Gerhana Bulan Sebagian di Hari Kemerdekaan RI

Oleh Moedji Raharto

Bila langit cerah pada Ahad dini hari tanggal 17 Agustus 2008,
penduduk di seluruh wilayah Indonesia akan menyaksikan Gerhana Bulan
Sebagian (GBS-17 Agustus 2008). Seluruh momen GBS-17 Agustus 2008
yaitu sejak bulan memasuki kawasan penumbra bumi dan meninggalkan
kawasan tersebut akan berlangsung dari pukul 1.23 WIB hingga pukul
6.57 WIB atau sekitar 5 jam 34 menit.

Momen gerhana umbra GBS-17 Agustus 2008 yaitu sejak bulan memasuki
kawasan umbra bumi dan meninggalkan kawasan tersebut akan berlangsung
mulai pukul 2.35 WIB hingga pukul 5.44 WIB atau sekitar 3 jam 9 menit.
Sebagian wilayah Indonesia tidak bisa menyaksikan momen akhir gerhana
bulan karena bulan akan terbenam dalam keadaan gerhana. Wajah bulan
purnama yang dijadwalkan pada Ahad, 17 Agustus pukul 4.16 WIB tidak
tampak seterang bulan purnama yang seharusnya. Sorot cahaya matahari
tidak sepenuhnya menyorot bagian permukaan bulan yang menghadap bumi.
Sebagian sorot cahaya matahari ke permukaan bulan itu terhalang oleh
bumi. Sebagian permukaan bulan yang relatif gelap pada saat gerhana
umbra menandakan bahwa bagian bulan tersebut berada di kawasan umbra
bumi. Pada saat bagian bulan berada di kawasan umbra bumi, sorot
cahaya matahari di bagian tersebut secara totalitas (100%) tidak
sampai ke permukaan bulan.

Secara lengkap jadwal GBS-17 Agustus 2008, diawali dengan bagian timur
bulan memasuki kawasan penumbra atau gerhana penumbra dimulai pada
Ahad 17 Agustus 2008 pukul 1.23 WIB. Pada saat bulan di kawasan
penumbra, mata manusia sukar membedakan perubahan kecemerlangan bulan.
Bagi awam akan mudah menyaksikan gerhana bulan pada saat bulan
memasuki kawasan umbra bumi. Satu jam 12 menit kemudian atau pada jam
2.35 WIB, bulan akan memasuki kawasan umbra bumi. Bulan memasuki
kawasan umbra bumi mencapai maksimum atau sekitar 80% pada pukul 4.10
WIB. Pada saat itu, bagian Kutub Selatan bulan mendingin di kawasan
umbra bumi, sedangkan bagian kutub utara masih sangat panas menerima
sorot cahaya matahari yang penuh karena berada di luar kawasan umbra
maupun penumbra bumi. Sejam 34 menit kemudian bulan akan meninggalkan
kawasan umbra pada pukul 5.44 WIB dan kawasan penumbra akan
ditinggalkannya pada pukul 6.57 WIB.

Walaupun awal gerhana Bulan GBS-17 Agustus 2008 bisa disaksikan di
seluruh wilayah Indonesia, kawasan Indonesia Barat lebih berpeluang
menyaksikan momen-momen gerhana bulan lebih lama, sebelum bulan
terbenam. Sebagian wilayah Indonesia Timur dan Tengah menyaksikan
bulan terbenam dalam keadaan gerhana. Misalnya di Bandung, bulan
terbenam pada pukul 6.02 WIB, di Makassar bulan terbenam pada pukul
5.11 WIB, di Surabaya bulan terbenam pada pukul 5.41 WIB, Sabang Aceh
bulan terbenam pada pukul 6.41 WIB. Para pemburu gerhana akan
mendapatkan suasana fajar yang menyingsing di kaki langit timur
mengiring terbenamnya bulan dalam keadaan gerhana di kaki langit
barat.

GBS-17 Agustus 2008 dapat disaksikan dengan mata telanjang, wajah
bulan purnama dan bulan dalam keadaan gerhana tidak berbahaya untuk
ditatap dengan mata telanjang. Pada saat gerhana, bulan sedang berada
di langit selatan (di sekitar rasi Aquarius) dengan deklinasi -12
derajat akan menguntungkan bagi pengamat di Indonesia yang berlokasi
di dekat ekuator, posisi bulan cukup tinggi di arah langit barat.
Teropong-teropong kecil atau binokuler juga bisa dipergunakan untuk
melihat permukaan bulan yang melewati kawasan umbra bumi lebih detail.
GBS-17 Agustus 2008 menarik untuk dilihat karena keunikannya pada
setiap gerhana bulan akibat dinamika kandungan debu angkasa planet
bumi dan fenomena transien di permukaan bulan akibat hunjaman batuan
ruang angkasa.

