Origin of the Word 'Mosque'
Question: I was flipping through this book the other day called
'The Complete Idiot's Guide to Understanding Islam' and it is filled
with fun facts. One of them concerns the term 'Mosque'. This book
pointed out that the term 'mosque' is derived from the Spanish word
for 'mosquito'. It was termed as such because during the Crusades,
King Ferdinand said they were going to go and swat the Muslims 'like
mosquitoes'. Please let me know.
Answer: From my research, I have found that there are four
possible origins for the word 'mosque' in the English language. The
first possibility is that it derives from the French word 'mosquee'
that existed during the period in French linguistic history known as
'Middle French'. The second possibility is that it is a derivative of
the Arabic word 'masjid'. The third possibility is that it derives
from the Old Italian word 'moschea' and the final possibility is that
it comes from the Old Spanish word 'mezquita'. These various words
were used to describe the Muslim place of worship in the various
languages mentioned.
My research found no indication that mosque was derived from the
word 'mosquito'. Regarding the appearance of the term mosque in the
English language, scholars suggest it was around 1711 AD. This is far
after King Ferdinand and the Crusades. It might be that the term
'mezquita,' used to describe a masjid in old Spanish, came from the
word 'mosquito' and then subsequently the term 'mezquita' was used to
form the term mosque. However, this would not mean that the term
mosque was developed as a result of the story you related.
With the above in mind, I believe it is important to keep a
sensible perspective when approaching the origin of words. Words are
dynamic and over time often change their meanings from what they
originally may have been intended for. It is likely that there are
many words in all languages that result from the ignorance or hatred
that may have once existed between peoples, races, tribes or
religions. We should consider contemporary usage of words and the
intention of their current meanings as most important.
Two examples of this might help give a better perspective. The
term 'picnic' in the English language came under fire some years back
when certain scholars suggested that it was actually a shortened
version of 'pick a nigger'. Some decades ago, in the US, there was a
racist and vulgar practice known as lynching, where a mob of white
people would torture and mutilate a black person (then derogatively
called a 'nigger'), often under the false pretext that this person was
guilty of a crime. This lynching often involved an entire event where
people brought food and family to a park and watched the lynching.
Subsequent to the lynching they would take pictures next to the
mutilated body! Some scholars contend that the concept of a picnic,
and the actual term, resulted from this practice of 'picking a nigger'
to lynch and having a small feast at the event. Now despite the
possibility of a treacherous background to this word, its usage in
common times connotes nothing of the sort.
Similarly, the Arabic term 'ajami has commonly been used,
throughout Islamic history, to refer to non-Arabs or those who did not
speak Arabic. The meaning of this word is actually in reference to
those animals, like goats and cows, that make one syllable sounds.
Hence, the term contains cultural superiority and a arrogant insult
towards non-Arabic speakers. However, now this term has become
synonymous with non-Arabic speaking peoples, forsaking its original
background.
(Adnan Zulfiqar)
Citation: http://www.renaissance.com.pk/febq52y3.html
2008/7/19 Amat Hanafi <[EMAIL PROTECTED]>:
> Abdi kantos nampi e-mail anu nyebatkeun teu kenging nyebat Masjid ku Mosque.
>
>
>
> Kieu ari sejarahna teh :
>
> Waktos perang salib di Andalusia (Spanyo), dina hiji waktos kaum kafir
> (tentara salib) teh rempugan ngeunaan kumaha cara nu efektif dina merangan
> kaum muslimin. Si pimpinan tentara salib teh narokeun dimana tempat
> ngumpulna kaum muslimin. Salah sahiji anggota tentara salib teh ngabejakeun
> yeun kaum muslimin mah sok ngumpul di hiji tempat (Masjid-red) dina jumlah
> anu kacida lobana, ngan si eta tentara nu ngabejakeun teh teu apal naon ari
> tempatna ngumpul kaum muslimin tea. Cek manehna mun nyerang kaum muslimin
> kana eta tempat geus tangtu bakal loba kaum muslimin nu maot. Ngadenge
> pamanggih ti anak buahna kitu, celetuk bae si eta pimpinan tentara salib teh
> nyarios keiu (kira-kira) : "Oh, kacida gampangna geuning pikeun maehan kaum
> muslim teh mun kitu mah da geus ngumpul di hiji tempat. Mun kitu mah hayu
> urang serang eta tempat saperti urang nyerang reungit (mosquito). Tah ti
> saprak harita, jalma kafir nyebut masjid teh ku mosque.
