hehehe... Sabenerna tulisan ieu sipatna rusiah. sabab dilakukeun dina konteks heureuy... Kabeneran, anu ngainpestigasi jeung nu diinpestigasina duanana babaturan. Nu hiji repoter Gatra, anu hiji Redpel Hidayah. Batur dalit; Ngan beda majalahna. Malah aya saurang deui di majalah laina. Tapi teuing kumaha bet bocor, terus kabocorkeun ka milis. Tapi inpo ieu pan geus heubeul. Hidayahna oge ayeuna geus teuing kumaha...
tantan On Wed, Aug 6, 2008 at 9:14 AM, H Surtiwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > panulis eta ti milis tatangga teh..sigana..heran pisan...kurang gaul > atanapi kurang info dunia business..terus ngahakiman..ku pamadegan moral > sorangan...kaci...kaci.... > > > On 8/6/08, Dirgahayu, Rachman <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> Dari millist tetangga >> >> Saya sangat khawatir dengan perkembangan "Islam Belatung" yang cukup >> pesat sekarang ini. Yang saya maksud dengan "Islam Belatung" adalah Islam >> yang >> >> digambarkan melalui cerita teror-horor seperti "belatung keluar dari >> perut >> si fulan karena melakukan dosa anu" atau "kuburan tak mau menerima jasad >> >> sifulan karena dosa anu" dan cerita2 semacamnya. Maaf jika istilah saya >> untuk >> menggambarkan 'Islam' yang disampaikan dengan cara itu cukup kasar, sebab >> saya >> kira cerita2 demikian sesungguhnya dusta dan hanya menodai kesucian dan >> kemurnian >> Islam yang "sejati". >> >> Cerita2 itu sekadar sampah, yang karena ketidaktahuan umat Islam, kemudian >> menjadi >> seolah-olah kisah agung yang wajib diketahui semua muslim yang saleh.. >> >> Sekitar dua-tiga tahun lalu, saya masih ingat persis seorang teman yang >> juga alumni >> HMI Bogor pernah bercerita kepada saya. Dia waktu itu reporter majalah >> Gatra dan sedang >> ditugaskan untuk menginvestigasi majalah Hidayah-Intisari Islam, sebab >> majalah tsb >> dianggap fenomenal. >> Dalam arti, oplag-nya besar meskipun usianya relatif baru beberapa tahun. >> >> Ketika datang ke kantor majalah Hidayah, ia sempat kebingungan karena >> tempat yang didatangi ternyata kantor tabloid Pop, tabloid porno. Hampir >> balik lagi karena menyangka salah alamat, ia tanya orang2 di tempat itu. >> Ealah… ternyata kantor Hidayah letaknya juga di tempat yang sama. Ia >> penasaran, mengapa tabloid dari 'aliran' berbeda bisa menempati kantor >> yang sama? Selidik punya selidik, ternyata penerbit keduanya sama, yaitu >> PT >> Varia Pop Nusantara. >> >> Setelah mendengar cerita dia, saya cek dengan melihat nama penerbit pada >> majalah dan tabloid tsb. Astaghfirullah, ternyata sama… PT Varia Pop >> Nusantara.. Silakan teman2 juga cek langsung. Teman saya juga sempat >> bertanya >> kepada pimred Hidayah waktu itu, apakah cerita yang ditampilkan dalam >> Hidayah benar adanya. >> Dijawab, bahwa cerita2 tsb diperoleh reporter Hidayah dari masyarakat. >> Benar tidaknya wallahu a'lam! >> >> Kesimpulan saya: >> 1. Karena penerbitnya sama, sebenarnya tujuan Hidayah dan Pop juga sama, >> yakni, mencari untung sebesar2nya. Bedanya, Pop membidik pasar pria2 >> mesum, sedangkan Hidayah mentargetkan pasar kaum muslim kebanyakan. Saya >> tidak >> tahu seberapa besar jumlah pria mesum yang suka Pop. Tetapi, jumlah kaum >> muslim yang bisa dipikat dengan cerita2 horor yang ditampilkan Hidayah, >> saya yakin sangat banyak. Terbukti, Hidayah dibeli banyak orang. >> 2. Strategi yang digunakan penerbit tsb adalah "mengalalkan segala >> cara". Porno atau 'Islami', selama itu menguntungkan, sikat teruss… >> 3. Ada kemungkinan, keuntungan dari Hidayah digunakan untuk mensubsidi >> Pop... (Pop butuh subsidi karena kalah bersaing dengan media porno >> sejenis, >> menurut info seorang teman yang lain). Jadi kalau kita beli Hidayah, >> sama saja mensupport Pop. >> 4.Asumsi saya, siapapun di balik majalah Pop adalah manusia bejat moral. >> Tidak logis jika manusia semacam itu, melalui majalah Hidayah-nya, punya >> niat baik untuk mendakwahkan Islam yang benar. >> 5.Majalah Hidayah adalah majalah tipu2 dan menyesatkan umat Islam. >> Demikian pula majalah sejenis yang akhir2 ini bermunculan. Saya >> bertanya-tanya, >> apakah kyai2 kita tidak tahu hal ini? Dalam rubrik konsultasi majalah >> Hidayah, salah satu pengisinya adalah Kyai Ali Yafie, kyai sepuh yang >> tak diragukan lagi kualitas keilmuannya terutama dalam bidang ilmu fiqih. >> (Dalam versi Hidayah sekarang, juga ada Ust Arifin Ilham ulama2 lain >> yang cukup terkenal). Saya tidak pernah mendengar Nabi mengajarkan Islam >> dengan cerita2 horor. Kalaupun ada dalam Quran hanyalah cerita2 tentang >> neraka, >> tak lebih dari itu. Islam yang disampaikan Nabi adalah Islam yang penuh >> hikmah dan >> mauidzah. >> IMPORTANT NOTICE: >> The information in this email (and any attachments) is confidential. If >> you are not the intended recipient, you must not use or disseminate the >> information. If you have received this email in error, please immediately >> notify me by "Reply" command and permanently delete the original and any >> copies or printouts thereof. Although this email and any attachments are >> believed to be free of any virus or other defect that might affect any >> computer system into which it is received and opened, it is the >> responsibility of the recipient to ensure that it is virus free and no >> responsibility is accepted by American International Group, Inc. or its >> subsidiaries or affiliates either jointly or severally, for any loss or >> damage arising in any way from its use. >> >> >> > > -- tantan hermansah | SM 1270

