Dictionary: mosque (mŏsk) pronunciation n.
A Muslim house of worship. [French mosquée, from Old French mousquaie, from Old Italian moschea, from moscheta, from Old Spanish mezquita, from Arabic masjid. See masjid.] citation: http://www.answers.com/topic/mosque 2008/7/19 mh <[EMAIL PROTECTED]>: > Origin of the Word 'Mosque' > > Question: I was flipping through this book the other day called > 'The Complete Idiot's Guide to Understanding Islam' and it is filled > with fun facts. One of them concerns the term 'Mosque'. This book > pointed out that the term 'mosque' is derived from the Spanish word > for 'mosquito'. It was termed as such because during the Crusades, > King Ferdinand said they were going to go and swat the Muslims 'like > mosquitoes'. Please let me know. > Answer: From my research, I have found that there are four > possible origins for the word 'mosque' in the English language. The > first possibility is that it derives from the French word 'mosquee' > that existed during the period in French linguistic history known as > 'Middle French'. The second possibility is that it is a derivative of > the Arabic word 'masjid'. The third possibility is that it derives > from the Old Italian word 'moschea' and the final possibility is that > it comes from the Old Spanish word 'mezquita'. These various words > were used to describe the Muslim place of worship in the various > languages mentioned. > My research found no indication that mosque was derived from the > word 'mosquito'. Regarding the appearance of the term mosque in the > English language, scholars suggest it was around 1711 AD. This is far > after King Ferdinand and the Crusades. It might be that the term > 'mezquita,' used to describe a masjid in old Spanish, came from the > word 'mosquito' and then subsequently the term 'mezquita' was used to > form the term mosque. However, this would not mean that the term > mosque was developed as a result of the story you related. > With the above in mind, I believe it is important to keep a > sensible perspective when approaching the origin of words. Words are > dynamic and over time often change their meanings from what they > originally may have been intended for. It is likely that there are > many words in all languages that result from the ignorance or hatred > that may have once existed between peoples, races, tribes or > religions. We should consider contemporary usage of words and the > intention of their current meanings as most important. > Two examples of this might help give a better perspective. The > term 'picnic' in the English language came under fire some years back > when certain scholars suggested that it was actually a shortened > version of 'pick a nigger'. Some decades ago, in the US, there was a > racist and vulgar practice known as lynching, where a mob of white > people would torture and mutilate a black person (then derogatively > called a 'nigger'), often under the false pretext that this person was > guilty of a crime. This lynching often involved an entire event where > people brought food and family to a park and watched the lynching. > Subsequent to the lynching they would take pictures next to the > mutilated body! Some scholars contend that the concept of a picnic, > and the actual term, resulted from this practice of 'picking a nigger' > to lynch and having a small feast at the event. Now despite the > possibility of a treacherous background to this word, its usage in > common times connotes nothing of the sort. > Similarly, the Arabic term 'ajami has commonly been used, > throughout Islamic history, to refer to non-Arabs or those who did not > speak Arabic. The meaning of this word is actually in reference to > those animals, like goats and cows, that make one syllable sounds. > Hence, the term contains cultural superiority and a arrogant insult > towards non-Arabic speakers. However, now this term has become > synonymous with non-Arabic speaking peoples, forsaking its original > background. > > (Adnan Zulfiqar) > > Citation: http://www.renaissance.com.pk/febq52y3.html > > > 2008/7/19 Amat Hanafi <[EMAIL PROTECTED]>: >> Abdi kantos nampi e-mail anu nyebatkeun teu kenging nyebat Masjid ku Mosque. >> >> >> >> Kieu ari sejarahna teh : >> >> Waktos perang salib di Andalusia (Spanyo), dina hiji waktos kaum kafir >> (tentara salib) teh rempugan ngeunaan kumaha cara nu efektif dina merangan >> kaum muslimin. Si pimpinan tentara salib teh narokeun dimana tempat >> ngumpulna kaum muslimin. Salah sahiji anggota tentara salib teh ngabejakeun >> yeun kaum muslimin mah sok ngumpul di hiji tempat (Masjid-red) dina jumlah >> anu kacida lobana, ngan si eta tentara nu ngabejakeun teh teu apal naon ari >> tempatna ngumpul kaum muslimin tea. Cek manehna mun nyerang kaum muslimin >> kana eta tempat geus tangtu bakal loba kaum muslimin nu maot. Ngadenge >> pamanggih ti anak buahna kitu, celetuk bae si eta pimpinan tentara salib teh >> nyarios keiu (kira-kira) : "Oh, kacida gampangna geuning pikeun maehan kaum >> muslim teh mun kitu mah da geus ngumpul di hiji tempat. Mun kitu mah hayu >> urang serang eta tempat saperti urang nyerang reungit (mosquito). Tah ti >> saprak harita, jalma kafir nyebut masjid teh ku mosque. >> >> >> >> Tah ieu aya oleh-oleh sajarahna APRIL MOP : >> >> >> >> April FOOL >> >> Pada tarikh 1 April orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada >> orang lain April FOOL merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat >> Islam Spanyol oleh tentara Salib melalui cara-cara penipuan Sebab itulah, >> mereka merayakan April FOOL dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan >> walau dipenuhi dengan dalih sekadar hiburan belaka. Biasanya orang akan >> menjawab bahwa April FOOL, yang hanya berlaku pada tanggal 1 April, adalah >> hari di mana kita boleh saja menipu teman, orang tua, saudara, atau >> sejenisnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sedar bahwa >> dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah >> sedar kena April FOOL, maka dirinya juga akan tertawa atau paling tidak >> bengang sendiri, tentu saja bukan marah sungguhan. Walaupun belum sepopular >> perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April FOOL dalam dua dekade >> terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat kita. >> Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di >> kampung. