Bah Willy, Bah Iwa, walah geuning enya we, lain ukur beurit tapi oge kalong, jadi katuangan khas urang Sulawesi Utara.
salam, mh ====== Ke Tomohon, Makan Tikus atau Kelelawar? Apr 14, '08 6:30 PM Tomohon Jalan-jalan ke Sulawesi Utara, tidak lengkap rasanya kalau belum mengunjungi Tomohon. Sekilas, daerah Tomohon mirip dengan Puncak-Bogor. Jalannya yang menanjak, berkelok-kelok,dan juga udaranya yang sejuk. Dikenal sebagai Kota Bunga, di sepanjang jalan Tomohon baik sisi kanan mau pun kiri terdapat rumah Makan atau tempat persinggahan. Hanya saja, pemandangannya didominasi oleh pohon kelapa-pohon kelapa. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk singgah dan menyantap makanan di daerah ini. Sampai di KM 16, saya berhenti di Rumah Makan Tinoor Jaya, yang cukup terkenal.Karena mayoritas penduduknya menganut agama Kristen, tak heran jika banyak makanan yang tidak 'halal'. Begitu memasuki rumah makan, saya langsung disambut oleh pemiliknya sendiri, Anna Karinda. Kemudian, hidangan-hidangan khas Tomohon disajikan di meja saya. Ada paniki (kelelawar) yang dimasak woku, babi hutan, tikus goreng, RW (anjing) dan tidak lupa nasi bungkus (di Jawa kita kenal dengan lontong). Wow, ada tikus juga. Bagi sebagian orang, pasti tidak pernah membayangkan untuk menyantap tikus. Tetapi tidak bagi masyarakat Tomohon. Daging tikus adalah salah satu santapan lezat yang disukai masyarakat. Jangan khawatir, tikus yang dimasak juga bukan tikus yang sering berkeliaran di dalam rumah. Namun, jenis tikus sawah atau tikus hutan yang bentuknya lebih besar. Kata orang, rasa daging tikus tidak kalah enak dengan daging babi. Makanan-makanan ini semuanya menarik untuk dicoba. Tetapi saya memilih untuk memakan sup brenebon saja, karena belum terlalu lapar. Sup yang berisi kacang merah ini memang sangat cocok dimakan selagi hangat di tengah dinginnya udara Tomohon. Kecuali tikus, harga per porsinya rata-rata Rp 35.000. Sedangkan, tikus goreng sedikit mahal, seharga Rp 60.000 per porsi, mungkin karena agak susah mendapatkannya. Nah, buat yang mempunyai lidah adventurer, berwisata kuliner ke Tomohon menarik untuk dicoba. Rosliana Valentina (c) 2008 Kompas 2008/8/19 H Surtiwa <[EMAIL PROTECTED]>: > Di Indo mah tos .lami mangga jalan2 ka pasar2 di Mnado...enegke katingal anu > gareulis keur milih beurit leuweung anu parantos direrab..teu aya buluna > deui...buntutna...panjang..ditalikeun per 3 beurit....... > > On 8/16/08, mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> Warga 'dianjurkan makan tikus' >> >> Oleh Amarnath Tewary >> BBC News, Patna >> >> Seorang pejabat di negara bagian Bihar, India, mengungkapkan gagasan >> baru untuk mendorong warga miskin dari kasta terendah di negara itu >> mengatasi kekurangan pangan - daging tikus. >> >> Menteri Utama Departemen Kesejahteraan Sosial di negara bagian itu, >> Vijay Prakash, mengatakan dia mengajukan usulan itu setelah "melakukan >> banyak survei dan penelitian lapangan". >> >> Masyarakat Musahar di Bihar yang sangat miskin punya kebiasaan memakan >> tikus. >> >> Penduduk Musahar berada di urutan terbawah dalam sistem kasta di >> India, dengan tingkat melek huruf dan perdapatan per kepala terendah. >> >> Kurang dari satu persen dari 2,3 juta penduduk Musahar di Bihar bisa >> membaca dan 98% dari mereka tidak memiliki lahan. >> >> Makanan lezat >> >> Prakash mengatakan usulannya untuk mempopulerkan daging tikus >> bertujuan untuk memperbaiki kondisi sosial-ekonomi mereka. >> >> "Ada keuntungan ganda dari proposal ini. Pertama, kami bisa menghemat >> sekitar separuh dari simpanan biji-bijian kami dengan menangkap dan >> memakan tikus dan yang kedua, kami bisa memperbaiki kondisi >> perekonomian masyarakat Musahar," katanya kepada BBC. >> >> Orang sekarang lebih suka memakan daging tikus dibandingkan ayam atau >> kambing karena lebih murah, lebih lezat dan sehat >> >> Menurut Prakash, sekitar 50% dari total simpanan biji-bijian di negara >> itu dimakan oleh tikus. >> >> Dia mengatakan dengan mempromosikan daging tikus, jumlah simpanan >> biji-bijian yang dapat diselamatkan lebih besar sementara tingkat >> kelaparan di kalangan masyarakat Musahar akan dapat dikurangi. >> >> Dia mengatakan daging tikus tidak hanya makanan lezat tetapi juga kaya >> akan protein, dan daging tikus digemari di Thailand dan Prancis. >> >> "Tikus hampir tidak memiliki tulang dan bergizi. Banyak orang tidak >> menyadari fakta kuliner ini tetapi lama-lama mereka akan tahu." >> >> Namun Prakash kemungkinan akan sulit mempopulerkan strategi semacam >> ini di masyarakat yang konservatif seperti di Bihar dan negara-negara >> bagian lainnya di India utara. >> >> Prakash mengatakan dia punya resep yang membuat daging tikus menjadi >> santapan lezat, yang sekarang akan dia sebarkan ke semua hotel di >> Bihar. >> >> Dia juga mendorong pertanian tikus sama seperti pertanian ayam. >> >> Meski memakan daging tikus masih menjadi stigma di daerah-daerah >> perkotaan, Prakash mengatakan penelitian yang dia lakukan >> mengungkapkan bahwa tikus adalah makanan kegemaran di sebagian daerah >> Bihar. >> >> Citation: >> http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/08/080813_indiafoodrat.shtml >> >> > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > http://groups.yahoo.com/group/baraya_sunda/ > http://barayasunda.servertalk.in/index.php?mforum=barayasunda > > > [Ti urang, nu urang, ku urang jeung keur urang balarea]Yahoo! Groups Links > > > >