GBS-17 Agustus 2008 merupakan satu-satunya fenomena gerhana dari empat
gerhana 2008 yang bisa disaksikan di kawasan Indonesia. Terdapat dua
musim gerhana, bulan Februari dan bulan Agustus dengan empat gerhana
yaitu pertama gerhana matahari cincin (GMC) 7 Februari 2008 tidak bisa
disaksikan di Indonesia (jalur GMC di kawasan kutub Selatan Bumi),
kedua gerhana bulan total (GBT) 21 Februari 2008 tidak bisa disaksikan
di Indonesia (dapat disaksikan dari kawasan Afrika, Eropa, sebagian
Asia Tengah dan Amerika Selatan, Amerika Serikat, Kanada, dan kawasan
Kutub Utara), ketiga gerhana matahari total (GMT) 1 Agustus 2008 tidak
bisa disaksikan di Indonesia (jalur GMT di kawasan Kutub Utara bumi)
dan keempat gerhana bulan sebagian (GBS) 16-17 Agustus 2008 bisa
disaksikan dari seluruh wilayah Indonesia. Pada saat gerhana bulan
berada pada posisi di horizon barat. Selain dari wilayah Indonesia,
GBS Agustus 2008 atau GBS – Hari Kemerdekaan RI ke-63 juga dapat
disaksikan di Afrika, India, Arab Saudi, Cina, Jepang, Asia Tengah,
Eropa, Iran, Irak, Amerika selatan, Australia, Lautan Hindia, Lautan
Atlantik.

GBS-17 Agustus 2008 merupakan GBS ke-4 di abad 21. GBS yang pertama
abad 21 telah berlangsung 5 Juli 2001, dan diperingati dalam sampul
peringatan komunitas philatelic di Indonesia. GBS-17 Agustus 2008
merupakan gerhana bulan dengan seri Saros bernomor 138, gerhana bulan
ke-29 dari 83 gerhana bulan dalam seri Saros 138. Gerhana bulan seri
Saros 138 mulai dari 5 Oktober 1503 dan berakhir pada 30 Maret 2982
atau lama gerhana dalam seri Saros ini 1.478,4 tahun. Komposisi
gerhana bulan seri Saros 138 adalah 43 gerhana bulan penumbra, 14 GBS,
26 GBT.

Jumlah bulan purnama dari 17 Agustus 1945 hingga 17 Agustus 2008
adalah 779 bulan purnama dan hanya tiga di antaranya bertepatan dengan
tanggal 17 Agustus, yaitu bulan purnama pada tahun 1951, 1970, dan
1989. Ketiga bulan purnama yang bertepatan dengan gerhana bulan
penumbra 17 Agustus 1951 (pertengahan Dzulkaedah 1370 H), GBS 17
Agustus 1970 (pertengahan Jumadil Akhir 1390 H) dan GBT 17 Agustus
1989 (pertengahan Muharram 1410 H). Ketiga fenomena gerhana bulan pada
hari kemerdekaan RI itu tidak bisa disaksikan dari Indonesia.

Fenomena gerhana bulan dan gerhana matahari itu adalah penempatan
orbit bulan dengan kemiringan sekitar 5 derajat terhadap ekliptika
yang optimum sehingga manusia dapat mengenal GBT, GBS, gerhana bulan
penumbra, GMT, gerhana matahari cincin, dan gerhana matahari sebagian.
Diameter bola gas matahari hampir 1.400.000 km (1.392.000 km) dan
diameter bola karang bulan, hampir 3.500 km (tepatnya 3.476 km).
Perbandingan diameter matahari terhadap diameter bulan sekitar 400
sedangkan perbandingan jarak bumi-matahari terhadap jarak bumi-bulan
antara 362 hingga 419. Diameter sudut matahari dibandingkan dengan
diameter sudut bulan berkisar antara 95% lebih kecil atau 110% lebih
besar. Variasi diameter sudut ini yang melahirkan variasi gerhana
matahari dan juga gerhana bulan di saat musim gerhana tiba, saat
posisi matahari dekat di salah satu titik simpul orbit bulan dan
matahari.

