benar, maka pasti ia
akan mati lebih dulu." (Ijazi Ahmadi)

Namun HMGA mungkin mengetahui keraguan pada Maulvi untuk turun
pada arena Mubahalah ini dan khawatir ia akan membalikkan
punggungnya dengan mengatakan :" Ia telah datang dengan tawaran yang
baik, kini mari kita lihat apakah ia berani tetap pada pendiriannya.
(Ijazi Ahmadi)

Buku Ijazi Ahmadi diterbitkan pada November 1902.

Namun dalam menanggapi hal tersebut, Maulvi Sanaullah dalam Buku
Revelations of Mirza menulis : " Karena saya kenyataannya bukanlah
dan tidak pula seperti seorang Nabi atau Rasul, atau anak Tuhan atau
yang menerima wahyu, Saya tidak berani untuk memasuki pertandingan
(mubahalah) seperti itu. (Revelations of Mirza).

Kemudian ia menambahkan :" Saya menyesal, Saya tidak mempunyai
keberanian untuk mengikuti hal seperti itu dan kekurang beranian ini
merupakan kehormatan bagi saya." (Revelations of Mirza).

29 Maret 1907
Namun 5 tahun setelah tulisannya dalam Revelations of Mirza, Maulvi
Sanaullah memunculkan kembali masalah ini dan menantang HMGA
dan para pengikut beliau dengan kalimat berikut ini :
" Mirzaiya, jika kamu benar, maka datang dan bawalah Guru kalian
bersama kalian, Bawalah dia yang telah memberikan tantangan
mubahalah kepada saya dalam buku Anjami Atham" (Akhbar Ahli Hadees,
29 Maret 1907).

Kelihatannya Maulvi Sanaullah telah menerima Mubahalah walaupun
sangat aneh karena tantangan HMGA tersebut telah 10 tahun
lamanya.

4 April 1907
Dalam surat kabar Al Badr, HMGA mengumumkan penerimaan
beliau atas tantangan Mubahalah Maulvi Sanaullah.

15 April 1907
Kemudian HMGA dalam kaitan ini menerbitkan tulisan dengan judul
Keputusan Akhir mengenai Maulana Sanaullah Sahib Amritsari (Final
Decision with Maulana Sanaullah Sahib Amritsari).

Dalam tulisan tersebut beliau menyatakan kesediaan beliau atas
tantangan Maulvi Sanaullah untuk berdoa agar Allah memberikan
kematian Pendusta pada masa hidup orang yang Benar.

Namun karena Mubahala tidak dapat diputuskan tanpa kesepakatan dua
belah pihak, maka HMGA untuk memfinalkan tantangan mubahala
memberikan dua syarat pada tulisan beliau :
1. Maulvi Sanaullah menerbitkan pengumuman HMGA tesebut
dalam surat Kabar Ahli Hadees, dan
2. Maulvi Sanaullah menulis apa yang ia inginkan di bawah
pengumuman tsb.

26 April 1907
Maulvi Sanaullah menerbitkan pengumuman HMGA pada 15 April 1907
di dalam Surat Kabar Ahli Hadees tanggal 26 April 1907.
Namun mari kita lihat apa tulisannya di bawah pengumuman tersebut?

Ia menulis :

" Pertama-tama, persetujuan saya tidak diambil untuk doa (mubahalah)
ini dan pengumuman ini dipublikasikan tanpa persetujuan dari
saya"(Akhbar Ahli Hadees)

Kemudian ia melanjutkan :

" Tulisan anda tidak pada keadaan apapun tidak bersifat
pasti/menentukan" (Ibid)

Ia melanjutkan lagi :

" Jika saya mati, alasan apa yang membuat kematian saya akan
memberikan keteguhan pada orang lain?" (Ibid)

Bukan hanya itu, pada tulisan tambahan yang diberikan oleh Asistan
Editor yang kemudian diketahui dinyatakan benar oleh Maulvi
Sanaullah, Assisten Editor menulis :

" Tuhan memberikan kehidupan yang panjang kepada mereka yang
Pendusta, Penipu, Penjahat dan Pembangkang hingga selama waktu yang
diberikan kepada mereka, mereka dapat melakukan lebih banyak
kejahatan/keburukan   "(Ibid)

Maulvi Sanaullah lebih jauh menulis :
" Tulisan anda tidak dapat saya terima dan tidak pula seorangpun
yang bijaksana dapat menerimanya." (Ibid)

Agustus 1907
Dalam Bukunya Moraqqai Qadiani, Agustus 1907, Maulvi Sanaullah
menulis sbb.:
"Nabi Suci Muhammad saw, walaupun sebagai Nabi yang Benar, wafat
pada masa hidup Musailama Al Kazab.
Musailama, walaupun sebagai Pendusta, mati setelah kewafatan orang
yang Benar. Namun akhirnya ia mati dalam kekecewaan dan frustasi,
karena itu tidak ada keraguan pada kebenaran dari doa." (Moraqqai
Qadiani, Agustus 1907).

