--- On Sat, 11/1/08, Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Abbas Amin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: bahasan keimanan
To: "proletar" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "radioliner" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, November 1, 2008, 11:15 PM







Kalau untuk orang atheis, yang memang sangat tidak mempercayai adanya Sang 
Pencipta, maka pembicaraan ini hanya akan sia sia belaka; karena mereka memang 
sudah mengimani untuk tidak mempecayai sesuatu yang tak bisa dibuktikan; 
walaupun kita jelaskan bahwa bukanlah Tuhan, bila bisa disentuh, apalagi bisa 
dilihat dengan kasat mata; wujud Tuhan walaupun bisa dilihat tapi penampakanNya 
tidak seperi yang kita lihat dengan mata telanjang. Misalnya kita lihat 
Lengkung Langit; sebenarnya penampilan realnya kita tak tahu persis; yang kita 
tahu langit adalah berwarna biru. Maka siasialah bicara dengan orang Atheis; 
hanya saja kita katakan kalian beriman kepada apa yang kalian imani , dan 
kamipun beriman dengan yang kami yakini; sudah tentu kedua pihakpun punya 
argumentasi masing masing, yang sudah memuaskan sendiri2; walaupun mereka 
mengatakan dungu, goblok dsb orang yang percaya Tuhan, akan tetapi merekapun 
tak bisa menjawab dengan tuntas pertanyaan kita mengenai
 beberapa hal; jadi istilahnya pendapat yang percaya Tuhan, dan yang tidak 
mempercayainya masih seri. Jadi pembicaraan dengan orang Atheis hanya akan 
buang tenaga dan waktu tanpa mencapai solusi apapun; kecuali caci maki yang tak 
ada habis2nya.
 
Bagi yang mengimani akan adanya Tuhan, maka yang perlu kita bicarakan bagaimana 
meyakini TUHAN itu sendiri dengan Agama yang dianutnya masing masing, kita 
melihat dan membandingkannya, bila perlu menganalisanya bukan untuk merubah 
keyakinan, tapi paling tidak menyadarilah bahwa keimanan kita itu yaa seperti 
itulah.
 
Agama Agama yang ada di dunia ini sebenarnya dari awalnya ingin menunjukkan 
suatu keyakinan, bahwa ada Kekuatan Lain yang mempengaruhi kita semua; ada 
kekuatan Super yang diluar jangkauan nalar kita; kita membicarakan tentang 
Tuhan versi Agama, bisa diurai dari bawah keatas atau sebaliknya dari atas 
kebawah.
 
Akan dilanjutkan



      

Kirim email ke