--- On Sat, 11/8/08, Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fw: Keimanan-1
To: "kisunda" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, November 8, 2008, 2:19 AM








--- On Sun, 11/2/08, Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Keimanan-1
To: "proletar" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "radioliner" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, November 2, 2008, 8:51 AM







Maksud dari bawah keatas, adalah pencarian manusia terhadap kekuatan Super 
Natural yang ujungnya adalah Tuhan. Sementara yang dari atas kebawah adalah 
Ilmu Yang diturunkan Tuhan pada manusia sedikit demi sedikit dan bertahap ( 
Evolusi ) , agar manusia menyadari melalui brain yang diberikan Tuhan pada 
manusia, sehingga akhirnya mengenal siapa itu Sang Maha Pencipta. 
  
Manusia pada mulanya tidak tahu tentang Tuhan ini, maka seseoang yang luar 
biasa ( Nabi ) merasakan ada getaran2 halus didirinya bahwa dia ada yang 
menguasainya diluar daripada alam kebendaan yang mereka lihat, raba dan 
rasakan. Meeka kemudian merasakan dan kemudian menyadari bahwa dirinya tidak 
begitu saja muncul didunia ini, ada kekuatan luar yang sangat dahsyat yang 
mempengaruhi atau mengatur semuanya. Maka mulai muncul bahwa kekuatan itu 
sangat menentukan, baik kehidupan manusia atau lainnya; hanya cara ngaturnya 
bagaimana , nalar manusia luar biasa ini belum nyampe. Hanya dia meyakini akan 
adanya kekuatan ini. Kemudian dia sampaikan pada teman2nya; ya pada saat 
awalpun sama seperti sekarang, ada yang mengolok ada juga yang setuju, akan 
pendapatnya. Yang setuju adalah mereka yang merasakan juga getaran tersebut, 
tapi tak bisa menjabarkannya, karena ada yang menyampaikan pada mereka, maka 
mereka dengan anthusias menerimanya. Selanjutnya kekuatan Yang
 Maha Dahsyat ini, ingin mereka gambarkan maka muncullah kemudian penjabaran 
bahwa yang hebat itu adalah Harimau, karena harimau sangat hebat; tapi ternyata 
harimau bisa mati. Maka muncullah yang berpendapat bahwa Rembulan atau 
Mataharilah Yang Maha Dahsyat itu; ada pula yang berpendapat bahwa Halilintar 
hebat sekali. 
  
Demikianlah keimanan terhadap yang ghaib bermunculan silih berganti, sesuai 
perkembangan zaman; dan sesuai dengan perkembangan nalar masing masing manusia 
dan kelompoknya. 
  
Kemudian setelah itu, ada yang menggambarkan Tuhan dengan patung, supaya bisa 
disembah, karena menurut nalar dan menurut petunjuk dari yang dianggap 
“mengerti” Tuhan itu harus dipuja dan disembah sembah. Maka untuk realisasi 
penyembahan , supaya jelas ditujukannya penyembahan itu, maka dibuatlah patung2 
untuk menggantikan atau mngumpamakan itulah Tuhan yang Ghaib, karena mereka 
meykini Tuhan yang Maha Kuasa itu Maha Mendengar dan Maha mengetahui, maka 
kalaupun ke patung, itu artinya sebenarnya menyembah Tuhan. Itulah kira kira 
nalar dari orang yng menyembah patung. 
  
Tapi patung itu sendiri seharusnya dinamai, maka Agana Hindu memuali dngan 
“menciptakan” patung dengan tujuan itu adalah gambaran Raja Dewa ( Tuhan ) ; 
yang disebut Brahma Penguasa api. Kemudian merekapun memuja Indra karena simbul 
kemakmuran Hujan dan guntur dilambangkan sebagai Dewa Indra. Kemudian Surya 
sebagai Dewa Matahari yang melindungi kehidupan dsb dsb dst dst 
Jadi setiap sifat Tuhan dijelmakan dngan SATU dewa oleh agama Hindu. Atau 
disesuaikan dengan kebutuhan, bila dalam agama lain dengan berdo’a, maka do’a 
Hindu adalah membuat patung Indra karena mengharapkan berkat kekeyaan; jadi 
seperti juga do’a yang terus menerus. Inilah kira2 kepercayaan Hindu. 
  
Kemudian seperti juga agama Hindu di India maka di Erpa tersebar kepercayaan 
akan Zeus Si Raja Dewa yang menguasai Petir; kemudian juga Dewa Dewi lainnya; 
ini semua menggambarkan sifat Tuhan yang digambarkan seperti orang Hindu juga; 
yaitu setiap sifat Satu Dewanya. Jadi ada 1000 sifat Tuhan, maka 1000 Dewa juga 
akan muncul. 
 Pemikir kearah ini tak henti2nya merenung dan bersemedi, maka muncullah orang2 
luar biasa tentang ketuhanan seperti Lao Chu dari China yang menggambarkan 
Tuhan Satu dan tak bisa dinamakan apalagi digambarkan, yang akhirnya oleh para 
pengikutnya setelah melalui beberapa perenungan Tuhan itu digambarkan sebagai 
Langit. Dan ini jelas paling masuk akal karena memang dimanapun ada langit dan 
toh tetap Tunggal. Walau menuju luar angkasa yang disebut langit itu tetap ada 
dan tak terjangkau. Kemudian murid2nya berpikir bahwa tuhan itu digambarkan 
sebagai MANUSIA juga ( seperti Hindu dll kepercayaan orang Eropa); dimana Raja 
Dewa itu justru bersemayam di langit. Dan puny





      

Kirim email ke