Pami bade diayakeun deui sim uing ngusulkeun Gatrik sareng Gobag. Mu3cht4r Sing inget kana Purwadaksi, Hirup pasti aya tungtungna!
--- On Sun, 11/2/08, mh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: mh <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Urang Sunda] Olimpiade "Sorodot Gaplok" To: "kisunda" <[EMAIL PROTECTED]>, "Urangsunda" <[email protected]> Date: Sunday, November 2, 2008, 8:01 PM "Sorodot Gaplok" Ada di Olimpiade MASIH ingat dengan istilah egrang, sorodot gaplok, toktak, atau mengbal? Ya, itu adalah beberapa jenis permainan tradisional khas Jawa Barat yang kini semakin langka dimainkan. Egrang atau jajangkungan, jenis permainan dengan menggunakan bambu yang mengharuskan peserta untuk berjalan dengan ketinggian pijakan tertentu. Sorodot gaplok, jenis permainan menggunakan batu yang harus dilontarkan dengan menggunakan kaki. Toktak, permainan mirip badminton tapi alat yang digunakan terbuat dari kayu, dan mengbal atau sejenis futsal mini. Sungguh suatu hal yang menggembirakan, karena permainan itu kini masuk olimpiade. Memang sih, bukan tingkat dunia, tapi paling tidak kaulinan urang Sunda itu mulai dilirik para elite. Dengan tujuan ingin melestarikan permainan tradisional atau kaulinan urang Sunda, Universitas Padjadjaran menggelar Olimpiade Olah Raga Tradisional, Sabtu (1/11) di kampus Unpad, Jln. Dipati Ukur Bandung. Sekitar 1.277 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, staf, dan karyawan Unpad, bertanding dalam cabang permainan tradisional ini. Rektor Unpad Ganjar Kurnia yang juga turut serta sebagai peserta grand prix egrang menuturkan, permainan tradisional sebenarnya memiliki makna lebih dari sekadar olah raga. Sebab untuk bisa melakukan kaulinan tradisional ini dituntut kreativitas terutama dalam membuat alat permainan. "Ke depan akan terus kita kembangkan dengan berbagai jenis permainan lainnya. Minimal kita bekerja sama dengan pemda sehingga kabupaten kota juga mengirimkan kontingennya. Kalau dilombakan pasti bisa bertahan," katanya seraya menambahkan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-51 Unpad. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Lex Laksamana yang hadir dalam kesempatan tersebut, juga berharap ke depan ajang seperti ini bisa dilakukan di semua daerah di Jawa Barat. Bahkan bukan tidak mungkin bisa menjadi salah satu ajang wisata budaya Jawa Barat. Dona, salah seorang peserta olimpiade, mengaku, cukup antusias mengikuti kegiatan ini. Terlebih selama ini, kata Dona yang mahasiswa Fakultas Hukum Unpad ini, dirinya tidak pernah tahu kalau ada permainan menarik seperti ini di Jawa Barat. Senada dengan Dona, mahasiswa Unpad lainnya Ega mengaku antusias dan bangga bisa menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya lokal Sunda. Ke depan, kata Ega, sosialisasi mengenai permainan tradisional ini harus dilakukan terutama kepada generasi muda. Sebab saat ini, kata dia sudah banyak generasi muda yang berangsur melupakan permainan tradisional. (Nuryani/"PR" )*** Cita: http://newspaper. pikiran-rakyat. co.id/prprint. php?mib=beritade tail&kd_sup= 1&id=40638