>
>
>
> Tah ieu aya oleh-oleh sajarahna APRIL MOP :
>
>
>
> April FOOL
>
> Pada tarikh 1 April orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada
> orang lain April FOOL merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat
> Islam Spanyol oleh tentara Salib melalui cara-cara penipuan Sebab itulah,
> mereka merayakan April FOOL dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan
> walau dipenuhi dengan dalih sekadar hiburan belaka. Biasanya orang akan
> menjawab bahwa April FOOL, yang hanya berlaku pada tanggal 1 April, adalah
> hari di mana kita boleh saja menipu teman, orang tua, saudara, atau
> sejenisnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sedar bahwa
> dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah
> sedar kena April FOOL, maka dirinya juga akan tertawa atau paling tidak
> bengang sendiri, tentu saja bukan marah sungguhan. Walaupun belum sepopular
> perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April FOOL dalam dua dekade
> terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat kita.
> Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di
> kampung. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini
> tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak,
> bermanfaat atau sebaliknya.
>
> Tahukah anda, bahwa perayaan April FOOL yang selalu diakhiri dengan
> kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar
> yang sangat menyedihkan dan memilukan ???
>
> April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah
> Muslim Spanyol di tahun 1487, atau bertepatan dengan 892 H. Sejak dibebaskan
> Islam pada abad ke- 8M oleh Panglima Thariq bin Ziyad,Spanyol
> berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak
> saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri
> sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota
> Carcassone,
>
> Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat
> kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di
> daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.Islam telah menerangi Spanyol.
> Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak
> orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam.
> Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh
> mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun
> bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk
> musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan
> tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.
>
> Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal
> lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal.
> Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam
> Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni
> dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran
> dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan
> rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk
> membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca
> Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan
> perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini
> membuahkan hasil. Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai Pasukan Salib .
> Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa
> mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi
> juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu
> daerah di Spanyol jatuh.
>
> Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan . Penduduk-penduduk Islam di
> Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk
> menyelamatkan diri. Tentara-tentara Salib terus mengejar mereka.. Ketika
> jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan
> bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak muslim
> Granadayang masih bersembunyi di rumah-rumah.
>
> Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim
> Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar
> Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. Orang-orang Islam
> masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim
> diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan
> di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan,
> mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granadadan berlayar
> meninggalkan Spanyol. Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granadakeluar
> dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan,
> beriringan berjalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak
> mempercayai pasukan Salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di
> rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di
> pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah
> ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika
> mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang
> masih bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di
> pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari
> kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol.
> Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat
> apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri
> dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para
> tentara Salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
>
> Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib segara membantai
> umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir
> membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan
> kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi
> merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah
> yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai
> April FOOL (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang
> diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani,
> April FOOL merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam
> Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka
> merayakan April FOOL dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau
> dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka. Bagi umat
> Islam, April FOOL tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan.
>
> Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh
> tentara Salib di Granada, Spanyol.. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas
> juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang
> Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan
> ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol,
> 5 abad silam.
>
> Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan
> April FOOL sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya
> melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April
> itu ???
>
> Semoga membuka mata hati kita & Allah SWT akan menjadi saksi bagi kita
> semua. Amin.
>
> _____
>
> Al-Baqarah ( 2 ) : 120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang
> kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya
> petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu
> mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah
> tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.
>
> Al-Maidah ( 5 ) : 51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil
> orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian
> mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu
> mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk
> golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
> orang-orang yang zalim.
>
>
>
> Baktosna :
>
>
>
> Kang Amat Hanafi
>
> (Karawang)
>
> -----
> ________________________________
> Dapatkan alamat Email baru Anda!
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
>