Di Tanjungsari sumedang di lembur simkuring aya gua peteng, tilas gua jepang saurna. Kondisina meni pikasediheun saentasna taneuhna di doseran, cing atuh nya pemda sumedang aya perhatosan, malah nu hiji deui mah geus ngaleungit teuing ka mana
Kabehna da aya tiluna ngagunduk From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Aldo Desatura ™ Sent: Friday, August 15, 2008 2:16 PM To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Subject: [Urang Sunda] Di Sumedang Benteng Air Pun Ada rupina... loba bisan benteng di kota sumedang... hebad pisan walanda teh... hanjakal nu disesakeun jeung di gedekeun ku bangsa nu ngaragragkeun kahebatan walanda ngan ukur korupsina... sakali deui... hanjakal.... pahlawan ti sumedang jeung indonesia ngan ukur ngorbankeun nyawa .. teu bisa walayakaya..... punteun teu disundakeun Minggu , 03 Agustus 2008 , Di Sumedang Benteng Air Pun Ada Deddi Rustandi SELAIN dikelilingi oleh perbukitan, Sumedang Kota juga dikeliling banyak sekali benteng. Benteng-benteng peninggalan pemerintah kolonial Belanda itu tersebar di beberapa titik. Sayang tak banyak yang tahu. KEBANYAKAN orang hanya tahu, benteng peninggalan Belanda di sekeliling Sumedang hanya berada di Gunung Palasari dan Kunci. Padahal, ada enam titik benteng yang dibangun Belanda di Sumedang, termasuk benteng air di Sungai Cipeles yang membelah Sumedang. Semua benteng dan instalasi militer itu menempati lokasi sangat strategis. Letaknya berada di puncak bukit, sehingga jika kita berdiri di sana, Sumedang Kota yang berada di dataran yang lebih rendah bisa dilihat dengan jelas. Bahkan dari benteng yang ada di Pasir Bilik, Gunung Datar, perbatasan Sumedang Utara dan Tanjungkerta, orang bisa melihat Laut Jawa dengan cukup jelas. Warga setempat menyebut benteng ini dengan nama Gedong Peteng. Benteng-benteng itu dibangun pada periode tahun 1914- 1918. Benteng di Gunung Gadung, Pamarisen dan Benteng Darmaga di Darangdan, semuanya dibangun pada tahun 1915. Benteng-benteng tersebut memiliki fungsi yang berbeda. Benteng di Pamarisen yang terdiri dari dua bangunan diperkirakan untuk menyimpan amunisi. Konstruksinya terbuat dari beton bertulang. Bangunan pertama berukuran 3 x 2,5 meter dan bagunan lainnya berukuran 4 x 2,5 meter. Tempat benteng ini dikenal dengan sebutan Pamarisen Benteng. Sayang, sebagian benteng itu kini sudah dirobohkan, berganti menjadi bangunan SD dan lapangan sepakbola. Benteng lainnya, dibangun di Gunung Gadung. Benteng ini terdiri dari tiga bangunan dengan konstruksi beton bertulang yang sangat kokoh. Selain untuk tempat penyimpanan sejata, benteng tersebut dilengkapi dengan bungker berjendela yang berfungsi sebagai tempat pengintaian segala aktivitas di kota Sumedang dari arah selatan. Salah satu ruang di dalam benteng itu berukuran kurang lebih 18 meter persegi, dilengkapi ventilasi berupa cerobong udara. Ruang tersebut diperkirakan tempat tentara Hindia Belanda. Benteng lainnya dinamai Benteng Darmaga di Darangdan, Kelurahan Kota Kulon. Benteng ini merupakan pintu air yang membendung sungai Cipeles. Benteng kokoh ini terdiri dari enam pintu air yang kokoh dan lebih tinggi dari daratan. "Benteng itu merupakan pertahanan Belanda dengan menggunakan air. Jika pintu air ditutup maka air Sungai Cipeles meluber dan menggenangi daratan sehingga bisa menghambat laju gerakan musuh," kata R Moh Achmad Wiriaatmadja, pemerhati sejarah Sumedang yang juga pengurus Yayasan Pangeran Sumedang. Benteng berikutnya berada di Gunung Palasari. Dibangun di atas lahan seluas enam hektare pada ketinggian sekitar 645 meter di atas permukaan laut. Ada delapan bangunan beton yang letaknya berdekatan. Bangunan tersebut memiliki 27 ruangan berpintu yang dilengkapi dengan 25 buah jendela dan 46 lubang yang berfungsi sebagai ventilasi. Karena letaknya hanya sekitar satu kilometer dari tangsi, benteng tersebut diperkirakan sebagai tempat pertahanan dan sekaligus sebagai gudang mesiu. Tangsi itu berada di depan Markas Kodim 0610 Sumedang. (deddi rustandi) Kuncinya di Gunung KunciDI antara semua benteng yang dibangun di Sumedang, benteng di Gunung Kunci-lah yang diperkirakan menjadi "kunci" dari pertahanan Hindia Belanda di wilayah tersebut. Luas bangunan benteng di gunung ini sekitar 2.600 meter persegi, namun dilengkapi dengan ruang bawah tanah seluas kurang lebih 450 meter persegi yang berfungsi sebagai bungker. Di sekelilingnya terdapat tempat pertahanan, sedangkan di bagian puncaknya tersembul tembok benteng yang menyerupai motor tempel dengan panjang 70 meter dan lebar 30 meter. Di bagian tengah benteng itu tersembunyi bangunan berupa kamar-kamar yang rata-rata menampung lima sampai tujuh tempat tidur. Untuk mengelabui musuh, bagian atasnya ditimbun tanah sehingga menyerupai puncak bukit. Di bawah puncak bukit itu terdapat bangunan bertingkat dua. Ruang atas diperkirakan untuk perwira, sedangkan ruang bawah untuk bintara atau prajurit. Karena masing-masing kamar dibatasi tembok setebal 1,2 meter, maka komunikasi masing-masing kamar dilakukan melalui lubang khusus pada dinding tembok. Dari bangunan bertingkat itu terdapat lorong gua sepanjang kurang lebih 200 meter yang menghubungkan kamar-kamar di bawah tanah dan antar pintu yang menuju pintu masuk ke bagian dalam benteng. Di dalamnya terdapat 17 buah goa buatan. Bentuk kamar-kamar di benteng tersebut umumnya persegi panjang dengan langit-langit melengkung. Di dalamnya terdapat pula ruang bulat yang tersembunyi yang bentuknya menyerupai menara dengan garis tengah sekitar tiga meter. (deddi rustandi) -- Aldo Desatura ® & © ======== " Lebih mudah memaafkan orang yang salah daripada yang benar .... " ------------------------------------------------------------ NOTE: The information contained in this e-mail is intended only for the use of the individual or entity named above and may contain information that is privileged, confidential and exempt from disclosure under applicable law. If you are not the intended party to receive the message and its attachment(s), you are hereby notified that any dissemination, distribution or copy of the message is strictly prohibited. Please immediately notify the sender and delete the message as soon as possible. Thank you for kind attention. CATATAN: Email yang terkirim melalui PT. PERTAMINA EP bersifat pribadi dan mungkin rahasia. Jika secara tidak sengaja Anda menerima surat elektronik ini, mohon maaf. Sekiranya berkenan, mohon untuk memberitahu kepada pihak pengirim akan kekhilafannya serta menghapus suratnya. Terima kasih atas perhatian Anda.