26 Mei 1908
Hadhrat Masih Mauud as wafat.

Agustus 1947
Terjadi Kerusuhan Besar di Amritsar sebagaimana dikisahkan dalam
Surat Kabar Al A'Tizan 15 Juni 1962 sbb:
" Pada Agustus 1947, di Amritsar terjadi suatu pemandangan suatu
Kiamat kecil. Kematian yang disebabkan oleh kerusuhan memenuhi
kediaman Maulana (Sanaullah) dan walaupun ia berhasil mengeluarkan
dirinya dan keluarganya dengan selamat, namun Ataullah anak lelaki
satu-satunya yang masih muda secara kejam terbantai di depan matanya
sendiri dan kekejaman tersebut melukai hatinya berkeping-keping."

Kemudian Maulana Abdul Majid Sohdarvi, Biographer kehidupan Maulana
Sanaullah dalam Bukunya Seerati Sanai di terbitkan oleh Maqbool Alam
Aam Press, Lahore menulis :
" Saat ia meninggalkan rumahnya, Pengacau dan penjarah yang sudah
menunggu kesempatan masuk kedalam rumah dan mengambil semua barang-
barang termasuk peralatan rumah tangga, uang , berlian dll. Setelah
merampok, penjarah membakar rumah maulvi. Bukan hanya itu mereka
juga membakar koleksi berharga dari buku-buku Maulana termasuk buku-
buku langka yang bernilai ribuan rupees dan Maulana telah membawanya
dengan susah payah dan biaya yang besar.

Kehilangan buku-buku tersebut membuat sedih Maulana sebagaimana
kehilangan anak laki-laki satu-satunya. Buku-buku tersebut merupakan
hal yang sangat berharga dalam hidupnya dan beberapa diantaranya
sangat langka hingga bukan hanya sangat sulit bahkan tidak mungkin
untuk mendapatkannya kembali.

Kesedihan tersebut tetap dirasakan Maulana hingga kematiannya dan
kenyataannya dua kejadian tragis itulah yang menjadi penyebab utama
kematiannya yang mendadak. Kematian yang mendadak anak lelaki satu-
satunya dan pembakaran koleksi bukunya yang sangat berharga, serta
kesedihan akibat kedua kemalangan itu dalam waktu yang singkat telah
mengambil kehidupannya."

Demikianlah kronologi peristiwa Mubahala antara Masih Mauud as
dengan Maulana Sanaullah Amritsari. Mudah-mudahan dapat bermanfaat.
  
     






























































































































































            CEuk kuring, bener henteuna hiji golongan lain padah seueur 
pengikutna kang??? kitu deui sawangsulna ulama nu teu aya pengikutna can tangtu 
teu leres, lain kang.
  Sigana mah asal cocok jeung selera, 
  "ah uing mah ngewa ka ulama A loba nyawad, loba ngalarang, loba nitah. 
Saeutik-saeutik haram, saeutik2 syirik, musrik, keras pisan teu cocok jeung 
hate ah...cocok jeung ulama  B ..sahate...teu loba ngalarang, teu loba nitah nu 
penting mah 10% we asup ka kas...atawa beres dawah mayar infaq"
  heuheu....nu kieu ulama nu bener???? naon bedana jeung penyayi kang? dagang 
sora....
  SLANK oge tetep we loba pengikutna.....ulama nu bener mah lain paloba2 
pengikutna kang, hayong direkrut kaya MLM jelema, supados dana ngucur 
.....ulama nu leres mah ulama nu istiqomah sanajan hirup dilimpudan ku 
kamiskinan, keukeuh pengkuh berpegang teguh ka alquran jeung assunnah,...teu 
ngabohong ka ummat, make ngaku2 ......
  BOHONG..!!!

   






























































































sanggem kuring ge, pami dina hal agama mayoritas mah teu acan nangtoskeun bener 
teu na mah. janten ulah ngabandingkeun sareng slankers atanapi mlm - teu aya 
relevansina.
mung hiji hal nu peryogi diperhatoskeun: umat nabi palsu mana nu ayeuna masih 
keneh aya?
pami teu aya [da memang moal aya], asumsi kuring ngeunaan al haqah salah.

o muhun, ieu oge ngeunaan kawafatan HMGA

salam,
yadi








  

                           

       

Kirim email ke