Dikawal Patwal Sampai PanyaunganBatu Kuya Pulang KampungBOGOR –
Benda yang diduga Batu Kuya, akhirnya semalam pulang kampung. Batu
seberat 50 ton lebsih itu akan dikembalikan ke ‘rumahnya’ di Kali
Cisusuh Desa Cileuksa Kecamatan Sukajayasv.
 
Namun, usai kawasan
Panyaungan -menuju pertigaan Pongkor Nanggung- rombongan  berbelok di
pertigaan Wates Desa Cigudeg menuju Perkebunan Teh Nusantara 8 Persero
Unit Bisnis 1 Kebun Cikasungka Cirangsad,  Desa Banyuwangi Kecamatan
Cigudeg. Karena jalan berbelok, rombongan sempat berhenti di lokasi itu
sekitar pukul 23:40 WIB. 
Radar Bogor yang berada di belakang rombongan memilih balik kanan
kembali menuju Bogor. Hingga pukul 01:30 WIB, Polsek Cigudeg yang
dihubungi Radar Bogor mengaku tidak melihat rombongan Batu Kuya menuju
kawasan Jasinga.    
Tadi malam, sekitar pukul 21:30 WIB, batu tersebut melintas dengan
kecepatan sedang di depan Graha Pena Radar Bogor. Bila dilihat sekilas,
tak nampak bongkahan Batu Kuya yang diangkut kontainer nopol D 9169 QC.
Pasalnya, batu yang rencananya diekspor ke Korea itu ditutupi terpal
biru tua. 
Meski tertutup terpal dengan rapi, tampak jelas bahwa yang diangkut adalah Batu 
Kuya yang menghebohkan itu.
Seperti rute saat berangkat menuju Jakarta, saat pulang pun
rombongan batu Kuya mendapat pengawalan dari Patwal. Hanya saja, saat
melintas Jalan Sholeh Iskandar, KH Abdullah Bin Nuh, menuju Bogor
Barat, Patwal berada di posisi paling belakang. Sedangkan di posisi
depan Ford Everest warna Silver Nomor Polisi B 8632 FV berisi satu
sopir dan satu penumpang pria berwajah oriental. 
Tak ada hambatan berarti yang dialami rombongan selama menuju Bogor
Barat. Jalanan yang sudah agak lengang, semakin memudahkan perjalanan
rombongan.
Memasuki daerah Leuwiliang, tepatnya sebelum pasar, iring-iringan
berhenti sekitar pukul 22:50 WIB. Kurang lebih 20 menit, rombongan
berhenti. Kondisi ini dimanfaatkan beberapa petugas yang mengawal,
membetulkan posisi batu. Saat ditanya sopir kontainer mengatakan yang
dibawa adalah mesin.
Sementara Kapolwil Bogor Kombes Pol Andayono membenarkan bahwa Batu
Kuya itu dikembalikan ke tempat asalnya sesuai dengan surat perintah
yang dikeluarkan Kapolwil. “Saya sudah perintahkan kepada jajaran untuk
mengembalikan Batu Kuya tersebut,” ujarnya singkat. 
Surat perintah itu, lanjut Andayono, diberlakukan satu hari setelah
Batu Kuya tersebut dibawa ke Jakarta. “Saat itu juga kami langsung
perintahkan provost untuk memeriksa anggota yang terlibat. Entah itu
reskrimnya maupun lalulintasnya bahkan Intelnya, kejar tangkap,”
katanya sambil menyebutkan itulah risikonya yang harus dihadapi.
Tak hanya itu, mantan Kabid Propam Polda Sumut itu juga menambahkan,
pihaknya tidak mau tahu mengenai transaksi jual beli Batu Kuya tersebut.
“Lha untuk apa dijual? Memangnya di Korea sana tidak ada batu apa,” ujarnya. 
(nie/rev/cr1/dah)  www.radar-bogor.co.id
 


Hadi Darajat 
Graphic Designer 
 
P. +62 251 4767120 ( FLEXI )
M. +62 8157120873 
E. [EMAIL PROTECTED] 
Blog: http://www.hadeesign.wordpress.com 
Website: http://www.balebat-online.com


Fresh Think About Creativity  

 


      

Kirim email ke