kuring maca email ieu teh kira2 2 taunan katukang, sareng upami teu lepat
aya klarifikasi-na  ti pihak Majalah Hidayah, hanjakal arsip emailna
kahapus.

Punten manawi aya anu masih keneh nyimpen arsip klarifikasi ti majalah
hidayah, posting didieu.

CMIIW


baktos

toha

Pada 6 Agustus 2008 07:35, Dirgahayu, Rachman
<[EMAIL PROTECTED]>menulis:

>    Dari millist tetangga
>
>  Saya sangat khawatir dengan perkembangan "Islam Belatung" yang cukup
> pesat sekarang ini. Yang saya maksud dengan "Islam Belatung" adalah Islam
> yang
>
>  digambarkan melalui cerita teror-horor seperti "belatung keluar dari perut
>
> si fulan karena   melakukan dosa anu" atau "kuburan tak mau menerima jasad
> sifulan karena dosa anu" dan cerita2 semacamnya. Maaf jika istilah saya
> untuk
>  menggambarkan 'Islam' yang disampaikan dengan cara itu cukup kasar, sebab
> saya
> kira cerita2 demikian sesungguhnya dusta dan hanya menodai kesucian dan
> kemurnian
> Islam yang "sejati".
>
> Cerita2 itu sekadar sampah, yang karena ketidaktahuan umat Islam, kemudian
> menjadi
> seolah-olah kisah agung yang wajib diketahui semua muslim yang saleh..
>
> Sekitar dua-tiga tahun lalu, saya masih ingat persis seorang teman yang
> juga alumni
> HMI Bogor pernah bercerita kepada saya. Dia waktu itu reporter majalah
> Gatra dan sedang
>  ditugaskan untuk menginvestigasi majalah Hidayah-Intisari Islam, sebab
> majalah tsb
> dianggap fenomenal.
> Dalam arti, oplag-nya besar meskipun usianya relatif baru beberapa tahun.
>
> Ketika datang ke kantor majalah Hidayah, ia sempat kebingungan karena
> tempat yang didatangi ternyata kantor tabloid Pop, tabloid porno. Hampir
> balik lagi karena menyangka salah alamat, ia tanya orang2 di tempat itu.
> Ealah… ternyata kantor Hidayah letaknya juga di tempat yang sama. Ia
> penasaran, mengapa tabloid dari 'aliran' berbeda bisa menempati kantor
> yang sama? Selidik punya selidik, ternyata penerbit keduanya sama, yaitu PT
> Varia Pop Nusantara.
>
> Setelah mendengar cerita dia, saya cek dengan melihat nama penerbit pada
> majalah dan tabloid tsb. Astaghfirullah, ternyata sama… PT Varia Pop
> Nusantara.. Silakan teman2 juga cek langsung. Teman saya juga sempat
> bertanya
> kepada pimred Hidayah waktu itu, apakah cerita yang ditampilkan dalam
> Hidayah benar adanya.
> Dijawab, bahwa cerita2 tsb diperoleh reporter Hidayah dari masyarakat.
> Benar tidaknya wallahu a'lam!
>
> Kesimpulan saya:
> 1. Karena penerbitnya sama, sebenarnya tujuan Hidayah dan Pop juga sama,
> yakni, mencari untung sebesar2nya. Bedanya, Pop membidik pasar pria2
> mesum, sedangkan Hidayah mentargetkan pasar kaum muslim kebanyakan. Saya
> tidak
> tahu seberapa besar jumlah pria mesum yang suka Pop. Tetapi, jumlah kaum
> muslim yang bisa dipikat dengan cerita2 horor yang ditampilkan Hidayah,
> saya yakin sangat banyak. Terbukti, Hidayah dibeli banyak orang.
> 2. Strategi yang digunakan penerbit tsb adalah "mengalalkan segala
> cara". Porno atau 'Islami', selama itu menguntungkan, sikat teruss…
> 3. Ada kemungkinan, keuntungan dari Hidayah digunakan untuk mensubsidi
> Pop... (Pop butuh subsidi karena kalah bersaing dengan media porno sejenis,
> menurut info seorang teman yang lain). Jadi kalau kita beli Hidayah,
> sama saja mensupport Pop.
> 4.Asumsi saya, siapapun di balik majalah Pop adalah manusia bejat moral.
> Tidak logis jika manusia semacam itu, melalui majalah Hidayah-nya, punya
> niat baik untuk mendakwahkan Islam yang benar.
> 5.Majalah Hidayah adalah majalah tipu2 dan menyesatkan umat Islam.
> Demikian pula majalah sejenis yang akhir2 ini bermunculan. Saya
> bertanya-tanya,
> apakah kyai2 kita tidak tahu hal ini? Dalam rubrik konsultasi majalah
> Hidayah, salah satu pengisinya adalah Kyai Ali Yafie, kyai sepuh yang
> tak diragukan lagi kualitas keilmuannya terutama dalam bidang ilmu fiqih.
> (Dalam versi Hidayah sekarang, juga ada Ust Arifin Ilham ulama2 lain
> yang cukup terkenal). Saya tidak pernah mendengar Nabi mengajarkan Islam
> dengan cerita2 horor. Kalaupun ada dalam Quran hanyalah cerita2 tentang
> neraka,
> tak lebih dari itu. Islam yang disampaikan Nabi adalah Islam yang penuh
> hikmah dan
> mauidzah.
>  IMPORTANT NOTICE:
> The information in this email (and any attachments) is confidential. If you
> are not the intended recipient, you must not use or disseminate the
> information. If you have received this email in error, please immediately
> notify me by "Reply" command and permanently delete the original and any
> copies or printouts thereof. Although this email and any attachments are
> believed to be free of any virus or other defect that might affect any
> computer system into which it is received and opened, it is the
> responsibility of the recipient to ensure that it is virus free and no
> responsibility is accepted by American International Group, Inc. or its
> subsidiaries or affiliates either jointly or severally, for any loss or
> damage arising in any way from its use.
>  
>



-- 
Regards

Toha
-----------------------------------------------------------------------
"Jika ada Kemauan, Pasti ada Jalan".
"Jika belum Ketemu Jalan, Buatlah Jalan"

Kirim email ke