AA: asa teu acan ari Silat ku Basa Sunda ma; keun manawi engke deui 
mah lah manawi tiasa. Sawios atuh sakalieun mah urang mamaos Basa 
Indon. Hehehehe

--- In [email protected], "Panzi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> bah... saena ditranslate ka basa sunda...
> supados nyambung...
> 
> 
> -panzi-
> 
> 
> > Begitu tiba dihadapan si nona Su, kelima orang itu yang rata rata 
wajahnya
> > bengis   segera menahan nona Su; salah satunya yang membawa 
bandringan
> > besi berkata dengan keren :"Hmmm, kalian telah unjuk kebolehan, 
sekarang
> > biar mataku terbuka coba tunjukkan sekali lagi kebolehan 
kalian….."
> > Sebelum si nona menyahut, tiba ada suara cekikikan yang datangnya 
dari
> > pemuda sastrawan yang baru keluar dari rumah makan.
> > "Heh, kutu busuk ! Mengapa kau cekikikan hah !?"
> > "Hehehehe, aku ketawa dengan mulutku, ada apa dengan kalian 5 
orang ?"
> > "Hey dengar kutu busuk ! Aku adalah lima jago andalan dikota 
ini ; tak ada
> > yang berani menyentuh kumisku selama ini; apalagi kamu sikutu 
buku !
> > Jangan ikut campur, nanti kau susah sendiri !"
> > "Hahahaha, 5 jago andalan menghina seorang nona kecil, apa itu 
pantas !?"
> > "Diam kau ! Hai kawan kawan amankan sastrawan busuk ini, jangan 
sampai dia
> > bicara terus, bikin pusing saja !"
> > Segera saja kawanan dibelakang si lima jago ada yang bergerak 
hendak
> > menangkap si sastrawan; tapi disitu entah kapan keluarnya ada si 
baju
> > hijau dengan kerennya menatap 4 orang penjaga keamanan yang mau 
menangkap
> > si sastrawan; mereka agak ragu2 sedikit, kemudian salah satu 
memberanikan
> > diri berkata:"Tuan, kau adalah tamu kami, silakan saja meneruskan
> > perjalanan jangan ikut campuri urusan kami."
> > "Heheheehe, apakah 3dewa dan pengikutnya biasa menghina orang 
lemah ?!"
> > Mendengar kata kata itu , keempat orang itu segera saja mengurung 
si baju
> > hijau ditambah 5 oang lagi yang datang membantu; mereka semua 
menghunus
> > senjatanya masing masing.
> > "Hahahaha, kalian mau unjuk kebolehan, silakan aku mau lihat, 
sampai
> > dimana kehebatannya anak buah si tiga dewa !"
> > Sembilan orang penjaga itu segera saja menghujani si baju hijau 
dengan
> > bacokan yang disusul dengan jeritan kesakitan dan terlemparnya 
tubuh
> > kesembilan orang itu dengan sangat cepat dan hampir tak kelihatan 
sama
> > sekali . Hal ini sangat mengagetkan 5 jagoan andalan, mereka 
segera
> > berhenti mengurung Su Siocia dan berbalik menghadapi si baju 
hijau:"Kawan,
> > dari kalangan mana telah mau terjun dsiini, mohon maaf bila kami 
tak
> > menghormati anda dengan sepatutnya; jangan sungkan bila ada perlu 
apa apa;
> > kami bisa melayani anda."Kata2 tersebut adalah kata kata rahasia 
kaum Kang
> > Ouw, yang artinya bila butuh harta atau uang, akan segera 
disediakan. Si
> > Baju Hijau tertawa dingin,kemudian setelah menjengek sekali dia
> > melanjutkan kata katanya:"Hmmm, kulihat pengikut tigadewa tak 
ubahnya
> > sebagai gerombolan liar yang beraninya hanya menghina yang 
lemah ; aku tak
> > akan tinggal diam melihat ketidak patutan didepan mataku
> >
> >
> >
>


Kirim email ke