Bulan purnama dan matahari menggubah suasana langit, ada siang dan ada
malam yang terang dengan cahaya bulan purnama. Bila bulan berfungsi
untuk menstabilkan sumbu rotasi bumi, matahari menambat planet dan
anggota tata surya lainnya. Energi radiasi matahari sebagai penghangat
biosfer bumi, penghangat benda langit di ruang tata surya dan
sekaligus penerang ruang tata surya sehingga manusia bisa mengenali
batuan anggota tata surya yang memantulkan cahaya matahari.

GBS yang berlangsung pada pertengahan bulan Saban 1429 H, mengingatkan
umat Islam akan memasuki bulan suci Ramadan 1429 H setengah bulan
lagi. Waktu gerhana Bulan dini hari, momen gerhana penumbra mulai
pukul 1.23 WIB dan momen gerhana umbra mulai pukul 2.35 wib, merupakan
untaian momen untuk membina spiritual umat Islam melalui salat gerhana
bulan (Khusuf), salat malam (Tahajud) dan salat Subuh. Momen untuk
mensyukuri dan merenungkan makna karunia 63 tahun "kemerdekaan" dan
berlalunya fenomena alam GBS-17 Agustus 2008. Bola karang bulan yang
sangat panas sekitar 100 C mengalami pendinginan dan pemanasan kembali
yang relatif mendadak karena sorot radiasi matahari berkurang hingga
sorot radiasi itu secara total terhalang oleh Bumi. Proses pendinginan
itu secara keseluruhan akan memakan waktu 5 jam 34 menit, dimulai
dengan pengurangan secara gradual selama 1 jam 12 menit dan kemudian
selama 3 jam 9 menit bagian yang berada di kawasan umbra akan
mengalami pendinginan total dan 1 jam 13 menit terakhir pendinginan
berakhir secara gradual, sorot cahaya matahari kembali akan memanasi
karang bulan. Dalam keadaan normal, proses pemanasan dan pendinginan
karang permukaan bulan berlangsung secara perlahan selama 29,40662
hari atau 705 jam 45 menit. Pada momen gerhana umbra pada GBS-17
Agustus 2008 bisa kita bayangkan seperti sebuah musim dingin yang
singkat di Bulan hanya sekitar 3 jam, pemanasan karang bulan secara
total berkurang secara gradual hingga pengurangan tersebut mencapai
maksimum sekitar 80%. Pemandangan langit malam tanpa matahari dan
tanpa bumi, korona matahari tanpa bundaran bola gas pijar matahari
yang menyilaukan dapat di saksikan dari kawasan permukaan bulan yang
berada di kawasan umbra bumi tersebut.

Pada saat GBS-17 Agustus 2008 mencapai maksimum, kedudukan pusat pulan
masih berjarak sekitar 3.200 km dari titik sentral umbra bumi. Pada
saat itu, komponen gaya pasang-surut oleh bulan dan matahari hampir
mencapai maksimum pada putaran revolusi bulan di bulan Saban 1429 H.
Gelombang pasang air laut pada hari kemerdekaan 17 Agustus 2008 akan
berlangsung sehubungan dengan gaya pasang-surut bulan dan matahari
akan bekerja maksimal pada air laut. Secara teoritis, gaya pasang
surut tersebut mengangkat gelombang pasang hampir 1 meter, namun
angin, struktur pantai, celah, dan semenanjung, serta jajaran
pulau-pulau, dan cuaca lokal akan memicu tinggi gelombang pasang lebih
dari 1 meter. Walaupun tidak setiap bulan purnama terjadi gempa bumi,
namun frekuensi terjadinya gempa di kawasan yang rawan gempa yang
bertepatan dengan fase bulan purnama atau bulan mati tidak bisa
diabaikan.

Oleh karena itu, kemungkinan gempa bumi bisa saja berlangsung
mengiring fenomena gerhana bulan atau fenomena bulan purnama, hal itu
tidak perlu dirisaukan, walaupun kita perlu mewaspadainya dan
mencermatinya, karena memang kita hidup di kawasan rawan gempa. Bulan
dan matahari serta berbagai fenomena yang dibangkitkannya merupakan
jalan ilmu pengetahuan alam semesta bagi mahluk cerdas di planet Bumi
untuk disyukuri dan ditimba berbagai hikmah yang dianugerahkan oleh
Allah, Dialah Yang Maha Pencipta. Semoga cinta bersemi, tumbuh, dan
berkembang dalam jiwa spiritualitas yang senatiasa mendekat kepada
Allah, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha
Cendekia.***

Penulis, Kelompok Keahlian Astronomi, FMIPA ITB.

Citation: 
http://newspaper.pikiran-rakyat.co.id/prprint.php?mib=beritadetail&id=27813

------------------------------------

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke