Sanes ari kagagalan konsepsi Kapitalisme sareng Komunisme mah pan sami..kagagalan keur nyumponan SAGALA syarat keur ngadukung konsepsi eta dua isme. Mun ningali dongeng Brentwood atanapi maifesto Kom pan bisa kasima ku aspirasina..nah kunaon dua isme anu ekstrim ieu tiasa gagal..teu sami antawis Konsepsi sareng Kinerja ?..SIGANA mah eta dua konsepsi anu paradoksal teh teu saluyu MEUREUN jeung kodrat manusa anu sarakah..hayang wae ngalanggar...utamana ku u nyekel kakawasaan kana implementasina (tarohlah Project Leader Captilaism jeung Project Leader Communism)........
On 12/1/08, tantan hermansah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Punten, > Ieu seratan dina blog. > Asana di milis ieu aya urang BI. Mudah2an tiasa mairan... > > Baktos > Tantan > > I > Salah satu aporisme hukum besi kapitalisme adanya adanya Tangan Tuhan yang > tidak terlihat (invisible hand) dalam proses pengelolaan kesejahteraan > manusia. Begitu kira-kira Adam Smith menemukan spiritualitas dari > nilai-nilai kapitalisme dalam magnum opusnya "the wealth of nation ". > Namun sayangnya, beberapa di antara kita menganggap bahwa Tuhan itu > sebenarnya sesuatu yang berpusat pada diri manusia sendiri. Sehingga, > nilai-nilai kemuliaan dari sebuah sistem kehidupan di mana Tuhan tidak > (hanya) bermain dadu tetapi ternyata mengarahkan dadunya langsung, banyak > terbukti belakangan ini. > II > Salah satu yang saat ini dicemasi adalah krisis finansial global. Seperti > banyak dijelaskan oleh para pengamat, analis, dan opini di banyak > intelektual, penyebab utama dari krisis global adalah kapitalisme yang > terlalu didewakan yang kemudian memuncak pada 'penghiatan' atas dogma > kapitalisme sendiri. Nilai-nilai yang sejatinya terdiaspora pada para pelaku > pasar—karena sesungguhnya mereka sendirilah 'pasar"—justru digembosi demi > kepentingan sesaat mereka. Bahkan ketika simptom ini muncul, para pelaku ini > bukannya malah bertaubat, justru makin gencar memetik keuntungan untuk perut > mereka sendiri dengan cara-cara yang sudah tidak halal. > III > Dalam pengamatan saya sendiri, rontoknya kapitalisme yang salah satu > kitabnya adalah buku yang dikarang oleh Adam Smith tersebut, karena > nilai-nilai yang diusungnya seperti semangat saling menyejahterakan sesama, > serta membiarka Tuhan hadir dalam sistem pasar yang mereka ikuti, itu sudah > tidak lagi direken, digubris. Alhasil, seperti kata sebuah pepatah, > kapitalisme menjadi 'menepuk air di dulang; terpercik muka sendiri'. > > salengkepna: > > http://jendelaterbuka.wordpress.com/2008/11/28/kasus-bi-akhirnya-tangan-tuhan-menghukum-mereka/#more-115 > >