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini >> tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, >> bermanfaat atau sebaliknya. >> >> Tahukah anda, bahwa perayaan April FOOL yang selalu diakhiri dengan >> kegembiraan dan kepuasan itu, sesungguhnya berawal dari suatu tragedi besar >> yang sangat menyedihkan dan memilukan ??? >> >> April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah >> Muslim Spanyol di tahun 1487, atau bertepatan dengan 892 H. Sejak dibebaskan >> Islam pada abad ke- 8M oleh Panglima Thariq bin Ziyad,Spanyol >> berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak >> saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri >> sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota >> Carcassone, >> >> Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat >> kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Got dan Navaro di >> daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.Islam telah menerangi Spanyol. >> Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak >> orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. >> Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh >> mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun >> bertingkah laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk >> musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan >> tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya. >> >> Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal >> lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. >> Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam >> Spanyol. Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni >> dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran >> dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan >> rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk >> membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca >> Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan >> perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini >> membuahkan hasil. Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai Pasukan Salib . >> Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa >> mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi >> juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu >> daerah di Spanyol jatuh. >> >> Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan . Penduduk-penduduk Islam di >> Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk >> menyelamatkan diri. Tentara-tentara Salib terus mengejar mereka.. Ketika >> jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan >> bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak muslim >> Granadayang masih bersembunyi di rumah-rumah. >> >> Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim >> Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar >> Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. Orang-orang Islam >> masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim >> diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan >> di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, >> mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granadadan berlayar >> meninggalkan Spanyol. Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granadakeluar >> dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, >> beriringan berjalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak >> mempercayai pasukan Salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di >> rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di >> pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah >> ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika >> mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang >> masih bertahan di dalamnya. Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di >> pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari >> kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. >> Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat >> apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri >> dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para >> tentara Salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus. >> >> Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib segara membantai >> umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir >> membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan >> kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi >> merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah >> yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai >> April FOOL (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang >> diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat Kristiani, >> April FOOL merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam >> Spanyol oleh tentara Salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka >> merayakan April FOOL dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau >> dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka. Bagi umat >> Islam, April FOOL tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. >> >> Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh >> tentara Salib di Granada, Spanyol.. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas >> juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang >> Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan >> ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, >> 5 abad silam. >> >> Wahai saudara-saudariku sesama Muslim, sampai hatikah Anda semua merayakan >> April FOOL sekarang ini, setelah mengetahui apa yang sebenarnya >> melatarbelakangi perayaan yang diadakan dunia Barat setiap tanggal 1 April >> itu ??? >> >> Semoga membuka mata hati kita & Allah SWT akan menjadi saksi bagi kita >> semua. Amin. >> >> _____ >> >> Al-Baqarah ( 2 ) : 120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang >> kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya >> petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu >> mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah >> tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. >> >> Al-Maidah ( 5 ) : 51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil >> orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian >> mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu >> mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk >> golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada >> orang-orang yang zalim. >> >> >> >> Baktosna : >> >> >> >> Kang Amat Hanafi >> >> (Karawang) >> >> ----- >> ________________________________ >> Dapatkan alamat Email baru Anda! >> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! >> >

